Aktivitas fisik didefinisikan sebagai setiap gerakan tubuh yang melibatkan otot rangka dan karenanya memerlukan energi lebih banyak dibandingkan saat istirahat. Latihan fisik telah lama dilaporkan berperan penting dalam menjaga kesehatan kardiovaskular. Penyakit kardiovaskular, termasuk hipertensi, merupakan kondisi yang umum terjadi pada lansia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dan stabilitas tekanan darah pada orang lanjut usia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner IPAQ untuk menilai tingkat aktivitas fisik dan alat sfigmomanometer untuk mengukur tekanan darah. Populasi penelitian mencakup seluruh lansia yang tinggal di Yayasan Batara Hati Mulia. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan, dengan jumlah total 40 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 16 responden tergolong tidak aktif secara fisik, 12 memiliki tingkat aktivitas rendah, dan 12 termasuk dalam kategori aktif. Berdasarkan tekanan darah, 15 responden memiliki tekanan darah normal, 8 berada pada kategori prahipertensi, 14 mengalami hipertensi tahap 1, dan 3 mengalami hipertensi tahap 2. Analisis statistik menggunakan uji Spearman’s rho menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dan stabilitas tekanan darah (p = 0.000). Koefisien korelasi (r = -0.770) menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat aktivitas fisik pada lansia, semakin mendekati normal nilai tekanan darah mereka.