Nyoman Ratih Widya Sari
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Terapi Musik Klasik sebagai Intervensi Komplementer Wellnes Tourism dalam Menurunkan Stres dan Hipertensi bagi Pelaku Wisata Kadek Listia Prasetya Dewi; Made Bayu Permasutha; Nyoman Ratih Widya Sari; Ni Putu Ayu Daneswari Dewi; Dewa Ayu Aryantika Anggraeni; Ni Nyoman Ayu Trisna Anggarini
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.2 (2025)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i2.920

Abstract

Pendahuluan: Pariwisata global meningkat hingga 1,3 miliar pada tahun 2023 hingga mendorong berkembangnya wellness tourism. Para pelaku wisata rentan mengalami stres dan hipertensi akibat kegiatan wisata yang kompleks. Kondisi ini ternyata memerlukan terapi komplementer selain pengobatan utama, sehingga membuka peluang bagi pemanfaatan terapi nonfarmakologis. Salah satunya adalah terapi musik klasik yang dinilai sederhana. Studi ini bertujuan untuk meninjau potensi musik klasik sebagai terapi komplementer stres dan hipertensi serta penerapannya dalam wellness tourism. Metode: Studi ini menggunakan metode narrative literature review dengan pendekatan sistematis terhadap literatur yang dikumpulkan melalui penelusuran sistematis di beberapa basis data daring seperti PubMed, National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH), ScienceDirect, dan Google Scholar menggunakan kata kunci: “complementary therapy”, “wellness tourism”, “classical music therapy”, “stress reduction”, dan “hypertension”. Pembahasan: Musik klasik dengan tempo lambat mampu menstimulasi sistem saraf parasimpatis sehingga menurunkan stres dan tekanan darah. Sejumlah penelitian mendukung penggunaannya sebagai terapi komplementer bagi pelaku wisata dan masyarakat. Integrasi musik klasik dalam wellness tourism dapat menjadi strategi sederhana dan efektif dalam menurunkan stres dan hipertensi. Simpulan: Integrasi musik klasik sebagai terapi komplementer stres dan hipertensi berpotensi meningkatkan kesehatan holistik pelaku wisata. Kolaborasi tenaga kesehatan dan penyedia wisata sangat penting untuk mendukung implementasi ini, khususnya dalam pengembangan pariwisata kesehatan berbasis kearifan lokal.
Yoga Asana dalam Pengelolaan Diabetes Melitus Tipe 2: Implikasi Klinis dan Peran Dokter dalam Konteks Wisata Kesehatan Ni Nyoman Ayu Trisna Anggarini; Made Kurnia Widiastuti Giri; Nyoman Ratih Widya Sari; Kadek Listia Prasetya Dewi; Dewa Ayu Aryantika Anggraeni; Ni Putu Ayu Daneswari Dewi
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KEDOKTERAN Vol. 5 No. 1 (2026): April: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrike.v5i1.8390

Abstract

Type 2 diabetes mellitus (T2DM) requires comprehensive management beyond pharmacological therapy, including sustainable lifestyle-based interventions. Yoga asana, as a form of mind–body intervention, integrates physical postures, breathing techniques, and relaxation practices that may influence metabolic and psychosocial pathways relevant to T2DM. This article aimed to synthesize evidence regarding the physiological mechanisms, clinical effectiveness, and healthcare implementation context of yoga asana in T2DM management, as well as to discuss the role of physicians in integrating this complementary therapy, including within health tourism settings. A narrative literature review was conducted using scientific databases, focusing on publications addressing yoga asana, mind–body interventions, T2DM, and clinical integration. The findings indicate that yoga asana is associated with improved glycemic control, including reductions in fasting blood glucose, postprandial glucose, and HbA1c, alongside modulation of stress-related physiological parameters and psychological well-being. Beyond clinical outcomes, yoga asana shows potential for community-based and health tourism contexts as part of chronic disease lifestyle management. Physicians play a central role in clinical assessment, patient education, coordination with complementary therapy providers, and ongoing monitoring to ensure safe, evidence-based integration. Although current evidence suggests consistent beneficial trends, methodological heterogeneity highlights the need for more standardized and mechanistic research.