Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat Desa Payakabung dalam mengelola limbah baglog jamur tiram dan kotoran sapi melalui produksi pupuk organik berbasis bioaktivator Trichoderma sp.. Pelatihan dilakukan dengan pendekatan partisipatif yang mencakup formulasi bahan, proses fermentasi, serta evaluasi mutu kompos. Analisis laboratorium digunakan untuk menilai parameter kimia utama dan membandingkannya dengan standar SNI 7763:2024. Hasil menunjukkan bahwa pH kompos sebesar 7,22 telah berada pada kisaran ideal dan menunjukkan stabilitas proses dekomposisi. Kandungan kalium total mencapai 4,03%, memenuhi persyaratan minimal hara makro dan memberikan manfaat agronomis bagi peningkatan ketahanan tanaman. Fosfor tersedia sebesar 70,36 ppm memberikan nilai tambah bagi kompos, didukung peran Trichoderma sp. dalam meningkatkan kelarutan fosfat. Namun, C-organik (3,10%) dan nitrogen total (0,00096%) masih berada di bawah standar sehingga menunjukkan bahwa rasio bahan dan durasi fermentasi perlu dioptimalkan. Meskipun belum memenuhi seluruh parameter mutu komersial, program ini berhasil mengurangi volume limbah organik dan menghasilkan kompos yang layak digunakan sebagai pembenah tanah. Perubahan perilaku masyarakat menuju pengolahan limbah secara mandiri menjadi indikator penting keberlanjutan program serta dasar untuk pengembangan produksi kompos yang lebih efektif pada tahap berikutnya.