Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penggunaan Media Konkret Jam Karton Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Sd Terhadap Mata Pelajaran Bahasa Inggris Pada Materi “What Time Is It?” Saragih, Erizca Amanda; Ginting, Sella Enzelika Br.; Simatupang, Christine Nathalia; Tarigan, Yobel
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 12.C (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan efektivitas penggunaan media konkret berupa jam karton untuk meningkatkan pemahaman siswa sekolah dasar terhadap materi Bahasa inggris “What time is it?”. Materi ini tergolong abstrak karena melibatkan konsep waktu dan struktur bahasa Inggris idiomatik yang dianggap sulit tidak seperti bahasa asli siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka yang mengkaji teori-teori yang relevan seperti konstruktivisme, behaviorisme, sosiokultural, dan sastra tentang media pembelajaran tertentu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan jam karton sebagai media pewarnaan kulit visual dapat menjembatani kesenjangan antara konsep abstrak dan pemahaman nyata siswa. Media ini memungkinkan siswa untuk memanipulasi langsung jarum jam, menghubungkan posisi jarum jam dengan ekspresi waktu dalam bahasa Inggris, meningkatkan motivasi untuk partisipasi aktif, interaksi sosial dan keterlibatan aktif dalam pembelajaran. Singkatnya, jam karton merupakan media pembelajaran yang efektif dan kontekstual dalam membantu siswa untuk memahami ekspresi waktu dalam bahasa Inggris.
Pancasila dan Tantangan Arus Individualisme Global: Benteng Atau Sekedar Simbol Saragih, Erizca Amanda; Sianipar, Revalina Angelila; Lubis, Dea Larasati; Ginting, Sella Enzelika Br.; Sitanggang, Santa Margaretha; Setiawan, Anugrah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7594

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan arus individualisme global terhadap eksistensi nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi dan identitas nasional Indonesia, serta merumuskan strategi revitalisasi yang relevan di era digital. Globalisasi yang disertai dengan perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam pola pikir dan perilaku masyarakat, khususnya dengan menguatnya nilai kebebasan individu yang sering kali mengabaikan kepentingan kolektif. Fenomena ini menciptakan ketegangan mendasar antara nilai-nilai individualisme yang dibawa arus globalisasi dengan prinsip-prinsip Pancasila yang mengutamakan kebersamaan, gotong royong, dan keadilan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur (library research), yang mengkaji berbagai sumber ilmiah terkait globalisasi, individualisme, pendidikan karakter, serta implementasi nilai Pancasila dalam kehidupan sosial. Data sekunder diperoleh dari jurnal ilmiah nasional dan internasional, buku akademik, serta publikasi ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil kajian menunjukkan bahwa arus individualisme global berkontribusi terhadap erosi identitas nasional, meningkatnya sikap apatis, serta menurunnya solidaritas sosial yang bertentangan dengan prinsip gotong royong sebagai nilai utama Pancasila. Selain itu, penetrasi teknologi digital mempercepat kaburnya batas nilai budaya, sehingga Pancasila berisiko mengalami pergeseran fungsi dari pedoman hidup menjadi sekadar simbol formal. Oleh karena itu, diperlukan strategi revitalisasi yang komprehensif melalui penguatan pendidikan karakter berbasis Pancasila, peningkatan literasi digital, serta keteladanan dari pemimpin dan tokoh masyarakat. Dengan demikian, Pancasila dapat tetap berperan sebagai filter budaya yang efektif dan benteng yang kokoh dalam menghadapi derasnya arus individualisme global.