Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analysis of Functional English Competency Needs of Primary School Teacher Education Students For Bilingual Learning Sarjani, Tiarnita Maria; Sianipar, Revalina Angelila; Tarigan, Yobel; Simatupang, Christine Nathalia; Sitorus, Johana
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 3 (2025): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i3.1966

Abstract

This study aims to analyze the readiness of Primary School Teacher Education (PGSD) graduates in facing bilingual school programs, specifically concerning functional English competency. Utilizing the Systematic Literature Review (SLR) method on journal articles published from 2017 to 2025 , the synthesis results indicate that the competency needs for bilingual primary school teachers extend beyond general language ability, centering on the mastery of Classroom English and English Pedagogical Content Knowledge (PCK) to support the CLIL (Content and Language Integrated Learning) approach. The identified gaps are that Primary School Teacher Education curricula tend to be less functionally oriented and are exacerbated by inconsistent linguistic modelling challenges in the academic environment. Therefore, the study recommends a reorientation of the Primary School Teacher Education curriculum towards explicit CLIL integration, an increase in minimum competency standards, and the development of practical Classroom English modules to bridge the gap and produce job-ready prospective bilingual teachers.
Pancasila dan Tantangan Arus Individualisme Global: Benteng Atau Sekedar Simbol Saragih, Erizca Amanda; Sianipar, Revalina Angelila; Lubis, Dea Larasati; Ginting, Sella Enzelika Br.; Sitanggang, Santa Margaretha; Setiawan, Anugrah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7594

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan arus individualisme global terhadap eksistensi nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi dan identitas nasional Indonesia, serta merumuskan strategi revitalisasi yang relevan di era digital. Globalisasi yang disertai dengan perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam pola pikir dan perilaku masyarakat, khususnya dengan menguatnya nilai kebebasan individu yang sering kali mengabaikan kepentingan kolektif. Fenomena ini menciptakan ketegangan mendasar antara nilai-nilai individualisme yang dibawa arus globalisasi dengan prinsip-prinsip Pancasila yang mengutamakan kebersamaan, gotong royong, dan keadilan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur (library research), yang mengkaji berbagai sumber ilmiah terkait globalisasi, individualisme, pendidikan karakter, serta implementasi nilai Pancasila dalam kehidupan sosial. Data sekunder diperoleh dari jurnal ilmiah nasional dan internasional, buku akademik, serta publikasi ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil kajian menunjukkan bahwa arus individualisme global berkontribusi terhadap erosi identitas nasional, meningkatnya sikap apatis, serta menurunnya solidaritas sosial yang bertentangan dengan prinsip gotong royong sebagai nilai utama Pancasila. Selain itu, penetrasi teknologi digital mempercepat kaburnya batas nilai budaya, sehingga Pancasila berisiko mengalami pergeseran fungsi dari pedoman hidup menjadi sekadar simbol formal. Oleh karena itu, diperlukan strategi revitalisasi yang komprehensif melalui penguatan pendidikan karakter berbasis Pancasila, peningkatan literasi digital, serta keteladanan dari pemimpin dan tokoh masyarakat. Dengan demikian, Pancasila dapat tetap berperan sebagai filter budaya yang efektif dan benteng yang kokoh dalam menghadapi derasnya arus individualisme global.