Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perbandingan Kadar Interleukin-10 pada Pasien Terduga Tuberkulosis Terkonfirmasi dan Tidak Terkonfirmasi Bakteriologis Shibly, Khairunnissa; Parwati, Ida; Suraya, Nida; Wasilah, Fajar
Jurnal Riset Kedokteran Volume 5, No.2, Desember 2025, Jurnal Riset Kedokteran (JRK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrk.v5i2.8742

Abstract

Abstract. Tuberculosis (TB) remains a critical global health crisis, demanding non-sputum biomarkers to overcome the limitations of traditional diagnostics. This study investigated Interleukin-10 (IL-10), a cytokine linked to Mycobacterium tuberculosis survival, as a novel, non-invasive diagnostic marker for active TB. A cross-sectional study (Jan–Mar 2024) at DR. Hasan Sadikin General Hospital in Bandung measured serum IL-10 levels via ELISA in 84 individuals. Levels were compared between patients with bacteriologically confirmed TB and those with unconfirmed or suspected TB. Confirmed TB patients showed significantly higher median IL-10 levels (1.58 pg/mL) than unconfirmed cases (1.10 pg/mL; p=0.0001). Diagnostic utility was strong, with the Receiver Operating Characteristic (ROC) curve analysis yielding an Area Under the Curve (AUC) of 0.787 (P < 0.001), achieving 80.0% sensitivity and 67.3% specificity. The significant difference in IL-10 levels confirms its potential as a non-sputum-based clinical biomarker to enhance the diagnosis and global management of active Tuberculosis. Abstrak. Tuberkulosis (TB) masih menjadi permasalahan kesehatan global, perlunya ditemukan biomarker non-sputum untuk mengatasi keterbatasan diagnostik tradisional. Studi ini meneliti Interleukin-10 (IL-10), sitokin yang terkait dengan kelangsungan hidup Mycobacterium tuberculosis, sebagai penanda diagnostik non-invasif yang baru untuk TB aktif. Studi cross-sectional (Januari–Maret 2024) dilakukan di RSUP Dr. Hasan Sadikin, Bandung. Sebanyak 84 subjek diukur kadar IL-10 serumnya menggunakan metode ELISA. Kadar IL-10 dibandingkan antara pasien TB yang terkonfirmasi secara bakteriologis dan yang tidak terkonfirmasi atau suspek TB. Pasien TB terkonfirmasi menunjukkan kadar IL-10 median yang jauh lebih tinggi (1,58 pg/mL) dibandingkan kasus tidak terkonfirmasi (1,10 pg/mL; p=0,0001). Nilai diagnostik yang kuat didukung analisis kurva ROC dengan Area Under the Curve (AUC) sebesar 0,787 (P < 0,001), mencapai sensitivitas 80,0% dan spesifisitas 67,3%. Perbedaan signifikan pada kadar IL-10 menunjukan potensinya sebagai biomarker klinis non-sputum untuk meningkatkan diagnosis dan penatalaksanaan Tuberkulosis aktif