Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

The Feasibility Study of Financial Aspects and Demand of Community to the Construction of the Cempaka Lima General Hospital in Banda Aceh Brury Apriadi Husaini; Munifah Abdat; Martunis Martunis
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2020): November
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v9i2.337

Abstract

Based on the analysis of financial aspects, PP was shorter than the life of the investment (10 years), namely 8 years,1 month and 5 days;Positive NPV of Rp.387,970,363,668, -; PI is 5; IRR is 10.18%; and ARR which is 138%. demand of community found 84% of respondents chose private and government hospitals, 90% of respondents conducted examinations at general practitioners, 97% of respondents chose health services because of complete facilities, 98% of respondents did blood pressure checks, 97% of respondents received prescriptions, 90 % of respondents access outpatient services, 59% of respondents use insurance, and the average distance of respondents from their place of residence to health services is less than 2 km (90%). Hospitals need to increase revenue by adding service products and optimize non-medical revenue to support income and immediately establish operational cooperation with BPJS considering that most of the people who access health services use JKN.
Kemampuan Berpikir Kritis, Problem Solving, dan Presentasi sebagai Prediktor Hasil Ujian Akhir Semester Mahasiswa Keperawatan Tarigan, Abul A'la; Halimuddin, Halimuddin; Gressia, Rosa Galica Gita; Husaini, Brury Apriadi
JURNAL KEBIDANAN, KEPERAWATAN DAN KESEHATAN (BIKES) Vol 5, No 2 (2025): J-BIKES NOVEMBER
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-bikes.v5i2.143

Abstract

Kualitas layanan keperawatan sangat bergantung pada kemampuan kognitif dan keterampilan komunikasi profesional, termasuk berpikir kritis dan pemecahan masalah (problem solving). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengukur sejauh mana kemampuan presentasi, berpikir kritis, dan problem solving secara simultan memprediksi Hasil UAS Mahasiswa Keperawatan. Desain kuantitatif cross-sectional digunakan dengan melibatkan 114 mahasiswa keperawatan sebagai sampel. Data dianalisis menggunakan Regresi Linear Berganda setelah memenuhi uji asumsi klasik (normalitas residual dan non-multikolinearitas). Variabel independen yang diuji adalah presentasi, berpikir kritis, dan problem solving, sedangkan variabel dependen adalah nilai UAS. Model regresi menunjukkan bahwa ketiga variabel tersebut secara bersamaan menjelaskan 9,9% variasi nilai UAS (R2= 0,099). Secara parsial, kemampuan presentasi (β= 0,826; p = 0,021) dan berpikir kritis (β = 0,854; p = 0,045) terbukti menjadi prediktor positif yang signifikan. Menariknya, kemampuan problem solving ditemukan berpengaruh negatif signifikan (β = -1,743; p = 0,002). Berpikir kritis dan kemampuan presentasi memiliki peran krusial dan positif dalam memprediksi capaian akademik.
Penguatan Kapasitas melalui Pelatihan Manajemen Risiko sebagai Upaya Peningkatan Mutu di Rumah Sakit Rosa Galica Gita Gressia; Brury Apriadi Husaini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 2 No. 9 (2026): April
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v2i9.276

Abstract

Peningkatan Mutu merupakan salah satu aspek krusial dalam penyelenggaraan layanan rumah sakit. Manajemen risiko merupakan salah satu program mutu yang menjamin keselamatan pasien, namun implementasi manajemen risiko masih menghadapi berbagai kendala, termasuk keterbatasan pelatihan dan belum optimalnya budaya pelaporan insiden. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan melalui pelatihan manajemen risiko di Rumah Sakit Bhayangkara Banda Aceh. Metode yang digunakan berupa pelatihan terstruktur yang disertai evaluasi pre-test dan post-test pada 35 staf dari berbagai unit pelayanan. Materi disampaikan melalui ceramah interaktif, diskusi kasus, serta praktik langsung penyusunan risk register dan profil risiko berbasis lembar kerja Excel terintegrasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta serta tersusunnya daftar risiko dan rencana tindak lanjut pada masing-masing unit pelayanan. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan pelatihan yang aplikatif efektif dalam memperkuat kompetensi tenaga kesehatan dalam pengendalian risiko. Kegiatan ini penting sebagai langkah awal penguatan budaya keselamatan pasien dan berpotensi dikembangkan menjadi program berkelanjutan di rumah sakit.
Patient Safety Culture in Hospital Settings for Quality Improvement: A Cross-Sectional Assessment Brury Apriadi Husaini; Rosa Galica Gita Gressia
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 12 No. 2 (2026): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jkk.v12i2.1004

Abstract

Background: Patient safety culture is a critical component of healthcare quality and plays an essential role in reducing medical errors. Understanding healthcare professionals’ perceptions of patient safety is important for identifying strengths and areas requiring improvement within hospital systems. Objective: This study aimed to assess patient safety culture among hospital staff in a single private hospital to support quality improvement initiatives. Methods: A quantitative cross-sectional study was conducted among 217 hospital staff working in both clinical and non-clinical units in a single private hospital. Data were collected using the Hospital Survey on Patient Safety Culture. Data were analysed using descriptive statistics to calculate frequencies, percentages, and percent positive responses for each dimension. Results: The findings showed moderate variation across patient safety culture dimensions. The highest positive response was observed in response to error (73.5%), followed by handoffs and information exchange (68.7%). Other dimensions, including communication about error (64%), staffing and work pace (63.5%), communication openness (63%), teamwork (62%), and overall patient safety rating (62%), also reflected moderate perceptions. However, reporting patient safety events had the lowest positive response (43%), indicating a potential gap in incident reporting practices. Conclusion: Overall, patient safety culture in this setting demonstrates moderate positive perceptions across several dimensions. However, the relatively low score in incident reporting suggests that this area may require further attention. These findings highlight the need for continued evaluation of reporting practices to better understand underlying barriers and support ongoing quality improvement efforts
“Tambal Retakan, Cegah Kerugian”: Perangi Kecurangan Jaminan Kesehatan dan Inovasi Berbasis Kearifan Lokal Aceh sebagai Upaya Peningkatan Mutu di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Rosa Galica Gita Gressia; Brury Apriadi Husaini
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 2 (2026): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i2.305

Abstract

Kelemahan pengawasan dan regulasi menyebabkan praktik kecurangan dalam sistem jaminan kesehatan semakin meningkat dan berdampak pada kerugian finansial serta penurunan mutu pelayanan kesehatan. Kondisi ini menunjukkan perlunya upaya pencegahan dan penanganan kecurangan yang terintegrasi dengan pendekatan lokal berbasis kearifan masyarakat Aceh. Penelitian ini menggunakan metode scoping review berdasarkan kerangka Arksey & O’Malley dengan penelusuran literatur tahun 2015–2025 melalui database PubMed, Scopus, Springer, Google Scholar, dan Web of Science. Dari 1.494 artikel yang ditemukan, sebanyak 11 artikel memenuhi kriteria inklusi. Literatur terkait inovasi berbasis kearifan lokal Aceh diperoleh melalui analisis artikel sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada strategi tunggal yang efektif untuk mengatasi kecurangan dalam sistem jaminan kesehatan. Pencegahan kecurangan memerlukan pendekatan berbasis bukti melalui integrasi teknologi, edukasi, regulasi, penegakan hukum, kolaborasi lintas sektor, penguatan data, serta pengawasan yang transparan. Pendekatan lokal seperti musyawarah gampong, peran tokoh adat, dan sistem pelaporan komunitas juga berpotensi memperkuat pencegahan kecurangan. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan sistem berbasis teknologi yang disesuaikan dengan konteks sosial lokal dan didukung regulasi yang memadai. Model kolaboratif ini berpotensi menjadi contoh dalam membangun sistem jaminan kesehatan yang adil, adaptif, dan berkelanjutan untuk menjamin mutu serta keselamatan pasien.