Henukh, Dina M.S.
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penyuluhan Upaya Pencegahan Tinea Cruris pada Remaja Putri Usia 16-17 Tahun di SMAN 5 Kota Kupang Juwa, Maria Magdalena Mue; Zakiah , Ummu; Pay, Farida S; Ernestin, Meri Flora; Henukh, Dina M.S.; Nenogasu, Yeri D.
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v2i4.83

Abstract

Tinea cruris merupakan salah satu bentuk dermatofitosis yang banyak ditemukan di wilayah beriklim tropis, termasuk di Nusa Tenggara Timur. Infeksi ini menyebabkan rasa gatal, ketidaknyamanan, serta dapat mengganggu aktivitas dan kepercayaan diri remaja, terutama remaja putri yang lebih rentan akibat aktivitas fisik, perubahan hormonal, dan kebiasaan penggunaan pakaian ketat. Observasi awal di SMAN 5 Kota Kupang menunjukkan bahwa siswa masih memiliki pengetahuan yang rendah mengenai penyebab, faktor risiko, gejala, dan pencegahan tinea cruris. Kurangnya pemahaman ini menyebabkan beberapa siswa mengabaikan keluhan gatal pada area lipatan paha dan tidak mengetahui tindakan pencegahan yang tepat. Tujuan program pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai tinea cruris, sehingga mampu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat untuk mencegah infeksi jamur kulit. Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan kesehatan menggunakan metode ceramah, diskusi interaktif, dan media edukasi berupa leaflet, gambar kasus, dan video. Peserta kegiatan adalah siswa remaja putri SMAN 5 Kota Kupang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa mengenai penyebab, faktor risiko, gejala, serta pencegahan tinea cruris. Siswa menunjukkan antusiasme tinggi dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan, terutama terkait kebiasaan berkeringat setelah olahraga dan penggunaan pakaian ketat. Setelah penyuluhan, sebagian besar siswa menyatakan memahami pentingnya menjaga kebersihan diri, mengganti pakaian basah, serta mencari pengobatan yang tepat bila mengalami gejala. Simpulannya, penyuluhan kesehatan ini efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa mengenai tinea cruris. Program ini direkomendasikan untuk dilanjutkan melalui kegiatan UKS dan dukungan sekolah agar perubahan perilaku hidup bersih dan sehat dapat berlangsung berkelanjutan.
Efektivitas Budaya “Lonto Leok” Sebagai Strategi Penguatan Literasi Pencegahan Stunting pada Keluarga Esem, Odilia; Henukh, Dina M.S.
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 03 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v15i03.4141

Abstract

Data Kemenkes RI, menunjukkan bahwa prevalensi stunting di Indonesia pada tahun 2023 yaitu 21,5 %. Salah satu Provinsi dengan prevalensi stunting tertinggi di Indonesia adalah Nusa Tenggara Timur. Pada tahun 2023, stunting di Nusa Tenggara Timur mencapai 37,9%. Angka ini justru mengalami kenaikan 2,6% dari tahun 2022 yaitu 35,3%. Hasil e-PPGBM periode Februari 2024 memperlihatkan kasus stunting di Kecamatan Sambi Rampas sebanyak 105 kasus. Berbagai upaya penanganan stunting telah banyak dilakukan oleh pemerintah Indonesia, namun angka stunting masih belum menunjukan penurunan yang signifikan. Oleh karena itu diperlukan pendekatan promosi berbasis budaya yang lebih sesuai dengan kearifan lokal guna meningkatkan efektivitas program dan mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam pencegahan stunting. Salah satu budaya lokal yang berpotensi dimanfaatkan dalam upaya penguatan literasi pencegahan stunting di Manggarai Timur adalah lonto leok. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas budaya lonto leok sebagai strategi penguatan literasi pencegahan stunting pada keluarga di Kecamatan Sambi Rampas Kabupaten Manggarai Timur. Jenis penelitian ini adalah quasi-experimental dengan pendekatan pre-test dan post-test tanpa kelompok control. Populasi dalam penelitian ini adalah keluarga yang memiliki anak balita usia 0-5 tahun dan sampel berjumlah 100 orang dengan menggunakan purposive sampling. Analisis data menggunakan Wilcoxon test untuk membandingkan hasil pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukan ada perbedaan yang signifikan antara literasi pencegahan stunting (pengetahuan, sikap dan prilaku) sebelum dan setelah dilakukan intervensi dengan pendekatan budaya lonto leok (nilai p = 0,000).