Yosephine, Septina
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Laporan Kasus: LESI BULOSA ATIPIKAL PADA PSORIASIS PUSTULAR GENERALISATA: SEBUAH KASUS JARANG Yosephine, Septina; Prawitasari, Suci; Yuniaswan, Anggun Putri; Retnani, Diah Prabawati
Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 4 (2025): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2025.012.04.9

Abstract

Psoriasis Pustular Generalisata (PPG) merupakan varian psoriasis yang cukup jarang terjadi. Karakteristik penyakit ini berupa lesi pustular generalisata. Lesi bulosa merupakan lesi atipikal pada kasus PPG dan belum pernah dilaporkan sebelumnya. Tujuan laporan kasus ini untuk melaporkan kasus PPG dengan atipikal lesi bulosa. Seorang laki-laki usia 33 tahun dengan keluhan bintil berisi nanah di seluruh tubuh disertai demam yang muncul sejak 5 hari sebelumnya. Awalnya muncul bercak kemerahan pada seluruh tubuh setelah 2 hari mengonsumsi cefadroxil terkait keluhan sinusitisnya. Keluhan tersebut disertai gatal dengan VAS 6/10 dan nyeri VAS 7/10. Pemeriksaan status dermatologis di seluruh tubuh: pustul multipel di atas plak eritematosa, sebagian berkonfluens membentuk lake of pus dengan body surface area (BSA)  eritema 68%. Pada  regio scalp, alis, dan area retroauricula : skuama putih tipis kekuningan. Pada pemeriksaan mikroskopis didapatkan pustul steril dan laboratorium: leukositosis, eosinophenia, hipoalbuminemia, peningkatan C-reactive Protein (CRP). Perawatan hari ke 3 muncul lesi atipikal bula tegang pada beberapa area tubuh. Hasil histopatologi menunjukkan reaksi psoriasiform dengan microabses monroe dengan kesimpulan psoriasis vulgaris overlapping dengan PPG. Lesi atipikal bulosa yang muncul pada kasus ini menyulitkan dalam penegakkan diagnosis, sehingga pemeriksaan histopatologi sangat penting dilakukan. Hal ini dikarenakan PPG bersifat mengancam nyawa dan perbedaan dalam penatalaksanaannya dibandingkan dengan penyakit bulosa lainnya.