Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

K-Means Klastering Tanaman Biofarma Zingiber officinale Indonesia Tahun 2023 Ade Aisyah Arifna Putri; Nur Irhamni Sabrina; Okpri Meila
Industrial & System Engineering Journals (ISEJOU) Vol. 4 No. 1 (2025): Vol. 4 No. 1 (2025): ISEJOU, Vol 4, No 1 Desember 2025
Publisher : Universitas Katolik Darma Cendika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara yang banyak memproduksi tanaman biofarma, Biofarma adalah tanaman yang bermanfaat untuk mencegah penyakit dan banyak di gunakan pada industri farmasi. Salah satu tanaman biofarma adalah Zingiber officinale atau dikenal dengan jahe yang banyak tumbuh di seluruh provinsi di Indonesia. Penelitian ini berfokus dalam melakukan pengelompokan penghasil tanaman biofarmaka dengan menggunakan teknik k-means klastering dengan menggunakan 2 variabel yaitu jumlah panen dan luas lahan dengan menggunakan 4 klaster untuk 38 provinsi di Indonesia. Hasilnya menunjukkan bahwa bahwa terdapat 9 provinsi pada klaster 1, 3 provinsi pada klaster 2, 2 provinsi pada klaster 3 dan 24 provinsi pada klaster 4. Klaster 1 yang berjumlah 3 provinsi adalah penghasil jahe yang paling banyak di Indonesia dan memiliki luas lahan yang paling besar dibandingkan dengan provinsi lainnya.
PENGARUH EKSTRAK ETANOL DAUN BIWA (Eriobotrya japonica (Thunb.) Lindl) TERHADAP PENURUNAN KADAR CREATINE KINASE-MB DAN LACTIC ACID DEHYDROGINASE Nur Fadhilah, Dhea; Nur Irhamni Sabrina; Okpri Meila
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 11 No 1 (2026)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.vi0.1267

Abstract

Daun biwa (Eriobotrya japonica (Thunb.) Lindl) mengandung senyawa antioksidan yang memiliki efek anti-proliperatif, dan kardioprotektif. Aktivitas antioksidan flavonoid bersumber pada kemampuan mendonasikan atom hidrogennya atau melalu kemampuannya mengkelat logam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efek kardioprotektif ekstrak etanol daun biwa terhadap tikus jantan yang diinduksi doksorubisin. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium meliputi uji efek kardioprotektif menggunakan tikus jantan. Parameter yang diukur adalah kadar Creatine Kinase MB (CK-MB) dan Lactic Acid Dehydroginase (LDH). Tikus diinduksi dengan doksorubisin dengan dosis 5 mg/kg bb pada hari ke-7, ke-14, dan ke-21, diberi perlakuan ekstrak etanol daun biwa 150 mg/kg bb, 200 mg/kg bb, dan 250 mg/kg bb selama 21 hari dan dilakukan pengujian kadar CK-MB dan LDH pada hari ke-21 setelah pemberian ekstrak etanol daun biwa. Data dianalisis untk mengatahui perbedakan kadar CK-MB dan LDH pada kelompok perlakuan, positif dan negatif. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol daun biwa mampu menurunkan kadar CK-MB dan LDH dan aktivitas kardioprotektif maksimal, pada dosis 250 mg/kg. Kadar CK-MB kelompok kontrol negatif memiliki perbedaan signifikan (p < 0,05) dengan kelompok normal, kelompok kontrol positif, kelompok perlakuan ekstrak etanol daun biwa dosis 150 mg/kg bb, 200 mg/kg bb, dan 250 mg/kg bb memiliki perbedaan signifikan (p < 0,05) dengan kelompok normal, kelompok kontrol positif, kelompok perlakuan ekstrak etanol daun biwa dosis 150 mg/kg bb, 200 mg/kg bb, dan 250 mg/kg bb. Kesimpulan penelitian ini yaitu ekstrak etanol daun biwa memiliki efek kardioprotektif dengan menghambat kenaikan kadar CK-MB dan LDH pada tikus jantan yang diinduksi doxorubicin.