Izhar, Muhammad Futaki
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Preventif Anti Perundungan dalam Mewujudkan Lingkungan Sekolah Aman di SD Muhammadiyah Merangin Putri, Riska Meisyi; Izhar, Muhammad Futaki; Aprizal, Muhammad; Mardalena
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/pkm.v6i1.4928

Abstract

Bullying is a serious problem still found in elementary schools and has the potential to hinder the psychological, social, and academic development of students. Students' low understanding of the forms, impacts, and consequences of bullying is a factor that drives the importance of early prevention efforts through an educational approach. This Community Service activity aims to increase students' understanding and awareness of bullying behavior as a preventive measure in creating a safe and conducive school environment. The method of implementation of the activity is carried out through preventive education which includes delivering material on the concept and types of bullying, interactive discussions with students, and the use of educational media adapted to the characteristics of elementary school students. The activity was carried out at Muhammadiyah Merangin Elementary School with the main target of students. The results of the activity showed an increase in students' understanding of bullying, the growth of empathy, and awareness to reject and prevent bullying behavior in daily interactions in the school environment. Students also showed a positive response and active participation during the educational process. Based on these results, it can be concluded that preventive anti-bullying education significantly contributes to building student awareness and supporting the creation of a safe, comfortable, and bullying-free school environment.
Implementasi Kebijakan Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Meisyi Putri, riska; Izhar, Muhammad Futaki; Dismawati, Dismawati; Pratiwi, Anggia; Sarinah, Sarinah
Student Journal of Educational Management VOLUME 5 NOMOR 2 DESEMBER 2025
Publisher : Jurusan Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/sjem.v5i2.4630

Abstract

Kurikulum Merdeka merupakan kebijakan baru Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang menekankan fleksibilitas pembelajaran, diferensiasi, serta penguatan karakter dan kompetensi peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah negeri, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta menganalisis dampaknya terhadap proses pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Sumber data meliputi kepala sekolah, guru, siswa, dan dokumen pembelajaran. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi pada Jumat, 21 November 2025, wawancara, serta analisis dokumen. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka telah mengubah orientasi pembelajaran dari teacher-centered menjadi student-centered. Guru berperan sebagai fasilitator yang mendorong siswa aktif bertanya, berdiskusi, mengerjakan proyek, dan mengekspresikan ide secara mandiri. Faktor pendukung implementasi meliputi kepemimpinan kepala sekolah, kesiapan guru, ketersediaan sumber belajar digital, kolaborasi antar guru, pelatihan berkelanjutan, dukungan orang tua dan masyarakat, serta fleksibilitas pengelolaan waktu. Adapun hambatan yang ditemui antara lain pemahaman guru yang belum merata, kolaborasi komunitas belajar yang belum optimal, keterbatasan kompetensi media digital, keterbatasan waktu membuat media, serta minimnya pelatihan teknologi. Dampak penerapan Kurikulum Merdeka terlihat pada meningkatnya keaktifan dan kemandirian siswa, serta pengalaman belajar yang lebih kontekstual, autentik, dan relevan dengan kehidupan nyata, sekaligus memperkuat karakter dan keterampilan abad ke-21 sesuai Profil Pelajar Pancasila.