Faridatul Fuadah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimalisasi Hasil Belajar Lari Estafet melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT) Liridho, Fadhilah; Alvera Septi Maulida Fatma; Evin Helmi Fadhila; Faridatul Fuadah; Nurdhiya Laila Syita; Danang Isworo Wijayanto
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6918

Abstract

Pembelajaran pendidikan jasmani, khususnya materi lari estafet, menuntut penguasaan keterampilan gerak sekaligus kemampuan kerja sama tim dan tanggung jawab individu. Namun, hasil belajar lari estafet di sekolah masih cenderung rendah akibat dominannya pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru dan minim melibatkan siswa secara aktif. Oleh karena itu, diperlukan model pembelajaran yang mampu meningkatkan partisipasi, interaksi, dan hasil belajar siswa. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji dan mendeskripsikan penerapan pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) dalam mengoptimalkan hasil belajar lari estafet pada pembelajaran pendidikan jasmani. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur (library research) melalui penelaahan berbagai sumber ilmiah berupa buku, artikel jurnal nasional dan internasional, serta dokumen relevan yang membahas pembelajaran kooperatif, model NHT, dan pembelajaran lari estafet. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa model pembelajaran NHT berpotensi meningkatkan hasil belajar lari estafet melalui peningkatan keaktifan siswa, kerja sama kelompok, pemahaman teknik, serta tanggung jawab individu dalam tim. Penerapan NHT juga mendukung pengembangan aspek kognitif, psikomotor, dan afektif siswa secara seimbang. Dengan demikian, pembelajaran kooperatif tipe NHT efektif dan relevan untuk diterapkan dalam pembelajaran lari estafet guna mengoptimalkan hasil belajar siswa di pendidikan jasmani.
ANALISIS KECEMASAN DALAM PRAKTIK MICROTEACHING SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP PERFORMA MENGAJAR MAHASISWA PGMI (STUDI PADA KELOMPOK 25) Faridatul Fuadah; Tri Dariyah; Garneta Hematala; Zakaria Aan Riyadi; Adelia Asfi Khalisa; Aryadi Nursantoso
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.7118

Abstract

Pembelajaran adalah suatu proses yang kompleks dan memerlukan berbagai keterpaduan sehingga calon guru harus memiliki keterampilan pedagogik dan profesional yang memadai. Salah satu cara untuk mempersiapkan keterampilan tersebut adalah melalui kegiatan microteaching. Namun, dalam praktiknya, microteaching seringkali menimbulkan rasa cemas pada mahasiswa yang dapat berdampak pada performa mengajar mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis kecemasan yang dialami oleh mahasiswa PGMI Kelompok 25 saat melakukan microteaching, mengidentifikasi penyebab kecemasan, meneliti dampaknya terhadap performa mengajar, serta mendeskripsikan cara mahasiswa mengatasi kecemasan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek dari mahasiswa PGMI Kelompok 25 Universitas Sains Al-Qur’an. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara semi terstruktur secara daring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecemasan mahasiswa meliputi aspek kognitif, fisik, dan manajemen kelas. Faktor utama yang menyebabkan kecemasan adalah ketakutan untuk melakukan kesalahan, penilaian dari dosen dan teman sekelompok, dan kurangnya persiapan mengajar. Kecemasan tersebut berdampak pada penurunan kepercayaan diri, dan penyampaian materi yang kurang optimal. Upaya yang dilakukan mahasiswa untuk mengatasi kecemasan meliputi persiapan yang matang, latihan berulang, penguatan mental, serta dukungan sosial dari lingkungan belajar.