Pembelajaran Pendidikan Jasmani memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan fisik, keterampilan motorik, serta aspek kognitif dan afektif peserta didik. Namun, pencapaian tujuan pembelajaran tersebut sangat dipengaruhi oleh ketepatan model pembelajaran yang digunakan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep, karakteristik, langkah penerapan, manfaat, serta tantangan penggunaan model Direct Instruction dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menelaah berbagai sumber berupa artikel jurnal nasional dan internasional, prosiding, serta buku yang relevan dan terpercaya. Hasil kajian menunjukkan bahwa model Direct Instruction efektif dalam meningkatkan penguasaan keterampilan motorik, pemahaman prosedural gerak, kedisiplinan, serta hasil belajar peserta didik. Model ini sangat sesuai diterapkan pada pembelajaran keterampilan dasar dan teknik olahraga yang memerlukan instruksi yang jelas, terstruktur, dan pengawasan langsung dari guru. Meskipun demikian, penerapan model Direct Instruction masih menghadapi beberapa tantangan, seperti dominasi peran guru, perbedaan kemampuan peserta didik, serta keterbatasan sarana dan prasarana. Oleh karena itu, guru perlu memiliki kemampuan pedagogis yang baik serta mengombinasikan model Direct Instruction dengan pendekatan pembelajaran lain agar pembelajaran Pendidikan Jasmani tetap efektif, menarik, dan bermakna.