Rizqi, Titis Alvanur
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Kelompok PKK Desa Welahan Wetan melalui Penguatan Ekonomi Lokal Berbasis Produk Alam: TOGA-LAMPOT Issusilaningtyas, Elisa; Yunadi, Frisca Dewi; Indratmoko, Septiana; Wijaya, Triyadi Hendra; Mubarak, Zulfikar Yusya; Rizqi, Titis Alvanur; Salsabila, Wilda Adelia; Wulandari, Mutia
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/tm202n38

Abstract

Pemberdayaan kelompok PKK Desa Welahan Wetan merupakan upaya strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi lokal berbasis potensi alam. Sebelum program dilaksanakan, komunitas sasaran menghadapi sejumlah tantangan, antara lain keterbatasan ekonomi rumah tangga, rendahnya keterampilan teknis dalam budidaya tanaman obat, serta belum optimalnya pemanfaatan lahan pekarangan yang relatif sempit. Hasil identifikasi awal menunjukkan bahwa lebih dari 60 persen anggota PKK belum memiliki pengetahuan standar mengenai budidaya Tanaman Obat Keluarga (TOGA), dan sekitar 70 persen pekarangan rumah belum dimanfaatkan secara produktif. Program ini berfokus pada pemanfaatan TOGA dan lahan pekarangan produktif dalam pot (TOGA-LAMPOT) sebagai basis pengembangan produk unggulan berbasis ekonomi lokal. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan anggota PKK secara aktif melalui pemetaan kebutuhan mitra, penyuluhan potensi ekonomi TOGA-LAMPOT, serta pelatihan budidaya dan pengolahan di pekarangan rumah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan teknis peserta, ditandai dengan keberhasilan sekitar 70% anggota PKK dalam mempertahankan minimal tiga jenis tanaman obat hingga akhir program, serta terbentuknya inisiatif pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUB) TOGA-LAMPOT. Pemberdayaan kelompok PKK melalui integrasi TOGA-LAMPOT dan penguatan ekonomi lokal terbukti efektif dalam mengoptimalkan lahan terbatas menjadi sumber daya produktif, sekaligus melestarikan pengetahuan tradisional tentang tanaman obat. Program ini direkomendasikan sebagai model pemberdayaan ekonomi komunitas berbasis produk alam di wilayah pedesaan dengan keterbatasan lahan dan sumber daya. Empowerment of the PKK Group in Welahan Wetan Village through Strengthening the Local Economy Based on Natural Products: TOGA-LAMPOT Abstraks The empowerment of the PKK women’s group in Welahan Wetan Village represents a strategic effort to improve community welfare through strengthening the local economy based on natural resources. Prior to program implementation, the target community faced several challenges, including limited household economic capacity, low technical skills in medicinal plant cultivation, and suboptimal utilization of relatively small home gardens. The initial needs assessment indicated that more than 60 percent of PKK members lacked standardized knowledge of Family Medicinal Plant (TOGA) cultivation, while approximately 70 percent of household yards had not been used productively. This program focused on utilizing TOGA and productive home-garden cultivation in pots (TOGA-LAMPOT) as a foundation for developing value-added local products. A participatory approach was employed, actively involving PKK members through partner needs mapping, education on the economic potential of TOGA-LAMPOT, and hands-on training in home-garden cultivation and processing. The results demonstrated an improvement in participants’ technical skills, as evidenced by approximately 70 percent of PKK members successfully maintaining at least three types of medicinal plants until the end of the program, as well as the initiation of plans to establish a TOGA-LAMPOT Joint Business Group (Kelompok Usaha Bersama). The empowerment of the PKK group through the integration of TOGA-LAMPOT and local economic strengthening proved effective in optimizing limited land into productive resources while preserving traditional knowledge of medicinal plants. This program is recommended as a replicable model for community-based economic empowerment using natural products in rural areas with limited land and resources.