Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Edukasi dan Deteksi Dini Komplikasi Kehamilan dengan Pemeriksaan Laboratorium Septiyaningsih, Rochany; Kusumawati, Dhiah Dwi; Yunadi, Frisca Dewi; Indratmoko, Septiana
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.646 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v1i2.98

Abstract

The World Health Organization (WHO) states that maternal mortality worldwide due to complications during pregnancy and childbirth in 2017 is estimated at around 810 cases. Between 2000 and 2017 there was a decline in the ratio of MMR around the world by 38%. WHO also states that 94% of global maternal deaths occur in low and middle income countries. In Indonesia, maternal deaths due to complications from pregnancy or childbirth every year are estimated at 20,000 mothers died from five million births. Delivery assistance by trained health workers in health facilities can be an effort to reduce MMR and IMR. In addition, awareness of pregnant women is also important for the importance of having a pregnancy with a health worker. This community service aims to increase the knowledge of pregnant women about anemia and to detect early pregnancy complications by laboratory examinations. The target of this activity is 15 pregnant women. The dedication activity is conducting educational activities, laboratory examinations in Tambakreja Village, Cilacap Regency. Based on the results of this activity it was concluded that there was an increase in knowledge of pregnant women about anemia and found 2 pregnant women experiencing anemia from 15 pregnant women and urine examination found all negative pregnant women
Senam Hamil dalam Upaya Persiapan Fisik dalam Persalinan Septiyaningsih, Rochany; Yunadi, Frisca Dewi; Kusumawati, Dhiah Dwi
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1957.034 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v1i2.100

Abstract

One of the health problems in Indonesia is the Maternal Mortality Rate (MMR). The World Health Organization (WHO) states that maternal deaths are deaths that occur during pregnancy, childbirth, or within 42 days postpartum which can be caused either directly or indirectly to pregnancy. Pregnancy is a happiness that can be felt by pregnant women who plan and look forward to it. During pregnancy, changes will occur both physical and psychological changes. Psychological changes also occur in pregnant women especially just before delivery. Pregnant women feel anxious because of hormonal changes and thoughts before delivery. Exercise and relaxation techniques during pregnancy are needed to reduce the anxiety of pregnant women. Pregnant gymnastics is one of the sports activities that mothers can do during pregnancy. The aim of community service is to increase the knowledge of pregnant women about pregnancy exercise and teach pregnancy exercise. The target community service is 10 pregnant women in Tambakreja Village. This service begins with health education about pregnancy exercise and then continues with pregnancy exercise practice. As a result of community service, there was an increase in knowledge by 38% from before counseling to counseling. Pregnant women are also able to practice pregnancy exercises properly.
PENGARUH KADAR HAEMOGLOBIN (HB) IBU TERHADAP PERDARAHAN ANTEPARTUM DI RSUD CILACAP PERIODE TAHUN 2016-2018 sohimah, sohimah; Yunadi, Frisca Dewi
Jurnal Kesehatan Al-Irsyad Vol. 14 No. 2 (2021): Vol. 14, No. 2 Edisi September 2021
Publisher : UPT PPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Al Irsyad Al Islamiyyah Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.318 KB) | DOI: 10.36760/jka.v14i2.192

Abstract

Berdasarkan Laporan World Bank Tahun 2017, dalam sehari ada empat Ibu di Indonesia yang meninggal akibat melahirkan. Angka ini menempatkan Indonesia sebagai Negara dengan angka kematian tertinggi kedua di Asia Tenggara setelah Laos dengan AKI 357 per 100 ribu(WHO, 2017). Penyebab kematian Ibu terdiri dari penyebab langsung dan tidak langsung. Penyebab langsung kematian ibu disebabkan karena perdarahan sampai saat ini masih memegang peranan penting sebagai penyebab utama kematian maternal. Perdarahan dapat terjadi disetiap usia kehamilan, pada kehamilan muda ssering dikaitkan dengan abortus, misscariiage, early pregnancy loss. Perdarahan yang terjadi pada umur kehamilan yang lebih tua terutama setelah melewati trimester III disebut perdarahan antepartum.(WHO, 2017) Survey pendahuluan yang dilakukan pada tanggal 4 Januari 2019 dan didukung data pada Profil Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, selama tahun 2016 sebanyak 25 kasus, 2017 sebanyak 20 kasus dan 22 kasus selama Tahun 2018. Penyebab kematian ibu sebagian besar terjadi pada saat persalinan dan segera setelah persalinan yaitu perdarahan (30,37%), eklampsia (32,97%), infeksi (4,34%), Gangguan sistem peredaran darah 8%, Gangguan metabolism 4,34 %, dan lain-lain 0,87 % .(Endang L Achadi, 2019) Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mengetahui Pengaruh Kadar Hb terhadap kejadian perdarahan antepartum di RSUD Cilacap Tahun 2016 – 2018. Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan metode pendekatan case control yang bertujuan Pengaruh Kadar Hb terhadap kejadian perdarahan antepartum di RSUD Cilacap. Tekhnik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah dengan total sampling dengan kriteria inklusi rekam medik lengkap. Uji statistik yang digunakan adalah Chi-Square. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil analisis Kadar Hb terhadap kejadian perdarahan dengan p value 0.005 yang berarti ada pengaruh faktor Hb terhadap kejadian perdarahan antepartum dengan OR: 1,867. Kesimpulan: Kadar Hb ibu hamil dengan Anemia berpengaruh 1,867 kali lebih besar terhadap perdarahan antepartum dibanding dengan usia yang tidak anemia Key Word : Perdarahan Antepartum, Kadar Hb
KARAKTERISTIK PADA IBU HAMIL DENGAN HIV DI KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN 2015 – 2020 Nurmala, Laifa; Yunadi, Frisca Dewi; Sohimah
SAINS INDONESIANA Vol. 1 No. 1 (2023): Vol. 1, No. 1 Edisi Februari 2023
Publisher : Gamma Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ibu hamil memiliki faktor risiko penularan HIV dari ibu ke anak tetapi penularan HIV dari ibu ke anak dapat dicegah. Adanya peningkatan kasus di tahun 2018,2019 dan 2020. Tujuan Penelitian: Mengetahui gambaran karakteristik pada ibu hamil dengan HIV di Kabupaten Purbalingga periode tahun 2015 – 2020. Metode penelitian menggunakan deskriptif dengan pendekatan cross sectional untuk mengetahui karakteristik ibu hamil dengan HIV di Kabupaten Purbalingga tahun 2015 – 2020. Karakteristik pada ibu hamil dengan HIV di Kabupaten Purbalingga mayoritas usia ibu hamil masuk kategori usia resiko tinggi, memiliki pendidikan dasar, tidak bekerja, ibu hamil memiliki katgori multipara, waktu terdeteksi HIV saat kehamilan, mulai mengkonsumsi ARV pada usia kehamilan < TM3. Dari hasil penelitian di dapatkan beberapa hasil karakteristik yang tidak sesuai dengann penelitian sebelumnya yaitu dalam kategori pendidikan. Perlu inovasi kegiatan, peran aktif dari dinas terkait agar memberikan sosialisai dan penyuluhan terkait upaya pencegahan dan penanganan HIV dalam kehamilan dapat berhasil.
Pelatihan Menanam Apotek Hidup Herbal Medicine Tanaman Burdock Sebagai Upaya Preventif Kejadian Anemia Faizal, Imam Agus; Yunadi, Frisca Dewi; Swandari, Mika Tri Kumala; Savitri, Lisa
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i2.18939

Abstract

Background: Anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih tinggi, terutama pada ibu hamil dan balita. Penelitian ini bertujuan untuk memberdayakan kader melalui pelatihan budidaya tanaman burdock (Arctium lappa L.) sebagai intervensi berbasis apotek hidup dalam upaya pencegahan anemia. Jumlah kasus anemia di Indonesia meningkat dari 37,01% pada 2013 menjadi 48,9% pada 2018, dengan kasus signifikan terjadi pada remaja putri dan anak-anak di Kabupaten Cilacap. Faktor penyebab utama meliputi pola makan yang tidak seimbang, kekurangan zat besi, serta akses layanan kesehatan yang terbatas. Metode: Kegiatan ini dilakukan di Desa Sidanegara dengan pendekatan sosialisasi materi ilmiah, pemberdayaan ibu balita dalam pencegahan stunting, serta pelatihan teknik budidaya burdock. Kader dilatih untuk menanam burdock di pekarangan rumah sebagai sumber pangan fungsional yang kaya zat besi, yang berpotensi meningkatkan kadar hemoglobin dan hematokrit. Evaluasi dilaksanakan melalui observasi praktik, wawancara, dan pendampingan pekarangan secara berkala untuk menjamin keberlanjutan program. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa kader memahami manfaat tanaman burdock menunjukkan bahwa pengetahuan kader telah meningkat, dengan nilai rata-rata post-test 93, dan mampu menerapkan teknik budidaya secara mandiri. Selain itu, tercipta lahan apotek hidup yang meningkatkan ketahanan gizi dan kesadaran masyarakat terhadap pemanfaatan herbal sebagai solusi kesehatan jangka panjang. Kesimpulan: Program ini berkontribusi pada pemberdayaan kader, penguatan ketahanan pangan lokal, serta pencegahan anemia berbasis komunitas. Pendekatan terpadu ini efektif diterapkan di Desa Sidanegara sebagai model intervensi kesehatan berkelanjutan.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEJADIAN ANEMIA DALAM KEHAMILAN Septiyaningsih, Rochany; Yunadi, Frisca Dewi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v6i1.126

Abstract

Anemia dalam kehamilan disebut “potential danger to mother and child”. Dampak anemia dalam kehamilan dapat terjadi abortus, persalinan prematur, hambatan tumbuh kembang janin dalam rahim, perdarahan antepartum, ketuban pecah dini (KPD), gangguan his, kala pertama berlangsung lama dan terjadi partus lama, perdarahan, infeksi purperium dan pengeluaran ASI berkurang. Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya anemia dalam kehamilan diantaranya paritas, umur, tingkat pengetahuan, status ekonomi, tingkat pendidikan dan kepatuhan minum tablet Fe. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko anemia pada ibu hamil. Metode penelitian ini analitik dengan pendekatan cross sectional dan teknik accidental sampling sejumlah 60 ibu hamil. Analisis bivariat menggunakan Chi Square dan multivariat menggunakan Regresi Logistik. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang bermakna secara statistik antara faktor umur ibu (p-value: 0,000), paritas (p-value: 0,011), pengetahuan (p-value: 0,020), status gizi (p-value: 0,021) dan kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe (p-value: 0,040) dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian anemia pada ibu hamil adalah faktor status gizi (p-value: 0,025). Kesimpulan: Ada hubungan yang bermakna secara statistik antara faktor umur ibu, paritas, pengetahuan, status gizi dan kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil dan faktor yang paling berpengaruh adalah faktor status gizi.
The Development of A Mini Autoclave for Bubur Ceria MPASI Products as an Alternative to Prevent Growth Retardation Faizal, Imam Agus; Nugroho, Yusuf Eko; Yunadi, Frisca Dewi
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v12i3.12810

Abstract

Background: Prinsip hygiene dan sanitasi makanan merupakan bentuk upaya pencegahan penyakit pada manusia. Mitra pengabdian ini yaitu “Bubur Bayi Sehat Ceria” yang sudah banyak berkontribusi dalam pencegahan stunting sebagai MPASI. Tujuan Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP) pengabdian ini yaitu menginovasi pengemasan bubur dari cup plastic ke autoclavable pouch agar bubur lebih awet dan tahan lama dan menerapan teknologi berbasis mini autoklaf saat bubur dikemas agar lebih higienis dan steril terhadap patogen. Metode: Pelaksananaan PMP dimulai survei awal dan akad kerjasama mitra dengan pihak mitra kerjasama dengan Metode Focus Group Discussion (FGD). Sosialisasi materi dan Pelatihan di Audotorium dan Laboratatorium Mikrobiologi Universitas Al-Irsyad Cilacap. Evaluasi pelaksanaan dan keberlanjutan kegiatan PMP. Hasil: Terlaksana sosialisasi materi dan pelatihan pengemasan bubur ceria dengan teknologi autoclavable pouch. Sebanyak 30% setuju dan 70% memilih setuju sekali terkait penilaian kemasan dan leaflet baru bubur ceria. Kesimpulan: Pengemasan bubur dengan autoclavable pouch menjadikan bubur lebih higienis steril, dan tahan lama.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Pengembangan Kelompok Ternak Lebah Madu untuk Penguatan Ekonomi Lokal Berbasis Produk Alam : Madu Yunadi, Frisca Dewi; Indratmoko, Septiana; Issusilaningtyas, Elisa; Wijaya, Triyadi Hendra; Aji, Ajeng Puspo; Tahya, Khofifah; Rizkya, Dayna; Muslimah, Gadizza
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/tc54q653

Abstract

Pemberdayaan ekonomi lokal berbasis potensi sumber daya alam merupakan strategi penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat perdesaan secara berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas teknis dan manajerial kelompok ternak lebah madu KUBE Banyu Aji di Desa Welahan Wetan, Kabupaten Cilacap, melalui pengembangan madu sebagai produk unggulan desa. Program dilaksanakan selama enam bulan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA), meliputi identifikasi kebutuhan dan potensi lokal, pelatihan teknis budidaya lebah madu, pendampingan produksi, penguatan manajemen usaha, serta evaluasi partisipatif. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test, observasi lapangan, diskusi kelompok terarah, dan survei pendapatan rumah tangga. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan keterampilan teknis peternak, dengan skor rata-rata pre-test sebesar 35–45 meningkat menjadi 75–82 pada post-test. Peningkatan terbesar terjadi pada aspek teknik panen madu higienis dan manajemen koloni lebah. Observasi lapangan mengonfirmasi perbaikan praktik pemeliharaan sarang, penggunaan alat panen berbahan stainless steel, serta pengemasan madu sesuai standar mutu. Selain itu, kelompok berhasil mengembangkan produk turunan seperti madu herbal dan salep propolis serta memperluas jaringan pemasaran melalui koperasi desa dan pelaku usaha lokal. Dampak ekonomi menunjukkan peningkatan pendapatan rumah tangga peternak sebesar 30–45%. Program ini memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat dan berpotensi direplikasi di desa lain dengan karakteristik serupa. Community Empowerment through the Development of Honey Bee Farming Groups to Strengthen the Local Economy Based on Natural Products: Honey Abstract Community empowerment based on local natural resource potential is a key strategy for strengthening sustainable rural economies. This community service program aimed to enhance the technical and managerial capacities of the honey bee farming group KUBE Banyu Aji in Welahan Wetan Village, Cilacap Regency, by developing honey as a flagship local product. The program was implemented over six months using a Participatory Rural Appraisal (PRA) approach, including needs and potential assessment, technical training in honey bee cultivation, production mentoring, business management strengthening, and participatory evaluation. Data were collected through pre-test and post-test assessments, field observations, focus group discussions, and household income surveys. Quantitative results indicated a significant improvement in participants’ technical skills, with average pre-test scores ranging from 35–45 and post-test scores increasing to 75–82. The most notable improvements were observed in hygienic honey harvesting techniques and colony management practices. Qualitative field observations confirmed better hive sanitation, use of stainless steel harvesting equipment, and standardized honey packaging. In addition, the group successfully developed value-added honey products, such as herbal honey and propolis ointment, and expanded market access through collaboration with village cooperatives and local businesses. Economic impact assessment showed an increase in household income of 30–45%. This program strengthened community economic independence and demonstrates strong potential for replication in other rural areas with similar ecological conditions.
Pemberdayaan Kelompok PKK Desa Welahan Wetan melalui Penguatan Ekonomi Lokal Berbasis Produk Alam: TOGA-LAMPOT Issusilaningtyas, Elisa; Yunadi, Frisca Dewi; Indratmoko, Septiana; Wijaya, Triyadi Hendra; Mubarak, Zulfikar Yusya; Rizqi, Titis Alvanur; Salsabila, Wilda Adelia; Wulandari, Mutia
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/tm202n38

Abstract

Pemberdayaan kelompok PKK Desa Welahan Wetan merupakan upaya strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi lokal berbasis potensi alam. Sebelum program dilaksanakan, komunitas sasaran menghadapi sejumlah tantangan, antara lain keterbatasan ekonomi rumah tangga, rendahnya keterampilan teknis dalam budidaya tanaman obat, serta belum optimalnya pemanfaatan lahan pekarangan yang relatif sempit. Hasil identifikasi awal menunjukkan bahwa lebih dari 60 persen anggota PKK belum memiliki pengetahuan standar mengenai budidaya Tanaman Obat Keluarga (TOGA), dan sekitar 70 persen pekarangan rumah belum dimanfaatkan secara produktif. Program ini berfokus pada pemanfaatan TOGA dan lahan pekarangan produktif dalam pot (TOGA-LAMPOT) sebagai basis pengembangan produk unggulan berbasis ekonomi lokal. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan anggota PKK secara aktif melalui pemetaan kebutuhan mitra, penyuluhan potensi ekonomi TOGA-LAMPOT, serta pelatihan budidaya dan pengolahan di pekarangan rumah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan teknis peserta, ditandai dengan keberhasilan sekitar 70% anggota PKK dalam mempertahankan minimal tiga jenis tanaman obat hingga akhir program, serta terbentuknya inisiatif pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUB) TOGA-LAMPOT. Pemberdayaan kelompok PKK melalui integrasi TOGA-LAMPOT dan penguatan ekonomi lokal terbukti efektif dalam mengoptimalkan lahan terbatas menjadi sumber daya produktif, sekaligus melestarikan pengetahuan tradisional tentang tanaman obat. Program ini direkomendasikan sebagai model pemberdayaan ekonomi komunitas berbasis produk alam di wilayah pedesaan dengan keterbatasan lahan dan sumber daya. Empowerment of the PKK Group in Welahan Wetan Village through Strengthening the Local Economy Based on Natural Products: TOGA-LAMPOT Abstraks The empowerment of the PKK women’s group in Welahan Wetan Village represents a strategic effort to improve community welfare through strengthening the local economy based on natural resources. Prior to program implementation, the target community faced several challenges, including limited household economic capacity, low technical skills in medicinal plant cultivation, and suboptimal utilization of relatively small home gardens. The initial needs assessment indicated that more than 60 percent of PKK members lacked standardized knowledge of Family Medicinal Plant (TOGA) cultivation, while approximately 70 percent of household yards had not been used productively. This program focused on utilizing TOGA and productive home-garden cultivation in pots (TOGA-LAMPOT) as a foundation for developing value-added local products. A participatory approach was employed, actively involving PKK members through partner needs mapping, education on the economic potential of TOGA-LAMPOT, and hands-on training in home-garden cultivation and processing. The results demonstrated an improvement in participants’ technical skills, as evidenced by approximately 70 percent of PKK members successfully maintaining at least three types of medicinal plants until the end of the program, as well as the initiation of plans to establish a TOGA-LAMPOT Joint Business Group (Kelompok Usaha Bersama). The empowerment of the PKK group through the integration of TOGA-LAMPOT and local economic strengthening proved effective in optimizing limited land into productive resources while preserving traditional knowledge of medicinal plants. This program is recommended as a replicable model for community-based economic empowerment using natural products in rural areas with limited land and resources.