Peningkatan timbulan sampah rumah tangga di Kabupaten Sumbawa belum diimbangi dengan penerapan pengelolaan sampah yang berorientasi pada prinsip reduce, reuse, dan recycle (3R). Kondisi ini menyebabkan pengelolaan sampah masih bertumpu pada pengangkutan dan pembuangan akhir, sehingga berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan yang berkelanjutan. Partisipasi masyarakat menjadi faktor kunci dalam keberhasilan pengelolaan sampah berbasis 3R, namun tingkat keterlibatannya di tingkat rumah tangga belum diketahui secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan sampah rumah tangga berbasis 3R serta tingkat partisipasi masyarakat di Kabupaten Sumbawa. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods deskriptif dengan pengumpulan data melalui kuesioner skala Likert, observasi lapangan, dan wawancara. Responden penelitian berjumlah 320 rumah tangga yang tersebar di Kecamatan Sumbawa dan Kecamatan Unter Iwes. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif untuk mengukur tingkat partisipasi masyarakat dan secara kualitatif untuk menggambarkan praktik pengelolaan sampah berbasis 3R di tingkat rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sampah rumah tangga berbasis 3R belum berjalan optimal, terutama pada aspek pemilahan dan pengolahan sampah di sumber. Tingkat partisipasi masyarakat berada pada kategori sedang, dengan keterlibatan yang lebih tinggi pada kegiatan pembuangan sampah dibandingkan kegiatan pengurangan dan daur ulang. Temuan ini signifikan sebagai dasar perumusan strategi peningkatan pengelolaan sampah berbasis 3R melalui penguatan partisipasi masyarakat dan dukungan kelembagaan di tingkat lokal.