Marzuki, Aqilah Zalsabilla
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Remaja Pesantren melalui Inovasi Es Krim Daun Kelor untuk Pencegahan Anemia: Empowering Islamic Boarding School Youth through Moringa Leaf Ice Cream Innovation to Prevent Anemia Marzuki, Aqilah Zalsabilla; Azisah, Nur Fitrah; Rijal, Indana Zulfa; Muis, Malik Fajar; Aminarti, Dian; Yusuf , Rezky Aulia
Journal of Sustainable Community Practices Vol. 2 No. 1 (2025): April
Publisher : CV. Global Health Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65280/jscp.v2i1.3

Abstract

Abstrak Pondok Pesantren Wihdatul Ulum YW-UMI, yang terletak di Kabupaten Gowa, menunjukkan adanya indikasi anemia pada remaja putri. Hal ini dibuktikan melalui hasil diskusi dengan kepala sekolah yang mengungkapkan bahwa remaja putri sering kurang bersemangat dan kurang konsentrasi saat belajar. Selain itu, kebiasaan jajan sembarangan turut terjadi di pondok pesantren tersebut. Melihat kondisi tersebut, tim PKM-PM menjadikan remaja putri usia 12–17 tahun di pesantren tersebut sebagai sasaran pengabdian masyarakat. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan mereka dalam upaya pencegahan anemia melalui sosialisasi dan pelatihan pembuatan es krim dari bahan daun kelor serta pembentukan Duta Cegah Anemia untuk keberlanjutan program ini. Program ini dilaksanakan dalam tiga tahap: persiapan, pelaksanaan kegiatan inti (sosialisasi, pelatihan, dan pemilihan Duta Cegah Anemia), serta pembentukan Duta Cegah Anemia sebagai peer educator. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 15-19 Juni 2024. Hasil kegiatan menunjukkan keberhasilan pelaksanaan sosialisasi yang meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai anemia, pelatihan pembuatan es krim daun kelor yang menambah keterampilan mereka, serta terpilihnya Duta Cegah Anemia yang akan terus berkoordinasi dengan pihak pondok dalam monitoring konsumsi olahan daun kelor. Kegiatan ini memberikan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga melatih jiwa kepemimpinan dan kemampuan public speaking Duta Cegah Anemia untuk keberlanjutan program di masa mendatang. Kata kunci:  Anemia, Pencegahan, Daun Kelor Abstract Wihdatul Ulum YW-UMI Islamic Boarding School, located in Gowa Regency, has shown signs of anemia among adolescent girls. This was revealed through discussions with the school principal, who noted that many female students often lacked enthusiasm and concentration during learning. Additionally, unhealthy snacking habits were commonly observed at the boarding school. In response to this situation, the PKM-PM team targeted female students aged 12–17 as the focus of their community service program. The aim was to increase their knowledge of anemia prevention through educational sessions and training in making ice cream from moringa leaves, as well as forming “Anemia Prevention Ambassadors” to ensure the program’s sustainability. The program was carried out in three phases: preparation, implementation of core activities (socialization, training, and ambassador selection), and the establishment of peer educators. Activities were conducted from June 15–19, 2024. The results showed that the socialization phase successfully increased the girls' knowledge about anemia, the training improved their practical skills in processing moringa leaves, and ambassadors were elected to work closely with the school in monitoring moringa-based food consumption. This program not only provided knowledge and skills, but also developed the leadership and public speaking abilities of the ambassadors to ensure the program's continuity in the future. Keywords: Anaemia, Prevention, Moringa leaves  
Penyuluhan dan praktik pembuatan makanan pendamping ASI (MP-ASI) pada warga Desa Pucak Maros: Counseling and practice of making complementary foods for breast milk (MP-ASI) for residents of Pucak Village, Maros Marzuki, Aqilah Zalsabilla; Jerfatin, Chintia Ayu; Zikrina, Nadya Nur
Journal of Sustainable Community Practices Vol. 1 No. 1 (2024): April
Publisher : CV. Global Health Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65280/jscp.v1i1.10

Abstract

Abstrak Kegiatan penyuluhan dan praktik pembuatan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) dilakukan di Desa Pucak Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya ASI dan MP-ASI yang sesuai dengan standar gizi bayi. Sebelum intervensi dilakukan, masyarakat diberikan pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal. Setelah itu dilakukan penyuluhan dengan media audiovisual dan praktik langsung pembuatan MP-ASI menggunakan bahan lokal yang bergizi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan masyarakat, di mana nilai post-test seluruh peserta meningkat pada setiap indikator. Rata-rata jawaban benar meningkat dari 40% menjadi lebih dari 90% setelah penyuluhan. Hal ini menunjukkan efektivitas pendekatan edukatif partisipatif dalam mengubah perilaku dan pengetahuan masyarakat mengenai pemberian MP-ASI yang benar. Kegiatan ini diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan untuk mendukung peningkatan status gizi bayi dan balita di wilayah pedesaan. Kata kunci: MP-ASI, penyuluhan gizi, pengetahuan masyarakat, pemberdayaan masyarakat  Abstract A counselling and practical session on Complementary Feeding for Breast Milk (MP-ASI) was conducted in Pucak Village, Tompobulu District, Maros Regency, to improve community knowledge on appropriate breastfeeding and complementary feeding practices. Before the intervention, participants completed a pre-test to assess baseline understanding. The session involved audiovisual-based education and hands-on training on preparing nutritious MP-ASI using local ingredients. Results indicated a significant improvement in participants’ knowledge, with post-test scores showing over 90% accuracy compared to an average of 40% in the pre-test. This demonstrates the effectiveness of participatory educational approaches in enhancing maternal awareness and proper MP-ASI practices. Such community-based interventions are expected to contribute to improved infant and toddler nutritional status in rural areas.  Keywords: complementary feeding, nutrition counselling, community knowledge, community empowerment