Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengolahan Ikan Nila Menjadi Dimsum dan Nugget Upaya Menekan Laju Angka Stunting di Desa Tamangapa Kecamatan Ma’rang Kabupaten Pangkep Puspitasari, Ayu; Yusuf, Rezky Aulia; Putra, Wudi Darul; Rifai, Didit Fachri; Muis, Malik Fajar; Arif, Arif; Zikrina, Nadya Nur; Sakinah, Nurul; Nurhikmawati, Nurhikmawati
Abdimas Galuh Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i2.15787

Abstract

Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat ini berupa edukasi materi pencegahan stunting, pelatihan deteksi dini stunting dan pelatihan pengolahan ikan menjadi dimsum dan nugget. Kegiatan ini bertujuan agar angka kejadian stunting yang cukup tinggi di Desa Tamangapa dapat menurun. Pelaksanaan Edukasi dan pelatihan ini dilakukan di Aula Desa Tamangapa Kecamatan Ma’rang Kabupaten Pangkep. Pada rangkaian kegiatan ini, metode yang digunakan bukan hanya pemaparan materi pencegahan stunting. Namun, peserta juga dilatih mengukur panjang dan berat badan balita secara benar untuk penentuan stunting. Selain itu, peserta dilatih untuk membuat olahan ikan menjadi dimsum dan nugget yang bergizi. Dengan pelaksanaan pengabdian masyarakat ini, diharapkan ilmu yang didapatkan oleh peserta yang juga merupakan kader kesehatan dapat sampai kepada masyarakat luas terkhusus Desa Tamangapa agar, angka kejadian stunting dapat menurun. Kata kunci: Nugget ikan; Dimsum Ikan; Protein Hewani; Stunting
Pemberdayaan Remaja Pesantren melalui Inovasi Es Krim Daun Kelor untuk Pencegahan Anemia: Empowering Islamic Boarding School Youth through Moringa Leaf Ice Cream Innovation to Prevent Anemia Marzuki, Aqilah Zalsabilla; Azisah, Nur Fitrah; Rijal, Indana Zulfa; Muis, Malik Fajar; Aminarti, Dian; Yusuf , Rezky Aulia
Journal of Sustainable Community Practices Vol. 2 No. 1 (2025): April
Publisher : CV. Global Health Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65280/jscp.v2i1.3

Abstract

Abstrak Pondok Pesantren Wihdatul Ulum YW-UMI, yang terletak di Kabupaten Gowa, menunjukkan adanya indikasi anemia pada remaja putri. Hal ini dibuktikan melalui hasil diskusi dengan kepala sekolah yang mengungkapkan bahwa remaja putri sering kurang bersemangat dan kurang konsentrasi saat belajar. Selain itu, kebiasaan jajan sembarangan turut terjadi di pondok pesantren tersebut. Melihat kondisi tersebut, tim PKM-PM menjadikan remaja putri usia 12–17 tahun di pesantren tersebut sebagai sasaran pengabdian masyarakat. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan mereka dalam upaya pencegahan anemia melalui sosialisasi dan pelatihan pembuatan es krim dari bahan daun kelor serta pembentukan Duta Cegah Anemia untuk keberlanjutan program ini. Program ini dilaksanakan dalam tiga tahap: persiapan, pelaksanaan kegiatan inti (sosialisasi, pelatihan, dan pemilihan Duta Cegah Anemia), serta pembentukan Duta Cegah Anemia sebagai peer educator. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 15-19 Juni 2024. Hasil kegiatan menunjukkan keberhasilan pelaksanaan sosialisasi yang meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai anemia, pelatihan pembuatan es krim daun kelor yang menambah keterampilan mereka, serta terpilihnya Duta Cegah Anemia yang akan terus berkoordinasi dengan pihak pondok dalam monitoring konsumsi olahan daun kelor. Kegiatan ini memberikan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga melatih jiwa kepemimpinan dan kemampuan public speaking Duta Cegah Anemia untuk keberlanjutan program di masa mendatang. Kata kunci:  Anemia, Pencegahan, Daun Kelor Abstract Wihdatul Ulum YW-UMI Islamic Boarding School, located in Gowa Regency, has shown signs of anemia among adolescent girls. This was revealed through discussions with the school principal, who noted that many female students often lacked enthusiasm and concentration during learning. Additionally, unhealthy snacking habits were commonly observed at the boarding school. In response to this situation, the PKM-PM team targeted female students aged 12–17 as the focus of their community service program. The aim was to increase their knowledge of anemia prevention through educational sessions and training in making ice cream from moringa leaves, as well as forming “Anemia Prevention Ambassadors” to ensure the program’s sustainability. The program was carried out in three phases: preparation, implementation of core activities (socialization, training, and ambassador selection), and the establishment of peer educators. Activities were conducted from June 15–19, 2024. The results showed that the socialization phase successfully increased the girls' knowledge about anemia, the training improved their practical skills in processing moringa leaves, and ambassadors were elected to work closely with the school in monitoring moringa-based food consumption. This program not only provided knowledge and skills, but also developed the leadership and public speaking abilities of the ambassadors to ensure the program's continuity in the future. Keywords: Anaemia, Prevention, Moringa leaves