Adolescence brings substantial emotional dynamics that frequently disrupt students' learning processes and social relationships, particularly in vocational secondary schools. SMK Marga Insan Kamil, an Islamic-based vocational school, has not yet established a formal and structured guidance and counseling (BK) service, even though students face emotional pressure stemming from family conflict, economic hardship, and peer relations. This study aims to analyze the needs for a guidance and counseling program to develop students' emotional intelligence based on Islamic values at SMK Marga Insan Kamil. A descriptive qualitative approach was employed, with data collected through semi-structured interviews with the student affairs coordinator, an Islamic education teacher, and four students, then analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that students require an accessible, safe, and trustworthy counseling service, since emotional problems have so far been handled incidentally by homeroom teachers, the student affairs unit, and Islamic education teachers without a dedicated counselor. Islamic values already practiced at the school, such as the culture of smiling, greeting, self-regulation through istighfar, and congregational prayer, have proven effective in strengthening students' self-awareness, empathy, and self-regulation, which are core dimensions of emotional intelligence. Based on these findings, five recommended programs are proposed: Islamic-based individual counseling, group counseling, reflective literacy activities, spiritual reinforcement, and teacher mentoring. The study concludes that a structured, Islamic value-based guidance and counseling program is both necessary and feasible to support students' emotional and character development at SMK Marga Insan Kamil. Keywords: guidance and counseling; emotional intelligence; Islamic values; vocational school; needs analysis ABSTRAK Masa remaja menghadirkan dinamika emosional yang signifikan dan kerap mengganggu proses belajar serta relasi sosial siswa, terutama di sekolah menengah kejuruan. SMK Marga Insan Kamil sebagai lembaga pendidikan kejuruan berbasis nilai Islam belum memiliki layanan bimbingan dan konseling (BK) formal yang terstruktur, padahal siswa menghadapi tekanan emosional yang bersumber dari konflik keluarga, kondisi ekonomi, dan relasi pertemanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan program bimbingan dan konseling untuk pengembangan kecerdasan emosional siswa berbasis nilai-nilai Islam di SMK Marga Insan Kamil. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara kepada bidang kesiswaan, guru Pendidikan Agama Islam, dan empat siswa, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa membutuhkan layanan konseling yang aktif, mudah diakses, dan menjamin rasa aman, karena penanganan persoalan emosional selama ini masih dilakukan secara insidental oleh wali kelas, kesiswaan, dan guru PAI tanpa kehadiran konselor khusus. Nilai-nilai Islam yang telah dipraktikkan di sekolah, seperti budaya senyum, sapa, salam, pengendalian diri melalui istighfar, dan shalat berjamaah, terbukti efektif memperkuat kesadaran diri, empati, dan regulasi emosi siswa sebagai dimensi inti kecerdasan emosional. Berdasarkan temuan tersebut, dirumuskan lima rekomendasi program, yaitu konseling individual Islami, konseling kelompok, literasi reflektif, penguatan spiritual, dan mentoring guru. Penelitian ini menyimpulkan bahwa program bimbingan dan konseling berbasis nilai Islam yang terstruktur layak dan perlu diterapkan untuk mendukung perkembangan emosional serta karakter siswa di SMK Marga Insan Kamil. Kata Kunci: bimbingan konseling; kecerdasan emosional; nilai-nilai Islam; sekolah menengah kejuruan; analisis kebutuhan