Iis Mulyani
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN ASESMEN DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN PAI Eliva Sukma Cipta; Siti Asiah Nurfadillah; Asep Muhammad Irfan Hilmi; Iis Mulyani; Muhammad Endang Szafei
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.49732

Abstract

  The Industrial Revolution 4.0 has driven significant transformation in educational assessment, including in Islamic Religious Education (PAI). Conventional assessments are often episodic, narrow, and fail to capture affective and spiritual domains. This study aims to analyze the implementation and implications of digital assessment in PAI learning through a field research approach. The research employs a qualitative descriptive approach with direct observations, interviews, and documentation at SMAN 1 Cicalengka. The research subject was one PAI teacher and students in grades X-XII. Data collection techniques included classroom observation, teacher interviews, and analysis of assessment documents. The results indicate that digital assessment through Google Forms and Quizizz has been successfully implemented, offering advantages such as efficiency, real-time feedback, increased student engagement, and ease of grade recording. However, challenges include internet connectivity issues, limited student data quotas, and maintaining student focus during digital assessments. The implications are that digital assessment can strengthen learning effectiveness when designed with proper pedagogical support and infrastructure readiness. The novelty lies in combining theoretical understanding with practical field implementation of digital assessment in Indonesian Islamic Education contexts. This study recommends strengthening infrastructure support, providing continuous teacher training, and developing monitoring strategies to ensure optimal implementation of digital assessments.   Keywords: Digital assessment, Islamic Religious Education, field research, learning evaluation, educational technology   ABSTRAK Revolusi Industri 4.0 telah mendorong transformasi signifikan dalam asesmen pendidikan, termasuk dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Asesmen konvensional cenderung bersifat episodik, sempit, dan kurang menjangkau ranah afektif serta spiritual. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi dan implikasi asesmen digital dalam pembelajaran PAI melalui pendekatan penelitian lapangan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi di SMAN 1 Cicalengka. Subjek penelitian adalah satu guru PAI dan siswa kelas X-XII. Teknik pengumpulan data meliputi observasi pembelajaran, wawancara guru, dan analisis dokumen asesmen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen digital melalui Google Forms dan Quizizz telah berhasil diimplementasikan, menawarkan keunggulan efisiensi, umpan balik real-time, peningkatan keterlibatan siswa, dan kemudahan pencatatan nilai. Namun, tantangan yang dihadapi meliputi ketidakstabilan koneksi internet, keterbatasan kuota data siswa, dan pemeliharaan fokus siswa selama asesmen digital berlangsung. Implikasinya, asesmen digital dapat memperkuat efektivitas pembelajaran ketika dirancang dengan dukungan pedagogis yang tepat dan kesiapan infrastruktur yang memadai. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggabungan pemahaman teoretis dengan implementasi praktis lapangan asesmen digital dalam konteks Pendidikan Agama Islam Indonesia. Penelitian ini merekomendasikan penguatan dukungan infrastruktur, pemberian pelatihan berkelanjutan bagi guru, dan pengembangan strategi pengawasan untuk memastikan implementasi asesmen digital yang optimal.   Kata Kunci: Asesmen digital, Pendidikan Agama Islam, penelitian lapangan, evaluasi pembelajaran, teknologi pendidikan
ANALISIS KEBUTUHAN PROGRAM BIMBINGAN KONSELING UNTUK PENGEMBANGAN KECERDASAN EMOSIONAL SISWA BERBASIS NILAI-NILAI ISLAM DI SMK MARGA INSAN KAMIL Wiwik Dyah Aryani; Neneng Sulastri; Siti Asiah Nurfadillah; Iis Mulyani; Muhammad Syakir
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 No. 03, September 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.58689

Abstract

  Adolescence brings substantial emotional dynamics that frequently disrupt students' learning processes and social relationships, particularly in vocational secondary schools. SMK Marga Insan Kamil, an Islamic-based vocational school, has not yet established a formal and structured guidance and counseling (BK) service, even though students face emotional pressure stemming from family conflict, economic hardship, and peer relations. This study aims to analyze the needs for a guidance and counseling program to develop students' emotional intelligence based on Islamic values at SMK Marga Insan Kamil. A descriptive qualitative approach was employed, with data collected through semi-structured interviews with the student affairs coordinator, an Islamic education teacher, and four students, then analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that students require an accessible, safe, and trustworthy counseling service, since emotional problems have so far been handled incidentally by homeroom teachers, the student affairs unit, and Islamic education teachers without a dedicated counselor. Islamic values already practiced at the school, such as the culture of smiling, greeting, self-regulation through istighfar, and congregational prayer, have proven effective in strengthening students' self-awareness, empathy, and self-regulation, which are core dimensions of emotional intelligence. Based on these findings, five recommended programs are proposed: Islamic-based individual counseling, group counseling, reflective literacy activities, spiritual reinforcement, and teacher mentoring. The study concludes that a structured, Islamic value-based guidance and counseling program is both necessary and feasible to support students' emotional and character development at SMK Marga Insan Kamil. Keywords: guidance and counseling; emotional intelligence; Islamic values; vocational school; needs analysis ABSTRAK Masa remaja menghadirkan dinamika emosional yang signifikan dan kerap mengganggu proses belajar serta relasi sosial siswa, terutama di sekolah menengah kejuruan. SMK Marga Insan Kamil sebagai lembaga pendidikan kejuruan berbasis nilai Islam belum memiliki layanan bimbingan dan konseling (BK) formal yang terstruktur, padahal siswa menghadapi tekanan emosional yang bersumber dari konflik keluarga, kondisi ekonomi, dan relasi pertemanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan program bimbingan dan konseling untuk pengembangan kecerdasan emosional siswa berbasis nilai-nilai Islam di SMK Marga Insan Kamil. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara kepada bidang kesiswaan, guru Pendidikan Agama Islam, dan empat siswa, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa membutuhkan layanan konseling yang aktif, mudah diakses, dan menjamin rasa aman, karena penanganan persoalan emosional selama ini masih dilakukan secara insidental oleh wali kelas, kesiswaan, dan guru PAI tanpa kehadiran konselor khusus. Nilai-nilai Islam yang telah dipraktikkan di sekolah, seperti budaya senyum, sapa, salam, pengendalian diri melalui istighfar, dan shalat berjamaah, terbukti efektif memperkuat kesadaran diri, empati, dan regulasi emosi siswa sebagai dimensi inti kecerdasan emosional. Berdasarkan temuan tersebut, dirumuskan lima rekomendasi program, yaitu konseling individual Islami, konseling kelompok, literasi reflektif, penguatan spiritual, dan mentoring guru. Penelitian ini menyimpulkan bahwa program bimbingan dan konseling berbasis nilai Islam yang terstruktur layak dan perlu diterapkan untuk mendukung perkembangan emosional serta karakter siswa di SMK Marga Insan Kamil. Kata Kunci: bimbingan konseling; kecerdasan emosional; nilai-nilai Islam; sekolah menengah kejuruan; analisis kebutuhan