Abstrak: Sebanyak 17% penduduk Indonesia merupakan remaja 10-19 tahun, dan 80% diantaranya aktif menggunakan media sosial. Studi kepada siswa di Sekolah Menengah Atas 80% siswa menggunakan media sosial dan lebih dari 5 jam perhari. Meskipun bermanfaat sebagai sumber informasi, komunikasi, dan hiburan, namun berpotensi menimbulkan gangguan belajar dan masalah psikologis akibat kecanduan. WHO mencatat bahwa 20% anak dan remaja di dunia mengalami masalah kesehatan mental, terutama usia 15–29 tahun. Salah satu upaya pencegahan dampak negatif media sosial adalah dengan mengadakan kegiatan penyuluhan. Penyuluhan bertujuan meningkatkan pemahaman remaja mengenai dampak negatif penggunaan media sosial terhadap kesehatan mental. Kegiatan ini melibatkan 50 siswa dengan metode ceramah dan diskusi. Metode evaluasi menggunakan pretes dan postes. Hasilnya menunjukkan terjadi peningkatan nilai rata-rata dari 66,6% (pretes) menjadi 93,0% (postes). Temuan ini membuktikan bahwa penyuluhan sangat efektif meningkatkan pengetahun remaja tentang dampak negatif media sosial dan cara pencegahannya. Kegiatan ini juga mendorong remaja lebih bijak dan sehat dalam bermedia sosial.Abstract: As many as 17% of Indonesia's population are teenagers aged 10-19, and 80% of them actively use social media. Learning from high school students shows that 80% of students use social media, spending more than 5 hours per day. Although useful as a source of information, communication, and entertainment, it has the potential to cause learning disorders and psychological problems due to addiction. The WHO notes that 20% of children and adolescents worldwide experience mental health problems, especially those aged 15-29. One effort to prevent the negative impacts of social media is through counseling activities. The counseling aims to increase adolescents' understanding of the negative impacts of social media use on mental health. This activity involved 50 students using lecture and discussion methods. The evaluation method used a pretest and posttest. The results showed an increase in the average score from 66.6% (pretest) to 93.0% (posttest). These findings prove that counseling is very effective in increasing adolescents' knowledge about the negative impacts of social media and how to prevent them. This activity also encourages adolescents to be wiser and healthier in using social media.