Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

DESCRIPTIVE ANALYSIS OF ADOLESCENT KNOWLEDGE ABOUT STUNTING Saputri, Reny Eka; Mutiarawati, Mutiarawati
Jurnal Smart Kebidanan Vol. 12 No. 1 (2025): JUNE 2025
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/jskb.v12i1.190

Abstract

Handling stunting cases is still a major focus in Indonesia. Stunting as a public health problem related to chronic malnutrition in children has become an important issue in Indonesia, especially among adolescent age groups who can contribute to the prevention of stunting in the future. This study aims to determine the description of adolescent knowledge about stunting. This study uses a quantitative descriptive approach with a survey through a questionnaire. The population of all class X students at MAN Kota Tegal was 467 people. Determination of the sample using the Slovin formula, the number of research samples was 215 people. Inclusion criteria: Class X students, aged between 15-16 years and willing to be a research respondent. Data were analyzed univariately. The results showed that most of the respondents were in the moderate category as many as 100 people (46.5%). In the category of good knowledge level as many as 82 people (38.1%) and the category of poor knowledge level as many as 33 people (15.3%). The level of knowledge of adolescents related to stunting still needs to be improved. Most respondents already understand the general knowledge of stunting, but lack understanding related to the long-term impact of stunting, how to prevent stunting in adolescence and specific nutritional handling of stunting in the family.  
STUDI KASUS DUKUNGAN/PENANGANAN KELUARGA PENDERITA COVID-19 DENGAN PENYAKIT PENYERTA Maulida, Iroma; Saputri, Reny Eka
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v11i01.3053

Abstract

Covid-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Coronavirus 2 (SARS CoV-2). Pasien Covid-19 dengan penyakit penyerta memiliki risiko lebih besar untuk menimbulkan keseriusan, mulai dari Respiratory Distress Syndrome (ARDS), sepsis dan syok septik, gagal multi organ, termasuk gagal ginjal akut atau gagal jantung hingga kematian. Sementara itu, dalam pengelolaan pencegahan kesehatan masyarakat disebutkan perlunya isolasi bagi pasien Covid-19. Oleh karena itu, dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana upaya keluarga dalam penanganan/perawatan pasien Covid-19 dengan penyakit penyerta. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain studi kasus dimana responden utama adalah keluarga yang merawat penderita Covid-19 tahun 2020 dengan penyakit penyerta sebanyak 3 responden dan pegawai PHB. Pengumpulan data dilakukan secara online melalui pengisian kuesioner dan wawancara menggunakan media sosial WhatsApp. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 1 responden yang mendampingi penuh pasien selama isolasi mandiri dan membantu melakukan aktivitas sehari-hari pasien. Sedangkan 2 lainnya belum bisa sepenuhnya membantu karena satu pasien bolak-balik diisolasi di rumah sakit. Satu pasien lainnya melakukan isolasi mandiri di rumah namun responden tidak satu rumah dengan pasien. Perlakuan yang bervariasi dalam membantu pasien Covid-19 dengan penyakit penyerta tampaknya mempengaruhi kondisi psikologis dan fisik pasien berdasarkan wawancara dengan responden. Dari penelitian ini, disarankan kepada keluarga untuk mendampingi penderita Covid-19 selama isolasi baik di rumah maupun di rumah sakit.
PENINGKATAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG DAMPAK MEDIA SOSIAL TERHADAP KESEHATAN MENTAL MELALUI PENYULUHAN Mutiarawati, Mutiarawati; Chikmah, Adevia Maulidya; Saputri, Reny Eka; Arisanti, Novia Ludha; Latifah, Naela; Shofa, Ghaetsa Zahira
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34620

Abstract

Abstrak: Sebanyak 17% penduduk Indonesia merupakan remaja 10-19 tahun, dan 80% diantaranya aktif menggunakan media sosial. Studi kepada siswa di Sekolah Menengah Atas 80% siswa menggunakan media sosial dan lebih dari 5 jam perhari. Meskipun bermanfaat sebagai sumber informasi, komunikasi, dan hiburan, namun berpotensi menimbulkan gangguan belajar dan masalah psikologis akibat kecanduan. WHO mencatat bahwa 20% anak dan remaja di dunia mengalami masalah kesehatan mental, terutama usia 15–29 tahun. Salah satu upaya pencegahan dampak negatif media sosial adalah dengan mengadakan kegiatan penyuluhan. Penyuluhan bertujuan meningkatkan pemahaman remaja mengenai dampak negatif penggunaan media sosial terhadap kesehatan mental. Kegiatan ini melibatkan 50 siswa dengan metode ceramah dan diskusi. Metode evaluasi menggunakan pretes dan postes. Hasilnya menunjukkan terjadi peningkatan nilai rata-rata dari 66,6% (pretes) menjadi 93,0% (postes). Temuan ini membuktikan bahwa penyuluhan sangat efektif meningkatkan pengetahun remaja tentang dampak negatif media sosial dan cara pencegahannya. Kegiatan ini juga mendorong remaja lebih bijak dan sehat dalam bermedia sosial.Abstract: As many as 17% of Indonesia's population are teenagers aged 10-19, and 80% of them actively use social media. Learning from high school students shows that 80% of students use social media, spending more than 5 hours per day. Although useful as a source of information, communication, and entertainment, it has the potential to cause learning disorders and psychological problems due to addiction. The WHO notes that 20% of children and adolescents worldwide experience mental health problems, especially those aged 15-29. One effort to prevent the negative impacts of social media is through counseling activities. The counseling aims to increase adolescents' understanding of the negative impacts of social media use on mental health. This activity involved 50 students using lecture and discussion methods. The evaluation method used a pretest and posttest. The results showed an increase in the average score from 66.6% (pretest) to 93.0% (posttest). These findings prove that counseling is very effective in increasing adolescents' knowledge about the negative impacts of social media and how to prevent them. This activity also encourages adolescents to be wiser and healthier in using social media.
Determinan dan upaya pencegahan stunting pada remaja: systematic review dalam perspektif kebijakan nasional Saputri, Reny Eka; Juhrotun Nisa
Link Journal of Midwivery Vol 2 No 1 (2026): January: Journal of Midwivery
Publisher : CV. LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljmw.v2i1.131

Abstract

Pendahuluan: Stunting masih menjadi masalah kesehatan prioritas di Indonesia. Pendekatan siklus kehidupan menempatkan remaja putri sebagai kelompok strategis pencegahan karena berperan sebagai calon ibu. Namun, bukti tentang determinan dan efektivitas upaya pencegahan stunting pada remaja putri masih tersebar dan jarang disintesis dengan konteks kebijakan nasional dan daerah. Tujuan: Mengkaji faktor determinan dan upaya pencegahan stunting pada remaja putri serta implikasinya bagi praktik kebidanan dalam kerangka kebijakan nasional dan Jawa Tengah. Metode: Systematic review mengikuti PRISMA. Lima belas artikel (2019-2025) tentang remaja/stunting, determinan dan intervensi diseleksi berdasarkan kriteria inklusi-eksklusi. Data disintesis secara naratif tematik. Hasil: Empat tema utama diidentifikasi: determinan biologis-gizi (pola makan, anemia, riwayat lahir), faktor sosial ekonomi-lingkungan (pendidikan, pendapatan, sanitasi), faktor psikososial-sosial budaya (nikah dini, self-efficacy, kesehatan mental) dan intervensi pencegahan (edukasi berbasis sekolah/komunitas dan media digital) yang meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja putri. Simpulan: Stunting pada remaja putri bersifat multidimensional. Penguatan promosi-preventif sejak remaja, selaras dengan kebijakan nasional dan Jawa Tengah, relevan untuk praktik kebidanan dalam memutus siklus antargenerasi stunting.