Abstrak: Panti asuhan adalah sebuah lembaga yang dikhususkan untuk mengasuh anak-anak yang telah kehilangan keluarga dan menghadapi tantangan dalam hidup mandiri karena kurangnya kasih sayang yang konsisten dan persiapan yang tidak memadai untuk masa dewasa. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu pengembangan softskill dan hardskill melalui pelatihan pembuatan produk berbasis kimia kepada anak-anak panti asuhan sebagai generasi penerus bangsa. Peserta kegiatan mencangkup anak-anak berusia 10-16 tahun dengan jumlah 30 anak. Metode pelaksanaan meliputi perencanaan, pelatihan, refleksi, dan evaluasi. Kegiatan pertama yaitu perencanaan yang berisi persiapan dan sosialisasi kegiatan pengabdian kepada perwakilan panti asuhan di Surabaya, kegiatan kedua yaitu pelatihan pembuatan produk popping boba bersama anak-anak panti asuhan, kegiatan ketiga adalah refleksi dengan mendiskusikan hasil percobaan anak-anak serta evaluasi berupa pembagian kuesioner kepada peserta mengenai program pelatihan ini sehingga dapat dipakai untuk peningkatan kinerja pada kegiatan yang akan datang. Berdasarkan hasil evaluasi, terdapat peningkatan signifikan pada rata-rata nilai post-test sebesar 72,45% dibandingkan nilai pre-test. Hal ini mengindikasikan bahwa pembelajaran berbasis praktek mampu meningkatkan pemahaman peserta secara signifikan. Diharapkan anak-anak panti asuhan yang telah mengikuti kegiatan pelatihan ini memperoleh motivasi, pengetahuan, dan keterampilan dalam mengaplikasikan ilmu kimia sehingga dapat bermanfaat untuk masa mendatang.Abstract: An orphanage is institution dedicated to caring for children who have lost their families and face challenges in living independently due to a lack of consistent love and inadequate preparation for adulthood. The purpose of this community service activity is to develop softskills and hardskills through chemical-based products training for the orphanage children, who will become the nation's future generation. Participants include children aged 10-16 years with a total of 30 children. The implementation method includes planning, training, reflection, and evaluation. The first activity was planning which contains preparation and socialization of community service activities to representatives of orphanages in Surabaya, the second activity was training in making popping boba products with orphanage children, the third activity was reflection by discussing the results of the children's experiments and evaluation by distributing questionnaires to participants. Based on the results, there was a significant increase in the average post-test score of 72.45% compared to the pre-test score. This indicates that practice-based learning can significantly improve participants' understanding. It is hoped that orphanage children who have participated in this training activity will gain motivation, knowledge, and skills in applying chemistry so that it can be useful for the future.