Abstrak: Bencana banjir merupakan salah satu ancaman utama yang dihadapi oleh masyarakat di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk di nagari Pelangai. Sekolah-sekolah di wilayah ini menjadi salah satu institusi yang paling terdampak akibat bencana banjir, yang mengakibatkan terganggunya proses belajar mengajar, kerusakan sarana dan prasarana pendidikan, serta meningkatnya risiko bagi keselamatan siswa dan tenaga pendidik pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan edukasi mitigasi bencana banjir untuk membangun sekolah tangguh bencana di nagari pelangai bertujuan untuk menerapkan model edukasi mitigasi bencana banjir yang sesuai dengan karakteristik wilayah dan kebutuhan sekolah di nagari Pelangai. Dengan adanya program ini, sekolah diharapkan dapat menjadi lebih tangguh dalam menghadapi bencana banjir, sehingga proses pendidikan dapat tetap berjalan dengan baik meskipun dalam kondisi darurat. Mitra dalam program ini terbagi menjadi dua, pertama warga sekolah MTsN 12 Pesisir Selatan sebanyak 35 orang, dan masyarakat nagari Pelangai sebanyak 48 orang. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan meningkatnya pengetahuan siswa tentang mitigasi bencana banjir, peningkatan kesiapan sekolah dalam menghadapi bencana melalui penyusunan rencana kontinjensi dan pelaksanaan simulasi bencana, serta kemampuan siswa dan warga sekolah dalam memberikan respon cepat terhadap peringatan dini yang disimulasikan. Peningkatan pengetahuan siswa dan masyarakat di evalusi menggunakan angket wawancara dan observasi. Hal ini akan menjadikan sekolah tersebut menjadi sekolah tangguh bencana. Selain itu, peningkatan pemahaman tentang mitigasi bencana banjir sebanyak 80%, keterlibatan mitra dalam program sebanyak 86%, kemapuan praktik simulasi evakuasi sebanyak 71% dan kepuasan mitra terhadap program sebanyak 83%. terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap kode-kode peringatan dini bencana dan simulasi bencana sebanyak 89%.Abstract: Flood disasters are one of the main threats faced by communities in various regions of Indonesia, including the nagari of Pelangai. Schools in this region are among the institutions most affected by flood disasters, which disrupt the teaching and learning process, damage educational facilities, and increase risks for the safety of students and educators. Community service aimed at providing education on flood disaster mitigation to build disaster-resilient schools in the nagari of Pelangai aims to implement a flood disaster mitigation education model that aligns with the characteristics of the area and the needs of schools in the nagari of Pelangai. With this program, schools are expected to become more resilient in facing disasters floods, so that the educational process can continue to run well even in emergency conditions. The partners in this program are divided into two, first the school community of MTsN 12 Pesisir Selatan consisting of 35 people, and the community of Nagari Pelangai consisting of 48 people. The results of this service show an increase in students' knowledge about flood disaster mitigation, an increase in the school's preparedness for facing disasters through the development of contingency plans and the implementation of disaster simulations, as well as the ability of students and school staff to respond quickly to simulated early warnings. The increase in knowledge of students and the community is evaluated using interview questionnaires and observations. This will make the school a disaster resilient school. In addition, there is an increase in understanding of flood disaster mitigation by 80%, involvement of partners in the program by 86%, ability to practice evacuation simulations by 71%, and partner satisfaction with the program by 83%. There has been an increase in public knowledge regarding disaster early warning codes and disaster simulations by 89%.