Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan yang menggunakan metode kajian pustaka, yaitu dengan melakukan pengkajian terhadap hasil penelitan yang berkaitan dengan topik yang dibahas. Tujuan utama dalam studi ini yakni untuk mengkaji implementasi pendekatan deep learning di sekolah dasar berdasarkan konsep dan bagaimana hasil yang sudah didapatkan dengan menerapkan deep learning di sekolah dasar. Hasil studi menunjukkan implementasi pendekatan deep learning di jenjang sekolah dasar didefinisikan sebagai pendekatan yang menekankan pembelajaran meaningful, mindful, dan joyful, yang berhasil menggeser fokus pendidikan dari transmisi pengetahuan dangkal menuju pemahaman konseptual yang mendalam. Deep Learning juga berdampak positif secara konsisten dalam pengembangan keterampilan abad ke-21 (6C). Secara kognitif, pendekatan deep learning memperkuat penguasaan konsep, termasuk peningkatan signifikan pada pemahaman siswa sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Secara non-kognitif, deep learning mendorong komunikasi, kolaborasi, rasa ingin tahu, kedisiplinan, serta penguatan karakter seperti integritas melalui aktivitas pembelajaran yang partisipatif dan terintegrasi dengan kegiatan ko-kurikuler. Strategi implementasi pendekatan deep learning yang paling sukses melibatkan penggunaan pedagogi aktif seperti Project-Based Learning dan Inquiry-Based Learning didukung oleh integrasi teknologi. Dalam implementasi Deep learning juga ditemukan di SD juga masih terhambat oleh tantangan serius yang bersifat institusional dan kapabilitas guru. Hambatan utama yang berulang kali muncul adalah rendahnya kesiapan guru dan keterbatasan sumber daya institusi (baik infrastruktur teknologi maupun kendala waktu kurikuler). Oleh karena itu, keberhasilan jangka panjang deep learning memerlukan intervensi kebijakan yang kuat dalam hal pengembangan profesional guru berbasis praktik dan penguatan infrastruktur digital sekolah