Abstrak literasi numerasi menjadi salah satu kompetensi penting dalam implementasi Kurikulum Merdeka di Indonesia. Namun, masih banyak siswa sekolah dasar yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) berbasis numerasi, terutama soal yang menuntut kemampuan berpikir kritis dan pemahaman kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan potret literasi numerasi siswa sekolah dasar dalam menyelesaikan soal AKM di era Kurikulum Merdeka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek siswa kelas V sekolah dasar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes numerasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi numerasi siswa berada pada kategori sedang. Sebagian siswa mampu memahami informasi dan menentukan strategi penyelesaian masalah, sedangkan sebagian lainnya masih mengalami kesulitan dalam menafsirkan soal kontekstual, menganalisis data, dan menarik kesimpulan secara tepat. Selain itu, kecemasan matematika juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kemampuan numerasi siswa. Strategi pembelajaran, kemampuan membaca, motivasi belajar, dan lingkungan kelas turut memberikan pengaruh terhadap kemampuan literasi numerasi siswa. Oleh karena itu, diperlukan pembelajaran matematika yang kontekstual, inovatif, dan berpusat pada siswa untuk meningkatkan kemampuan literasi numerasi sesuai dengan tujuan Kurikulum Merdeka. Kata Kunci : literasi numerasi, AKM, Kurikulum Merdeka, matematika SD