Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Integration of Digital Technology in Islamic Education to Strengthen Muslim Epistemology and Human Resources Aflah, Fajirul; Burhanuddin, Nunu; Taufik , Zulfan
IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 8 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/iqro.v8i3.8667

Abstract

The integration of digital technology within the Islamic education ecosystem faces a substantive challenge: the dominance of a pragmatic-instrumental approach that often overlooks the foundational values and epistemology of Islam. This gap risks eroding education's holistic function as a process of tarbiyah and ta'dib. This research aims to construct an integrative epistemological framework to bridge this dichotomy, ensuring digital transformation aligns with Islamic ethical and epistemic frameworks. The method employed is a critical integrative literature review, which critically synthesizes Western critical theories—such as surveillance capitalism and algorithmic governmentality—with foundational Islamic epistemic paradigms, namely Maqāṣid al-Sharī'ah and the Bayani-Burhani-Irfani trilogy. The study successfully formulates an intermethodological model that connects these two intellectual traditions. This model generates operational guiding principles, such as Digital Data as Amanah (trust) and Holistic Anti-Reductionism, designed to mitigate the risks of student data commodification and the reduction of educational goals to mere quantitative indicators. The research concludes that a value-based digital integration, grounded in this epistemic synthesis, is not merely important but essential for cultivating contemporary, excellent Muslim human resources: those who are proficient and critical in digital spaces (digital proficient), sovereign in thinking and knowledge acquisition (epistemically sovereign), and possess spiritual and moral resilience (spiritually resilient) amidst the currents of modernity.
DIGITAL INFORMATION PLURALISM AND ISLAMIC SOCIAL AND RELIGIOUS ETHICS IN YOUTH POLITICAL ORIENTATION Aflah, Fajirul; Wirman, Hardi Putra; Hendri, Novi
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2026): MARET
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v10i1.3173

Abstract

This study analyzes the impact of digital pluralism on political party preferences from the perspective of Islamic Human Resource Management (HRM) in West Sumatra. This study aims to examine how pluralistic narratives on social media shape the perceptions and political choices of people with a strong religious-cultural basis. This study uses a quantitative descriptive-correlational approach, data collected through a survey of active social media users. The results of the statistical analysis indicate that the level of digital pluralism and Islamic HRM ethics are in the high category, while party preferences based on pluralistic imagery are classified as moderate. There is a significant correlation between digital pluralism and party preferences, with Islamic HRM ethics acting as a mediating variable. These findings indicate that the influence of pluralism in digital politics is only effective when integrated with substantive ethical values. The implication is that strengthening ethical human resource governance and leadership with integrity are important prerequisites for increasing democratic participation and political professionalism in the context of Islamic society.
Dampak Tata Kelola Digital Terhadap Keterlibatan Politik: Analisis Kuantitatif Terhadap Legitimasi Kelembagaan Di Sumatera Barat Aflah, Fajirul
KIPS - Jurnal Kajian Islam Politik dan Sosial Vol. 2 No. 1 (2026): KIPS - Jurnal Kajian Islam Politik dan Sosial
Publisher : KIPS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65980/journalkips.v3i1.99

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tata kelola digital terhadap keterlibatan politik warga di Sumatera Barat, dengan legitimasi institusional sebagai variabel mediasi. Desain survei yang digunakan adalah survei kuantitatif cross-sectional yang melibatkan 92 responden valid yang merupakan pengguna aktif layanan digital pemerintah di Kota Padang, yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert lima poin yang mengukur tiga konstruk utama dan dianalisis melalui Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menggunakan SmartPLS 4.0. Temuan menunjukkan bahwa tata kelola digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap keterlibatan politik (? = 0.312; p = 0.001) dan legitimasi institusional (? = 0.487; p = 0.000). Legitimasi institusional juga secara signifikan memprediksi keterlibatan politik (? = 0.398; p = 0.000) dan berfungsi sebagai mediator parsial yang signifikan dalam hubungan antara tata kelola digital dan keterlibatan politik (? = 0.194; p = 0.002). Model ini menyumbang 52,1% variasi dalam keterlibatan politik. Studi ini menyimpulkan bahwa efektivitas tata kelola digital dalam mendorong keterlibatan politik sipil sangat bergantung pada kapasitasnya untuk membangun legitimasi kelembagaan yang kuat dan kredibel di mata masyarakat.
Dampak Tata Kelola Digital Terhadap Keterlibatan Politik: Analisis Kuantitatif Terhadap Legitimasi Kelembagaan Di Sumatera Barat Aflah, Fajirul
KIPS - Jurnal Kajian Islam Politik dan Sosial Vol. 2 No. 1 (2026): KIPS - Jurnal Kajian Islam Politik dan Sosial
Publisher : KIPS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65980/journalkips.v3i1.99

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tata kelola digital terhadap keterlibatan politik warga di Sumatera Barat, dengan legitimasi institusional sebagai variabel mediasi. Desain survei yang digunakan adalah survei kuantitatif cross-sectional yang melibatkan 92 responden valid yang merupakan pengguna aktif layanan digital pemerintah di Kota Padang, yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert lima poin yang mengukur tiga konstruk utama dan dianalisis melalui Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menggunakan SmartPLS 4.0. Temuan menunjukkan bahwa tata kelola digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap keterlibatan politik (? = 0.312; p = 0.001) dan legitimasi institusional (? = 0.487; p = 0.000). Legitimasi institusional juga secara signifikan memprediksi keterlibatan politik (? = 0.398; p = 0.000) dan berfungsi sebagai mediator parsial yang signifikan dalam hubungan antara tata kelola digital dan keterlibatan politik (? = 0.194; p = 0.002). Model ini menyumbang 52,1% variasi dalam keterlibatan politik. Studi ini menyimpulkan bahwa efektivitas tata kelola digital dalam mendorong keterlibatan politik sipil sangat bergantung pada kapasitasnya untuk membangun legitimasi kelembagaan yang kuat dan kredibel di mata masyarakat.