Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGENDALIAN ORANG TUA DALAM PENGGUNAAN GADGET PADA ANAK USIA DINI DI KELURAHAN NGEDUKELU Maria Magdalena Kae; Efrida Ita; Konstantinus Dua Dhiu; Gde Putu Arya Oka
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i2.9957

Abstract

This study aims to describe parental control in the use of gadgets among early childhood in Ngedukelu Village. The research employed a qualitative approach with a descriptive design. The subjects consisted of five parents who have children aged 4–6 years. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation. Data analysis used the Miles and Huberman model, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The results showed that parental control was implemented through limiting screen time, providing supervision, establishing rules, and diverting children’s activities to non-digital activities. Parents generally limited gadget use to around one hour per day or at certain times. Children who were accustomed to consistent rules showed more adaptive responses, while those without clear limitations tended to exhibit negative reactions. Gadgets functioned as both entertainment and educational media, depending on parenting patterns. In conclusion, consistent parental control plays an important role in optimizing the benefits of gadget use while minimizing its negative impacts. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengendalian orang tua dalam penggunaan gadget pada anak usia dini di Kelurahan Ngedukelu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari lima orang tua yang memiliki anak usia 4–6 tahun. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian orang tua dilakukan melalui pembatasan waktu penggunaan gadget, pendampingan, pemberian aturan, serta pengalihan aktivitas ke kegiatan non-digital. Orang tua umumnya membatasi penggunaan sekitar satu jam per hari atau pada waktu tertentu. Anak yang dibiasakan dengan aturan konsisten menunjukkan respons yang lebih adaptif, sedangkan anak tanpa batasan yang jelas cenderung menunjukkan reaksi negatif. Penggunaan gadget berfungsi sebagai media hiburan dan pembelajaran, bergantung pada pola pengasuhan orang tua. Kesimpulan menunjukkan bahwa pengendalian orang tua yang konsisten sangat penting dalam mengoptimalkan manfaat gadget serta meminimalkan dampak negatif.
STRATEGI GURU DALAM MENERAPKAN METODE BERCERITA UNTUK MENINGKATKAN ASPEK BAHASA ANAK USIA DINI DI TKK BUNDA PENGANTARA RAHMAT NGEDUKELU Maria Sindrela Wea; Apolonia Bela; Gaudensia Nio Nuwa; Stefania Bibiana Bue; Maria Magdalena Kae; Maria Orliana Adin; Hendrika Suri; Efrida Ita
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin (Februari)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i2.6661

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam menerapkan metode bercerita untuk meningkatkan aspek bahasa anak usia dini di TKK Bunda Pengantara Rahmat Ngedukelu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian kepala sekolah dan guru kelas B, serta objek penelitian berupa kemampuan bahasa anak usia 4–6 tahun yang meliputi kemampuan menyimak, berbicara, dan penguasaan kosakata. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan rekam catat. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 5  anak masih mengalami keterlambatan dalam perkembangan bahasa, seperti keterbatasan kosakata, pengucapan kata yang kurang jelas, dan kesulitan menceritakan kembali cerita. Penerapan metode bercerita dengan strategi yang tepat, seperti pemilihan cerita sesuai usia anak, penggunaan media buku cerita bergambar, variasi intonasi suara, serta pelibatan aktif anak dalam kegiatan tanya jawab dan menceritakan ulang, terbukti mampu meningkatkan kemampuan bahasa anak. Metode bercerita juga membantu meningkatkan fokus, daya ingat, serta keberanian anak dalam berkomunikasi. Dengan demikian, metode bercerita yang diterapkan secara terencana, menarik, dan berkesinambungan dapat menjadi strategi efektif guru dalam mengembangkan aspek bahasa anak usia dini.