Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

THE EFFECT OF PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION TECHNIQUES ON ANXIETY LEVELS IN PREOPERATIVE PATIENS WITH GENERAL ANESTHESIA TECHNIQUES AT AMANDA CIKARANG SOUTH HOSPITAL Alvin Arvela; Amelia Wulandari; Neng Imas Susanti
Journal of Indonesian Anesthesiology Nursing Vol. 1 No. 2 (2025): JIAN (Journal of Indonesian Anesthesiology Nursing)
Publisher : Keperawatan Anestesiologi Program Sarjana Terapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/jian.v1i2.4042

Abstract

Background: Preoperative anxiety can be defined as a feeling of fear or anxiety characterized by increased heart rate, blood pressure, rapid breathing, chest tightness, and muscle tension. One of the non-pharmacological methods that can help reduce anxiety is the progressive muscle relaxation technique. The purpose of this study was to determine the effect of progressive muscle relaxation techniques on anxiety levels in preoperative patients with general anesthesia techniques. Methods: This study uses quantitative methods with the type of research Quasy experiment with pre and post test without control design. The sampling technique used purposive sampling involving 33 respondents. Data were analyzed using paired t-test. The research instrument was the Amsterdam Preoperative Anxiety And Information Scale (APAIS) questionnaire. Results: The characteristics of respondents were mostly aged 26-35 (33.3%), gender mostly female (66.7%), surgical experience showed the characteristics of respondents mostly had never had surgery (60.6%), and based on the level of anxiety before the progressive muscle relaxation technique was performed more respondents experienced moderate anxiety (48.5%), while after the progressive muscle relaxation technique was performed the results of the respondents anxiety level mostly decreased to mild anxiety (72.7%). Statistical test results show a decrease in anxiety levels after progressive muscle relaxation techniques with a p-value 0.000. Conclusion: It is concluded that there is an effect of progressive muscle relaxation techniques on anxiety levels in preoperative patients with general anesthesia techniques at Amanda Hospital, Cikarang Selatan.
Hubungan Anestesi dengan Kejadian Hipotermia pada Pasien Post Operatif di Recovery Room RSUD Kabupaten Bekasi Altaffely Zianur Rahman; Vidya Urbaningrum Urbaningrum; Neng Imas Susanti; Tri Wahyuni Ismoyowati
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 8 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v8i2.553

Abstract

Latar Belakang: Hipotermia merupakan salah satu komplikasi yang sering kali terjadi pada pasien pasca operasi akibat efek anestesi dan paparan suhu lingkungan ruang operasi maupun ruang pemulihan. Hipotermia dapat menghambat proses pemulihan dan meningkatkan risiko komplikasi pasca bedah. Tujuan: Mengetahui hubungan anestesi dengan kejadian hipotermia pada pasien post operative di ruang Recovery Room RSUD Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 65 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui observasi dan pengukuran suhu tubuh pasien, selanjutnya dianalisis dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Sebanyak 49 responden (75,4%) mengalami hipotermia. Pada kelompok anestesi spinal, 93,0% pasien mengalami hipotermia, sedangkan pada anestesi general sebesar 40,9%. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value < 0,001 (p < 0,05) dengan koefisien Phi 0,572 yang menunjukkan hubungan sedang hingga kuat. Kesimpulan: Terdapat signifikan hubungan anestesi dengan kejadian hipotermia pada pasien post operative. Anestesi spinal sering kali memiliki risiko terjadinya hipotermia lebih tinggi dibandingkan dengan anestesi general. Disarankan pemantauan suhu tubuh dan pencegahan hipotermia dilakukan secara rutin pada pasien pasca operasi.
Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Pre Anestesi Dengan Teknik Anestesi Spinal Tri Nur Wahyuni; Neng Imas Susanti; Muhamad Arief Fadli; Deni Alamsah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1210

Abstract

Kecemasan preanestesi merupakan masalah psikologis yang sering dialami pasien sebelum menjalanipembedahan dan dapat memengaruhi keberhasilan tindakan anestesi serta proses pemulihan.Dukungan keluarga berperan sebagai salah satu faktor yang dapat membantu menurunkan tingkatkecemasan pasien. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dengantingkat kecemasan pada pasien preanestesi yang menjalani pembedahan menggunakan teknik anestesispinal di RSUD Sekarwangi. Penelitian menggunakan desain non-eksperimental dengan pendekatankorelasional dan rancangan cross-sectional. Sampel berjumlah 39 responden yang dipilihmenggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dukungan keluarga danAmsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS), kemudian dianalisis secaraunivariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan mayoritasresponden memperoleh dukungan keluarga yang baik (79,5%) dan mengalami kecemasan ringan(87,2%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan keluargadengan tingkat kecemasan pasien preanestesi (p = 0,000), di mana semakin baik dukungan keluargayang diterima, semakin rendah tingkat kecemasan pasien. Kebaruan penelitian ini terletak padapenggunaan instrumen APAIS untuk mengkaji kecemasan spesifik terkait anestesi spinal serta analisisdukungan keluarga sebagai intervensi psikososial nonfarmakologis dalam pelayanan keperawatanperioperatif. Temuan ini menunjukkan bahwa keterlibatan keluarga perlu dioptimalkan sebagai bagiandari pelayanan preoperatif untuk meningkatkan kesiapan psikologis dan menurunkan kecemasanpasien.
Hubungan Antara Hipotensi Akibat Anestesi Spinal Dengan Kejadian Post Operative Nausea And Vomiting (PONV) Di Ruang Recovery Room Rumah Sakit Pinna Bekasi Kamiludin; Deni Alamsyah; Muhamad Arief Fadli; Neng Imas Susanti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1581

Abstract

Hipotensi merupakan komplikasi yang sering terjadi akibat anestesi spinal dan dapat memicu PostOperative Nausea and Vomiting (PONV) melalui hipoperfusi pada Chemoreceptor Trigger Zone(CTZ). PONV merupakan komplikasi pasca operasi yang dapat memperlambat pemulihan danmeningkatkan ketidaknyamanan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antarahipotensi akibat anestesi spinal dengan kejadian PONV di ruang Recovery Room Rumah Sakit PinnaBekasi. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional.Sampel berjumlah 31 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkanmelalui observasi tekanan darah dan kejadian PONV dalam 24 jam pasca operasi, kemudian dianalisismenggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antarahipotensi akibat anestesi spinal dengan kejadian PONV p-value = 0.002 (p &lt; 0,05). Disimpulkanbahwa pasien yang mengalami hipotensi memiliki risiko lebih tinggi mengalami PONV. Diperlukandeteksi dini dan penatalaksanaan hipotensi secara optimal untuk menurunkan risiko PONV danmeningkatkan kualitas pelayanan pasca operasi.