Ifert Ehrlick Tudon
Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Tadulako

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengembangan Potensi Masyarakat Dalam Peningkatan Produktivitas Lahan di Wilayah Rawan Bencana Hidrometeorologi Naharuddin, Naharuddin; Akhbar, Akhbar; Arianingsih, Ida; Malik, Adam; Rachman, Imran; Daeng Massiri, Sudirman; Tudon, Ifert Ehrlick
BANTENESE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 2 (2024): Bantenese: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Studi Sosial dan Pengabdian Masyarakat Fisipkum Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/gd62gq04

Abstract

Degradasi lahan yang berakibat rendahnya produktivitas lahan merupakan masalah serius di Desa Tuva Kecamatan Gumbasa Kabupaten Sigi. Salah satu masalah yang serius yang perlu ditangani adalah meminimalisir tingkat kerusakan tanah pada bagian atas topsoil nutrisi tanah dan erosi. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah pendidikan dan pelatihan/bimbingan teknis peningkatan produktivitas lahan melalui aplikasi biochar, pembuatan tanaman berupa pengembangann agroforestri. Metode pelaksanaan menggunakan metode pendidikan dan pelatihan bersifat partisipatif atau educational and participatory approach. Proses penyuluhan/pelatihan dilaksanakan melalui pendekatan Focus Group Discussion dan Participatory Rural Appraisal. Pendekatan yang dilakukan dalam kegiatan gelar teknologi ini adalah pendekatan learning by doing melalui demonstrasi plot, dimana petani dilibatkan secara langsung, sehingga terjadi pembelajaran secara langsung di lahan petani. Metode ini akan memposisikan masyarakat sasaran, sebagai mitra dalam hal penerima pengetahuan, pemahaman dan keterampilan, dimana mereka akan terlibat dari awal sampai berakhirnya kegiatan Pengabdian termasuk evaluasi. Hasil dari kegiatan pengabdian yang dilakukan telah terlaksana: (1) aplikasi demplot pembuatan biochar, pupuk kompos fermentasi dan kompos konvensional; (2) aplikasi demplot pembuatan tanaman melalui sistem agroforestri. Kerjasama antara lembaga atau institusi lain sebagai mitra dalam pelaksanaan program penerapan pengabdian diperlukan untuk keberlanjutan program yang sudah ada
The Relationship Between Height and Diameter of Palaquium Obtusifolium Burck Trees at 7 Years of Age Ifert Ehrlick Tudon
JURNAL AGRIMENT Vol. 10 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/jurnalagriment.v10i2.3583

Abstract

The relationship between tree height and diameter is a key indicator for understanding growth patterns and the physiological balance of forest trees. In tropical agroforestry systems, this relationship is commonly used to estimate tree height, volume, and biomass without direct field measurements. This study was conducted on a seven-year-old Palaquium obtusifolium (Nantu) stand in Pandiri Village, Poso District, Central Sulawesi Province, to identify the pattern of the relationship between stem diameter and total height. Measurements were taken from 64 trees, which were measured with a Suunto clinometer and a phi tape. Data normality was tested using the Shapiro–Wilk test, and potential outliers were identified through boxplot analysis. The relationship between height and diameter was analyzed using a simple linear regression model in R Studio. The results showed a significant linear relationship between diameter and height, expressed by the equation H = 4,82 + 0,48D, with a coefficient of determination (R²) of 0,69. This indicates that approximately 69% of the variation in tree height could be explained by stem diameter. The regression model was statistically significant (p < 0,05) and could be effectively applied to estimate tree height in the field. Keywords:
Pengendalian Terpadu Hama Kumbang Tanduk (Oryctes rhinoceros L.) pada Kelapa Sawit di Desa Tabarano, Kabupaten Morowali Utara Tudon, Ifert Ehrlick; Yusran, Yusran; Wulandari, Retno; Korja, I Nengah; Taiyeb, Asgar; Hasibuan, Dwi Kartika Asih
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.21614

Abstract

Background: Program peremajaan Kkelapa Ssawit Rrakyat (PSR) menghadapi tantangan serius dari hama kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros L.). Kumbang Tanduk, hama utama yang merusak tanaman sawit muda dengan menggerek titik tumbuh dan pangkal daun. Hal ini menghambat pertumbuhan dan menyebabkan kematian pada fase TBM. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani dalam pengendalian dan penggunaan perangkap hama kumbang tanduk. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Desa Tabarano, Kecamatan Mori Utara, Kabupaten Morowali Utara untuk memperkenalkan dan menerapkan teknik Pengendalian Hama Terpadu (PHT) terhadap O. rhinoceros. Kegiatan meliputi survei lapangan untuk mengidentifikasi serangan hama, penyuluhan, pelatihan dan evaluasi keberhasilan kegiatan. Hasil: Hasil survei menunjukkan gejala khas serangan kumbang tanduk, seperti pelepah patah, lubang pada batang, dan kematian titik tumbuh. Rata-rata peningkatan pengetahuan petani yang memahami pengendalian terpadu hama O. rhinoceros mencapai 94,5%. Uji friedman dan wilcoxon menunjukan penurunan O. rhinoceros pada perangkap feromon yang signifikan. Kesimpulan: Kegiatan penyuluhan mengenai pengendalian terpadu hama kumbang tanduk meningkatkan pengetahuan dalam pengendalian hama kumbang tanduk dan penerapan perangkap feromon menurunkan populasi hama pada perkebunan kelapa sawit petani.