Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pembuatan Alat Cetak Briket Arang Secara Sederhana Menggunakan Sistim Manual Sebagai Penunjang Praktikum: Making a Simple Charcoal Briquette Printing Tool Using a Manual System as a Practicum Support Dodi Sukma Rahadiyanto; Dedy Kurniawan; Santosa
Jurnal Loupe Vol 19 No 01 (2023): Edisi Juni 2023
Publisher : Jurusan Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/buletinloupe.v19i01.2587

Abstract

Pada kegiatan praktikum pembuatan briket arang pada Jurusan Teknologi Hasil Hutan, proses akhir pembuatan briket arang adalah proses pemadatan sebelum briket dikeringkan. Proses ini bisa di lakukan dengan beberapa cara salah satunya dengan di tumbuk, namun cara ini di rasa kurang maksimal di karenakan cara seperti ini tidak bisa merata dalam proses pengepresan dan berakibat bentuk hasil cetakan tidak sempurna. Oleh karena itu, pengepresan dengan menggunakan mesin di rasa lebih bisa menghasilkan kualitas yang lebih baik dikarenakan dalam proses pengepresan tekanan yang diberikan akan lebih merata Tujuan dilaksanakannya penelitian rancang bangun mesin pres briket manual ini untuk memberikan suatu alat alternatif yang dapat digunakan untuk proses pemadatan briket arang dengan mengoptimalkan gaya tekan serta mudah digunakan. Pada kegiatan perancangan mesin ini dipilih metode mesin dengan mengadaptasi mesin cetak batako. Cara kerja yang dipilih adalah sistem pengungkitan dengan tuas untuk proses pengepresan. Pada bagian cetakan mesin dan rangka menggunakan bahan baku baja karbon rendah yang biasanya di pakai pada pembuatan mesin dengan proses pengelasan listrik. Pekerjaan penyambungannya antar komponen-komponen menggunakan sistem las listrik. Berdasarkan data semakin besar daya tekan saat pengepresan berarti semakin padat briket arang yang di hasilkan, dan semakin padat briket arang yang di hasilkan berarti semakin baik kualitas briket arang yang di peroleh. Akan tetapi karena mesin ini menggunakan sistem manual maka gaya tekan yang di butuhkan untuk pengepresan tidak dapat dihitung secara pasti. Oleh karena itu dapat asumsikan dalam proses pengepresan di perlukan gaya 10 Kg/cm2 untuk setiap briket arang.
Inovasi Pemanfaatan Limbah Biomassa menjadi Asap Cair sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat Lokal Irma Wahyuningtyas; Erina Hertianti; Wartomo Wartomo; Muhammad Fikri Hernandi; Heriad Daud Salusu; Andi Yusuf; Joko Prayitno; Nur Maulida Sari; Nisrina Putri Hanifah; Agung Nugrawan Kutana; Dodi Sukma Rahadiyanto; Yulfriadi Parakka; Ester Sri Rahayu
Abdimas Mandalika Vol 5, No 6 (2026): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i6.42210

Abstract

Abstract:  This community service activity aims to empower farmer groups through outreach and demonstrations on how to convert wood waste into liquid smoke—a value-added and environmentally friendly product. The activity was attended by 25 people in Suko Mulyo Village, Sepaku Subdistrict, North Penajam Paser Regency. The implementation methods included preparing pyrolysis-based liquid smoke production equipment, delivering presentations on the potential of wood waste and the benefits of liquid smoke, demonstrating equipment operation, and conducting evaluations using pre-tests and post-tests. The results of the activity showed that the liquid smoke production equipment was successfully assembled and functioned well as a learning tool. The outreach and demonstrations were conducted interactively, with active participant engagement during discussions and hands-on practice. Evaluation results indicated an increase in participants’ understanding, as evidenced by 94% of participants demonstrating comprehension of the material following the activity. The outreach method, combined with practical demonstrations, proved effective in enhancing participants’ knowledge and skills regarding the production process and utilization of liquid smoke. This activity contributed to enhancing the farmers’ group’s capacity to transform wood waste into economically valuable products, while also supporting sustainable environmental management through the application of simple pyrolysis technology.Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan kelompok tani melalui sosialisasi dan demonstrasi pemanfaatan limbah kayu menjadi asap cair sebagai produk bernilai tambah dan ramah lingkungan. Kegiatan ini diikuti oleh 25 masyarakat Desa Suko Mulyo, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara. Metode pelaksanaan meliputi persiapan alat produksi asap cair berbasis pirolisis, penyampaian materi mengenai potensi limbah kayu dan manfaat asap cair, demonstrasi pengoperasian alat, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa alat produksi asap cair berhasil dirakit dan berfungsi dengan baik sebagai media pembelajaran. Sosialisasi dan demonstrasi berlangsung secara interaktif dengan partisipasi aktif peserta selama diskusi dan praktik. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta, yang ditandai dengan sebagian besar peserta (94%) yang memahami materi setelah kegiatan. Metode sosialisasi yang dipadukan dengan demonstrasi praktik terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta mengenai proses produksi dan pemanfaatan asap cair. Kegiatan ini berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas kelompok tani untuk memanfaatkan limbah kayu menjadi produk bernilai ekonomi, sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan melalui penerapan teknologi pirolisis sederhana.