Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Kemungkinan Pemanfaatan Beberapa Jenis Rotan Non Komersial Ditinjau Dari Sifat-Sifat Fisik Mekanik Heriad Daud S alusu; Eva Nurmarini; Ita Merni Patulak
Poltanesa Vol 21 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : P2M Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.83 KB) | DOI: 10.51967/tanesa.v21i2.326

Abstract

This research was conducted to determine the basic properties of rattan which are related to the possibility of its use, which are physical-mechanical properties consisting of moisture content, density, parallel tensile strength and modulus of elasticity. There were 12 species of non-commercial rattan studied, 11 species included in the small diameter rattan category (<18 mm diameter) and 1 species belonging to the large diameter rattan category (> 18 mm diameter), namely Daemonorops korthlasii Blume. Based on the results of the tests carried out, there are three species of non-commercial rattan that have similar or similar basic properties to commercial rattan, namely Calamus conirostris Becc., Korthalsia ferox Becc., and Calamus muricatus Becc.
Implementasi SIG untuk Monitoring Kesehatan Lingkungan Studi Kasus Kelurahan Harapan Baru Husmul Beze; Hamka; Yulianto; Eva Nurmarini; Heriad Daud Salusu
Poltanesa Vol 22 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : P2M Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.884 KB) | DOI: 10.51967/tanesa.v22i1.464

Abstract

Environmental health is an important factor in improving the health and well-being of human life and to prevent the dangers of disease. Environmental monitoring and engineering efforts need to be undertaken to meet these objectives. Harapan Baru Village is one of the villages in the Loa Janan Ilir District, Samarinda City, East Kalimantan Province. Harapan Baru Village is a fairly dense area. According to BPS data, Kota Samarinda in 2017 has a density of 4,304.34 inhabitants per km2. This kelurahan has problems in monitoring environmental health. Geographical information system (GIS) technology is currently developing rapidly. GIS can provide a monitoring model solution in environmental health countermeasures from a preventive side. For this reason, a study was conducted on environmental health monitoring in the Harapan Baru Village area using a web-based geographic information system. The method used to carry out the monitoring process is to use geographic information system tools, especially its spatial clustering analysis capabilities. The results showed that the GIS application of Environmental Health Monitoring in Harapan Baru was able to provide strong and up-to-date information about the environmental health conditions of residents. In particular, the system's ability to perform spatial queries by combining spatial and non-spatial attributes.
Penambahan Daging Ayam pada Pembuatan Abon Ampas Kelapa (Cocos Nucifera L.) Hamka; Asmina Sunriyani Raten; Marwati; Eva Nurmarini; Heriad Daud Salusu; Husmul Beze; Yulianto
Poltanesa Vol 22 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : P2M Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.599 KB) | DOI: 10.51967/tanesa.v22i2.899

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik kimia berupa uji kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak dan karbohidrat dan organoleptik tingkat kesukaan panelis terhadap warna, aroma, rasa dan tekstur dari abon ampas kelapa yang ditambahkan daging ayam.Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan penambahan ampas kelapa dan daging ayam yang terdiri dari 4 perlakuan dan setiap perlakuan di ulang sebanyak 3 (tiga) kali. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah Uji kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, karbohidrat dan organoleptik yang terdiri dari warna, aroma, rasa dan tekstur. Adapun perlakuan pembuatan abon ampas kelapa yakni perlakuan ampas kelapa 0 gram dan daging ayam 350 gram, ampas kelapa 100 gram daging 250 gram, ampas kelapa 200 gram daging ayam 150 gram dan ampas kelapa 300 gram daging ayam 50 gram. Hasil penelitian menunjukan Hasil uji kimia pembuatan abon menggunakan ampas kelapa sebagai bahan pengisi memiliki kandungan air yang tinggi pada perlakuan dengan daging ayam 350 gram dan ampas kelapa 0 gram dengan nilai kadar air 13.07% tidak sesuai syarat mutu SNI abon. Kadar abu dan kadar lemak yang tertinggi pada perlakuan dengan daging ayam 50 gram dan ampas kelapa 300 gram dengan nilai 2.79% dan 40,64%. sementara kadar protein dan karbohidrat yang tertinggi pada perlakuan dengan daging ayam 0 gram dan ampas kelapa 350 gram dengan nilai rata-rata 25.63% dan 47,97%. Hasil uji organoleptik terhadap pembuatan abon menggunakan ampas kelapa sebagai bahan pengisi dengan penambahan daging ayam memperlihatkan bahwa warna, aroma, rasa dan tekstur terhadap kesukaan panelis menunjukan angka suka yaitu dengan rata - rata nilai tertinggi pada perlakuan dengan daging ayam 150 gram dan ampas kelapa 200 gram dengan nilai rata-rata 3.61(suka), aroma 3.80 (suka), rasa 3.67(suka) dan pada tekstur 3.85(suka).
Potensi Kandungan Metabolit Primer pada 10 Jenis Buah-Buahan Hutan Heriad Daud Salusu; Eva Nurmarini; Husmul Beze; Hamka; Yulianto
Poltanesa Vol 22 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : P2M Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.019 KB) | DOI: 10.51967/tanesa.v22i2.908

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui manfaat buah hutan yang dapat dimakan yang tediri dari 10 jenis buah yaitu rambai (Baccaurea motleyana), limpasu (Baccaurea lanceolatai), kapul (Baccaurea macrocarpa), manau rotan (Calamus manan Miq), sega rotan (Calamus caesius Bl.), selekop (Lepisanthes amoenea), matoa (Pometia pinnata), ramania (Bouea macrophylla Griffith), kalangkala (Litsea angulata), dan lanciqn (Ficus obscura), sebagai sumber nutrisi melalui analisis metabolit primer yang terdiri dari karbohidrat, lemak , protein, kadar udara, kadar abu, Sampel buah untuk pengujian metabolit primer adalah buah segar dimana bahagian buah yang diuji adalah daging buahnya. Analisis kadar air menggunakan metode oven, kadar protein menggunakan metode Kjeldahl, kadar lemak dengan metode ekstraksi soxhlet dan kadar karbohidrat menggunakan metode by difference. Hasil penelitian menunjukkan buah pada kelompok jenis rotan atau family arecaceae (rotan manau dan rotan sega) memiliki kandungan protein lebih tinggi dari buah lainnya, sedangkan jenis buah dari family baccaurea (rambai, limpasu dan kapul) rendah pada kandungan protein dan lemak. Buah kalangkala mengandung lemak paling tinggi, diikuti buah selekop dan buah dari kelompok rotan.
Profil Organoleptik dan Uji Proksimat terhadap Bakso Sawi Pagoda (Tatsoi) dengan Fortifikasi Ikan Bandeng (Chanos Chanos) Netty Maria Naibaho; Ahmad Zamroni; Heriad Daud Salusu; Rudito; Hamka; Eva Numarini
Poltanesa Vol 23 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : P2M Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.787 KB) | DOI: 10.51967/tanesa.v23i1.992

Abstract

Sayuran dan ikan merupakan makanan yang sangat penting dalam proses metabolisme tubuh manusia karena mengandung nutrisi yang sangat baik. Meskipun sebagian besar penelitian terkonsentrasi dengan bahan dasar pembuatan bakso dari daging ikan, namun perlu diketahui bahwa tidak semua kalangan masyarakat dapat mengkonsumsi sayuran dan ikan, terutama anak-anak. Alternative penyajian sayur dan ikan yang dapat dikonsumsi anak-anak sampai orang dewasa adalah bakso. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesukaan panelis terhadap daya terima rasa, tekstur, aroma, warna dan untuk mengetahui kandungan gizi seperti kadar air, kadar abu, protein, vitamin, lemak berdasarkan metode by different. Desain percobaan bakso sawi pagoda dan ikan bandeng ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan adalah rasio sawi pagoda dan ikan bandeng, yaitu w1 (95:5%), w2 (85:15%), w3 (75:25%), w4 (65:35%0, w5 (40:60%) dan w6 (30:70%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio sawi pagoda dan ikan bandeng memberikan pengaruh nyata terhadap kadar air, kadar protein, kadar vitamin C, kadar lemak dan sifat organoleptik hedonik untuk atribut warna dan aroma. Namun tekstur dan rasa menunjukkan berbeda sangat nyata terhadap bakso sawi pagoda fortifikasi ikan bandeng, dan berpengaruh tidak nyata terhadap kadar abu. Bakso sawi pagoda fortifikasi ikan bandeng dengan komposisi sawi pagoda 30% dan ikan bandeng 70% mendapatkan respons organoleptik hedonik terbaik.
Respon Panelis dan Karakteristik Kimia Terhadap Dodol yang Disubtitusi dari Pisang Raja (Musa Sapientum L) Hamka; Lisa Mayanti; Marwati; Eva Nurmarini; Heriad Daud Salusu; Husmul Beze; Yulianto; Muhammad Yamin
Poltanesa Vol 23 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : P2M Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.367 KB) | DOI: 10.51967/tanesa.v23i1.1242

Abstract

Buah pisang merupakan salah satu buah yang mudah sekali mengalami perubahan fisiologis, kimia dan fisik bila tidak ditangani secara tepat dan bernilai ekonomi rendah. Untuk itu diperlukan adanya pengolahan sehingga olahan pisang ini menjadi produk-produk variatif yang bernilai ekonomi tinggi. Salah satunya adalah pemanfaatan pisang sebagai bahan baku untuk pembuatan dodol. Pembuatan dodol pisang diharapkan akan memberikan nilai tambah, nilai gizi yang lebih baik dan sekaligus menjadi keanekaragaman olahan pisang. Dalam penelitian pembuatan dodol pisang ini menggunakan bahan baku pisang raja. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui respon panelis dan kandungan kimia (kadar air, kadar abu, kadar lemak, padatan terlarut) terhadap dodol pisang raja. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 Perlakuan dan 3 kali ulangan yaitu menggunakan perlakuan pisang raja 0 g dan tepung ketan 500g, pisang raja 150g dan tepung ketan 350g, pisang raja 250g dan tepung ketan 250g, pisang raja 350g dan tepung ketan 150g. Hasil penelitian ini didapatkan kandungan kimia untuk kadar air terendah yaitu sebesar 5,71%, kadar abu tertinggi 1,39%, kadar lemak tertinggi 4,94% dan padatan terlarut tertinggi 8.33obrix untuk perlakuan pisang raja 350g dengan tepung ketan 150g. Sementara untuk uji organoleptic menunjukkan tingkat kesukaan panelis dari segi warna bernilai 3,77, aroma 3,71, rasa 3,84, dan tekstur 3,77 yang semuanya berkategori suka untuk perlakuan pisang raja 250g dengan penambahan tepung ketan 250g.
Studi Sifat Fisika, Mekanika dan Keawetan Rotan Manau (Calamus manan Miq.) yang Telah Melalui Proses Penggorengan Minyak Jelantah Heriad Daud Salusu; Vania Azhara Waldini; Ita Merni Patulak; Nur Maulida Sari; Eva Nurmarini; Andi Yusuf; Riri Andriany
Poltanesa Vol 23 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : P2M Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/tanesa.v23i2.1975

Abstract

Rotan merupakan komoditas utama hasil hutan bukan kayu, karena memiliki nilai jual yang tinggi dan pasaran yang luas terutama pasar ekspor. Produk rotan telah turut berperan menambah penerimaan ekspor unggulan selain minyak dan gas bumi, serta dapat disejajarkan dengan penerimaan ekspor utama pertanian lainnya seperti kopi, karet, dan minyak sawit. Rotan Manau merupakan salah satu dari berbagai jenis rotan yang memiliki kualitas baik untuk bahan meubel dan furniture. Oleh karena itu, tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perlakuan penggorengan Rotan Manau yang memanfaatkan minyak jelantah pada sifat fisika dan mekanika seperti kadar air, keteguhan lentur (MoE) dan keteguhan patah (MoR) serta keawetan rotan terhadap serangan jamur. Metode penelitian yang dilakukan yaitu pengambilan bahan baku, pemotongan sampel uji, penggorengan rotan, pengujian sifat fisika, mekanika dan pengamatan serangan jamur pada rotan, setelah itu hasil pengujian dihitung dan di rata-ratakan. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata kadar air sampel (tanpa perlakuan) yaitu 16,386%, keteguhan lentur (MoE) 14355,15 kg/cm2 dan keteguhan patah (MoR) 162,81 kg/cm2. Dibandingkan pengujian sampel dengan perlakuan memiliki kadar air 10,463%, keteguhan lentur (MoE) 21151,07 kg/cm2 dan keteguhan patah (MoR) 213,74 kg/cm2. Hasil persentase dari pengamatan serangan jamur pada Rotan Manau tanpa perlakuan adalah sebesar 17,69%, sedangkan dengan perlakuan sebesar 5,4%. Persentase daya hambat minyak jelantah dalam mencegah serangan jamur pada rotan adalah sebesar 68,30%.
Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Limbah Industri Daun Kayu Putih di Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda Erina Hertianti; M. Fikri Hernandi; Wartomo Wartomo; Joko Prayitno; Heriad Daud Salusu; Andi Yusuf; Nur Maulida Sari; Nisrina Putri Hanifah; Irma Wahyuningtyas; Agung Nugrawan Kutana
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2025): November 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v5i6.945

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok PKK Dasawisma Lily 1 di Kelurahan Harapan Baru, Kota Samarinda, dalam memanfaatkan limbah daun kayu putih (Melaleuca leucadendra) menjadi pupuk organik cair. Limbah tersebut berasal dari industri penyulingan minyak atsiri PT Anugerah Bara Kaltim (ABK) dan selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Pelatihan dilakukan melalui sosialisasi, demonstrasi, dan praktik langsung pembuatan pupuk cair dengan metode fermentasi menggunakan bahan tambahan seperti air beras, air tebu, dan EM4. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap proses pengolahan limbah, kesadaran lingkungan, serta motivasi untuk mengembangkan inovasi berbasis limbah organik. Kegiatan ini menjadi model kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan masyarakat dalam mewujudkan ekonomi sirkular dan pengelolaan limbah berkelanjutan.
ANALISIS KUALITAS BRIKET ARANG DARI SERBUK GERGAJI KAYU MERANTI DAN KAYU ULIN SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF: ANALISIS KUALITAS BRIKET ARANG DARI SERBUK GERGAJI KAYU MERANTI DAN KAYU ULIN SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF Heriad Daud Salusu; Ari Agusman; Riri Andriany; Andi Yusuf; Nur Maulida Sari; Eva Nurmarini
Jurnal Riset Inossa : Media Hasil Riset Pemerintahan, Ekonomi dan Sumber Daya Alam Vol. 8 No. 1 (2026): June
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan Kota Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54902/83mzrd15

Abstract

The presence of biomass waste from Meranti and Ulin sawmill industries has the potential to pollute the environment while simultaneously storing renewable energy that remains underutilized. This study aims to analyze the quality of charcoal briquettes made from a mixture of Meranti and Ulin sawdust at various compositions, referring to the SNI 01-6235-2000 standard. The tested briquette quality parameters include moisture content, volatile matter, ash content, and calorific value. Meanwhile, density is not included as a testing parameter under the SNI standard; thus, its quality evaluation refers to the FAO standard. The results showed that the briquette density ranged from 0.3671 to 0.6438 g/cm³, with the treatment of 25% Meranti + 75% Ulin composition meeting the FAO standard (0.40–0.70 g/cm³). The moisture content ranged between 4.8674% and 7.1813%, all of which fell below the maximum SNI threshold (< 8%). The ash content fell within the range of 3.5454% to 6.3255%, also satisfying the SNI standard. The calorific value ranged from 5,576.40 to 6,020.73 cal/g, confirming that all treatments met the minimum calorific value requirement according to SNI (> 5,000 cal/g). However, the volatile matter parameter exhibited relatively high values, ranging from 36.1327% to 48.9953%. This high volatile matter content indicates an sub-optimal carbonization process and a remaining high concentration of volatile compounds within the raw materials. Overall, four out of the five quality parameters successfully met the SNI and FAO standard, demonstrating that the mixture of Meranti and Ulin holds significant potential as a raw material for quality briquettes, though improvements in the carbonization process are required to reduce the volatile matter content.
Inovasi Pemanfaatan Limbah Biomassa menjadi Asap Cair sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat Lokal Irma Wahyuningtyas; Erina Hertianti; Wartomo Wartomo; Muhammad Fikri Hernandi; Heriad Daud Salusu; Andi Yusuf; Joko Prayitno; Nur Maulida Sari; Nisrina Putri Hanifah; Agung Nugrawan Kutana; Dodi Sukma Rahadiyanto; Yulfriadi Parakka; Ester Sri Rahayu
Abdimas Mandalika Vol 5, No 6 (2026): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i6.42210

Abstract

Abstract:  This community service activity aims to empower farmer groups through outreach and demonstrations on how to convert wood waste into liquid smoke—a value-added and environmentally friendly product. The activity was attended by 25 people in Suko Mulyo Village, Sepaku Subdistrict, North Penajam Paser Regency. The implementation methods included preparing pyrolysis-based liquid smoke production equipment, delivering presentations on the potential of wood waste and the benefits of liquid smoke, demonstrating equipment operation, and conducting evaluations using pre-tests and post-tests. The results of the activity showed that the liquid smoke production equipment was successfully assembled and functioned well as a learning tool. The outreach and demonstrations were conducted interactively, with active participant engagement during discussions and hands-on practice. Evaluation results indicated an increase in participants’ understanding, as evidenced by 94% of participants demonstrating comprehension of the material following the activity. The outreach method, combined with practical demonstrations, proved effective in enhancing participants’ knowledge and skills regarding the production process and utilization of liquid smoke. This activity contributed to enhancing the farmers’ group’s capacity to transform wood waste into economically valuable products, while also supporting sustainable environmental management through the application of simple pyrolysis technology.Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan kelompok tani melalui sosialisasi dan demonstrasi pemanfaatan limbah kayu menjadi asap cair sebagai produk bernilai tambah dan ramah lingkungan. Kegiatan ini diikuti oleh 25 masyarakat Desa Suko Mulyo, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara. Metode pelaksanaan meliputi persiapan alat produksi asap cair berbasis pirolisis, penyampaian materi mengenai potensi limbah kayu dan manfaat asap cair, demonstrasi pengoperasian alat, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa alat produksi asap cair berhasil dirakit dan berfungsi dengan baik sebagai media pembelajaran. Sosialisasi dan demonstrasi berlangsung secara interaktif dengan partisipasi aktif peserta selama diskusi dan praktik. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta, yang ditandai dengan sebagian besar peserta (94%) yang memahami materi setelah kegiatan. Metode sosialisasi yang dipadukan dengan demonstrasi praktik terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta mengenai proses produksi dan pemanfaatan asap cair. Kegiatan ini berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas kelompok tani untuk memanfaatkan limbah kayu menjadi produk bernilai ekonomi, sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan melalui penerapan teknologi pirolisis sederhana.