Abstract: This community service activity aims to empower farmer groups through outreach and demonstrations on how to convert wood waste into liquid smoke—a value-added and environmentally friendly product. The activity was attended by 25 people in Suko Mulyo Village, Sepaku Subdistrict, North Penajam Paser Regency. The implementation methods included preparing pyrolysis-based liquid smoke production equipment, delivering presentations on the potential of wood waste and the benefits of liquid smoke, demonstrating equipment operation, and conducting evaluations using pre-tests and post-tests. The results of the activity showed that the liquid smoke production equipment was successfully assembled and functioned well as a learning tool. The outreach and demonstrations were conducted interactively, with active participant engagement during discussions and hands-on practice. Evaluation results indicated an increase in participants’ understanding, as evidenced by 94% of participants demonstrating comprehension of the material following the activity. The outreach method, combined with practical demonstrations, proved effective in enhancing participants’ knowledge and skills regarding the production process and utilization of liquid smoke. This activity contributed to enhancing the farmers’ group’s capacity to transform wood waste into economically valuable products, while also supporting sustainable environmental management through the application of simple pyrolysis technology.Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan kelompok tani melalui sosialisasi dan demonstrasi pemanfaatan limbah kayu menjadi asap cair sebagai produk bernilai tambah dan ramah lingkungan. Kegiatan ini diikuti oleh 25 masyarakat Desa Suko Mulyo, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara. Metode pelaksanaan meliputi persiapan alat produksi asap cair berbasis pirolisis, penyampaian materi mengenai potensi limbah kayu dan manfaat asap cair, demonstrasi pengoperasian alat, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa alat produksi asap cair berhasil dirakit dan berfungsi dengan baik sebagai media pembelajaran. Sosialisasi dan demonstrasi berlangsung secara interaktif dengan partisipasi aktif peserta selama diskusi dan praktik. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta, yang ditandai dengan sebagian besar peserta (94%) yang memahami materi setelah kegiatan. Metode sosialisasi yang dipadukan dengan demonstrasi praktik terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta mengenai proses produksi dan pemanfaatan asap cair. Kegiatan ini berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas kelompok tani untuk memanfaatkan limbah kayu menjadi produk bernilai ekonomi, sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan melalui penerapan teknologi pirolisis sederhana.
Copyrights © 2026