Ainun Nafisah
Universitas Lambung Mangkurat

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF GAME ONLINE TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL DAN AKADEMIK SISWA SEKOLAH DASAR Latifa Putri Ridhaningtyas; Ainun Nafisah; Ifan Anom Bintoro Aji
Joyful Learning Journal Vol. 15 No. 2 (2026): Joyful Learning Journal: Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jlj.v15i2.48796

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah memengaruhi pola aktivitas anak sekolah dasar, termasuk penggunaan permainan daring seperti Roblox. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak positif dan negatif permainan tersebut terhadap perkembangan sosial dan akademik siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei terhadap 36 siswa sekolah dasar. Instrumen penelitian berupa angket skala Likert yang mengukur aspek sosial positif, sosial negatif, dan akademik. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif berupa mean dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan memberikan dampak positif pada kemampuan komunikasi (mean 3,33), kerja sama (mean 3,33), dan pemecahan masalah (mean 3,42). Namun, ditemukan juga dampak negatif berupa berkurangnya interaksi sosial langsung (mean 2,50) serta penurunan motivasi belajar (mean 2,22). Mayoritas siswa bermain kurang dari 60 menit per hari dengan pengawasan orang tua. Penelitian ini menyimpulkan bahwa permainan digital dapat memberikan manfaat apabila digunakan secara terkontrol, tetapi berpotensi menimbulkan dampak negatif jika tidak diawasi dengan baik.  
Sekolah hijau atau sekadar slogan? Realitas di tepi Muara Barito Ainun Nafisah; Aslamiah Aslamiah; M. Ziyan Takhqiqi Arsyad; Bagus Aulia Iskandar; Ifan Anom Bintoro Aji; Diani Ayu Pratiwi; Putera Kamarul Hidayat; Muhammad Fadhil Kamil
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 9, No 3 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jdc.v9i3.109524

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tantangan utama dalam pengelolaan sekolah hijau di SD Tepi Muara Sungai Barito dan merumuskan strategi peningkatannya. Pendekatan kualitatif dengan studi kasus digunakan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap guru. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi sekolah hijau terhambat oleh keterbatasan anggaran, minimnya sumber daya, rendahnya partisipasi publik, serta absennya evaluasi dan tindak lanjut berkelanjutan. Temuan lain mengungkap belum adanya struktur organisasi yang jelas untuk mengelola gerakan sekolah hijau. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan program sekolah hijau membutuhkan dukungan pendanaan, kemitraan antar pihak, pembentukan tim penggerak, serta sistem pemantauan rutin agar inisiatif lingkungan dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan. Green schools or just a slogan? The reality on the banks of the Barito Estuary Abstract: This study aims to identify the key challenges in implementing green school management at an elementary school located near the Barito River estuary and to propose strategies for improvement. A qualitative case study approach was employed using interviews, observations, and documentation with teachers as participants. Data were analyzed using the Miles and Huberman model. The findings reveal that green school practices are hindered by limited budgets, inadequate resources, low public participation, and the absence of continuous evaluation and follow-up. Another important finding is the lack of a dedicated organizational structure to oversee green school initiatives. The study concludes that effective green school implementation requires adequate funding, cross-sector partnerships, the establishment of a clear task force, and consistent monitoring to ensure sustainable environmental programs.