Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Identification of Leadership Effectiveness Rani Tania Pratiwi; Deden Agustira; Dela Agustina
THE PRESTISE Vol. 1 No. 1 (2025): The Prestise: Journal of Educational Research
Publisher : Yayasan Dekhalisha Global Prestise

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Leadership development is very fast, very influential on the condition of leadership itself. Where, every leader is required to be able to improve the quality of their leadership. Leadership is a process carried out by a leader in moving organizational members to be able to work together to achieve organizational goals effectively and efficiently. The quality of a person's process of leading greatly determines the effectiveness of his leadership in achieving the goals of the organization. An effective leader of course is when able to synergize the goals of individuals, groups and organizations. Leadership is not only limited to calculations and planning, doing checklists, even rational analysis, but leadership is also the ability to touch the hearts, feelings and emotions of members. The method used in this study is the Systematic Literature Review (SLR) method. The SLR method is used to identify, review, evaluate, and interpret all available research with topic areas of interest to phenomena, with specific relevant research questions. With the use of the SLR method, a systematic review and identification of journals can be carried out, which in each process follows the steps or protocols that have been set. The results showed that the dominant leadership style used in effective leadership is transformational leadership.
Environmental Literacy Assessment Among Economic Education Students at Kuningan University Nur Umamah; Silpa Nabilah Sajidin; Amelia Pebrianti; Tesha Rismayanti; Deden Agustira
THE PRESTISE Vol. 2 No. 1 (2026): The Prestise: Journal of Educational Research
Publisher : Yayasan Dekhalisha Global Prestise

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Environmental literacy has become a critical competency in higher education, particularly in shaping future educators who will influence environmental awareness across society. This study investigates the environmental literacy levels among Economic Education students at Kuningan University, Indonesia, recognizing their pivotal role as future change agents in educational settings. Using a descriptive quantitative approach, data were collected from students through a structured questionnaire assessing five key dimensions: environmental knowledge, attention to environmental issues, environmental sensitivity, attitudes toward the environment, and pro-environmental behavior. The instrument was adapted from the Middle School Environmental Literacy Survey to ensure validity and reliability in measuring these interconnected components of environmental literacy. Results revealed a concerning gap between theoretical understanding and practical environmental action. While students demonstrated adequate environmental knowledge, they exhibited significantly lower levels in practical dimensions including attention, sensitivity, attitudes, and behavior. This discrepancy suggests that cognitive understanding alone does not automatically translate into environmental consciousness or sustainable practices. The study concludes that environmental literacy education needs fundamental strengthening through experiential learning approaches, community-based environmental projects, and comprehensive campus-wide sustainability initiatives. These interventions are essential to bridge the knowledge-action gap among future educators, enabling them to model and promote genuine environmental stewardship in their professional careers. The findings carry significant implications for curriculum development and pedagogical approaches in higher education institutions committed to advancing environmental sustainability.
Pelatihan Penyusunan Action Plan untuk Meningkatkan Kemampuan Guru Mendesain Perencanaan Pembelajaran di Kurikulum Merdeka Rani Tania Pratiwi; Yeyen Suryani; Atin Nuryatin; Hadziq Asyraf Dwi Ananda; Siska Aulia Hikmah; Deden Agustira; Titi Rusti
DEDIKASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2025): Juli
Publisher : Yayasan Dekhalisha Global Prestise

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu tugas yang dapat mencerminkan sikap profesional guru adalah melaksanakan kewajibannya dalam membuat perencanaan pembelajaran. Pentingnya menyusun perencanaan pembelajaran adalah untuk mengarahkan guru dalam merancang sebuah pembelajaran yang disenangi siswa. Rancangan pembelajaran tersebut sangat memungkinkan dilakukan variasi oleh guru. Sebagai bentuk perencanaan kegiatan pembelajaran dalam Lesson Study adalah menyusun action plan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mendesain perencanaan pembelajaran pada implementasi kurikulum merdeka melalui penyusunan action plan dalam rangkaian kegiatan Lesson Study. Kegiatan pengabdian ini berbentuk Pelatihan, yaitu proses terencana untuk memodifikasi sikap atau perilaku pengetahuan, keterampilan melalui pengalaman belajar. Tujuannya adalah untuk mencapai kinerja yang efektif dalam setiap kegiatan atau berbagai kegiatan. Kegiatan dilaksanakan pada Rabu, 08 Mei 2024 di Gedung Sekolah Pascasarjana Universitas Kuningan. Kegiatan dihadiri oleh kepala sekolah dan perwakilan guru dari SMPN 1 Maleber, SMPN 2 Cimahi, dan SMPN 4 Ciawigebang sejumlah 21 Guru. Sekolah-sekolah tersebut merupakan sekolah penggerak angkatan 3 jenjang SMP di Kabupaten Kuningan. Action plan yang dibuat oleh peserta sudah sesuai dan dapat diimplementasikan di sekolahnya masing-masing. Dalam action plan sudah jelas dicantumkan tanggal pelaksanaan lesson study. Dan ini merupakan keberlanjutan kegiatan pangabdian ini menjadi kegiatan penelitian.
Model Edukasi Literasi Lingkungan Berbasis Komunitas: Analisis Reflektif Kegiatan Pengabdian Masyarakat Deden Agustira; Hendra Sumantri; Alfi Nurhasanah
DEDIKASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2025): Juli
Publisher : Yayasan Dekhalisha Global Prestise

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi lingkungan warga Perum Quanta 2 Kuningan melalui model edukasi berbasis komunitas yang sepenuhnya berlandaskan pendekatan kualitatif deskriptif. Program dirancang kolaboratif dan partisipatif, memfasilitasi warga untuk menggali isu, mendiskusikan solusi, serta mempraktikkan aksi ramah lingkungan sehari-hari. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, diskusi kelompok terfokus, dan analisis dokumen komunitas selama Maret-April 2025. Analisis tematik menghasilkan lima tema utama: (1) menumbuhkan kesadaran ekologis, (2) edukasi sebagai penggerak: penguatan ikatan sosial aksi lingkungan, (3) tingkat partisipasi, (4) adaptasi sebagai proses, dan (5) tantangan berkelanjutan. Temuan menunjukkan bahwa literasi lingkungan berkembang bukan hanya pada ranah pengetahuan, tetapi juga pada sikap dan tindakan kolektif. Model edukasi berbasis komunitas ini terbukti efektif dalam memicu perubahan bermakna yang berpotensi diadaptasi pada pemukiman lain dengan karakteristik yang sama.
Pelatihan Literasi Berbasis Aktivitas untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis pada Siswa SMPN 2 Kadugede Rani Tania Pratiwi; Atin Nuryatin; Dela Agustina; Karelina Rahma Fazrin; Deden Agustira; Yeyen Suryani; Meri Maryati; Nyai Ade Rohmawati
DEDIKASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2025): November
Publisher : Yayasan Dekhalisha Global Prestise

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan keterampilan menulis siswa melalui pelatihan literasi berbasis aktivitas di SMPN 2 Kadugede, Kabupaten Kuningan. Observasi awal menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam mengekspresikan ide secara tertulis dan kurang termotivasi dalam kegiatan menulis. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan tahapan pemaparan materi strategi menulis kreatif, praktik menulis kontekstual tentang hobi dan pengalaman membaca, presentasi karya siswa, diskusi kelompok, dan refleksi pembelajaran. Kegiatan dirancang untuk menciptakan pengalaman belajar bermakna di mana siswa tidak hanya menerima materi tetapi juga berperan aktif mengembangkan keterampilan literasi melalui aktivitas yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan siswa mengekspresikan ide dengan percaya diri, menyusun kalimat yang koheren dan runtut, serta meningkatnya kesadaran tentang pentingnya membaca sebagai fondasi literasi. Sesi refleksi mengungkapkan antusiasme tinggi dari siswa terhadap metode pembelajaran yang diterapkan, dengan 87% siswa menyatakan termotivasi untuk terus berlatih menulis. Program ini membuktikan bahwa pelatihan literasi berbasis aktivitas efektif menciptakan suasana belajar yang interaktif, menyenangkan, dan bermakna, serta dapat menjadi strategi alternatif untuk penguatan keterampilan literasi di sekolah menengah pertama.
Penguatan Karakter Kepemimpinan Siswa melalui Latihan Dasar Kepemimpinan OSIS di SMP Satu Atap Margabakti Deden Agustira; Parman Rudiansyah; Hamidan Rahmat
DEDIKASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Yayasan Dekhalisha Global Prestise

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Basic Leadership Training (Latihan Dasar Kepemimpinan/LDK) represents a strategic capacity-building program designed to cultivate leadership competencies, self-confidence, and organizational skills among students. This community service activity aimed to enhance the leadership competencies of the student council (OSIS) executive members at SMP Satu Atap Margabakti, Kadugede District, Kuningan Regency — a school situated in a remote rural area characterized by limited access to systematic student development programs. The activity was conducted over a full day (approximately eight hours), engaging 25 participants comprising active OSIS executive members, student representatives, and OSIS faculty advisors. The instructional approach employed participatory training grounded in experiential learning principles, encompassing: leadership theory enrichment, public speaking and oratory exercises, deliberative consensus (musyawarah mufakat) simulation, and group dynamics activities. Evaluation was conducted through a participant satisfaction questionnaire (13 items, four-point Likert scale) and structured observation utilizing a three-tier rubric. Evaluation outcomes indicated an overall satisfaction rate of 85% (classified as Highly Satisfied), with 68% of participants attaining the highest level of active participation and 56% demonstrating voluntary presentation readiness. The novelty of this initiative lies in the implementation of an integrated LDK model within a satu atap (combined-level) school in a remote area that had previously lacked access to systematic leadership development interventions. The activity is recommended for continuation on a minimum annual basis per academic year.