Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Interaksi Kelompok sebagai Katalis Komunikasi Inovasi: Analisis Kualitatif Usaha Sablon Karang Taruna di Desa Paraikatte Adnan Yahya Salam; Arianto; Muh. Akbar
J-IKA : Jurnal Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas BSI Bandung Vol. 12 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jika.v12i2.11467

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran interaksi kelompok sebagai katalis dalam komunikasi inovasi pada usaha sablon Karang Taruna di Desa Paraikatte, Kabupaten Gowa. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Informan terdiri dari pengurus Karang Taruna, pemuda desa, konsumen, dan perwakilan pemerintah desa. Instrumen penelitian meliputi pedoman wawancara dengan topik terkait proses komunikasi, motivasi, dan hambatan adopsi inovasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal dalam kelompok mempercepat adopsi inovasi melalui pertukaran ide dan pengalaman. Kerangka teori Diffusion of Innovations dari Rogers digunakan untuk menjelaskan peran saluran komunikasi, karakteristik inovasi, serta sistem sosial dalam memengaruhi keputusan adopsi. Temuan juga menyoroti pentingnya dukungan pemerintah desa dan peran Karang Taruna sebagai agen perubahan dalam mendorong kewirausahaan berbasis komunitas. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis pada kajian komunikasi inovasi serta implikasi praktis bagi pengembangan ekonomi lokal yang berkelanjutan melalui pemberdayaan pemuda
Peran Media Sosial Dalam Promosi Budaya dan Pariwisata di Kabupaten Wakatobi Provinsi Sulawesi Tenggara Nurling Agustiani; Arianto; Muliadi Mau
Jurnal Komunikasi Vol. 15 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jkom.v15i2.12058

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media sosial dalam promosi budaya dan pariwisata Kabupaten Wakatobi serta mengevaluasi dampaknya terhadap kesadaran wisatawan dan jumlah kunjungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam dan observasi partisipatif. Data yang diperoleh dari Dinas Pariwisata Wakatobi serta wisatawan domestik dan mancanegara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram, Facebook dan TikTok merupakan platform yang paling efektif dalam promosi pariwisata, karena memungkinkan interaksi langsung dengan wisatawan serta penyebaran informasi yang lebih luas melalui fitur visual sehingga dapat meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung. Dari data yang di peroleh, jumlah wisatawan yang berkunjung di Wakatobi tahun 2023 sebanyak 9.117, mengalami menurunan dibanding tahun 2022 yang mencapai 11.338, tetapi di dominasi oleh wisatawan domestik berbeda dengan tahun 2023 yang di dominasi oleh wisatawan mancanegara
Tanggapan, Topik, dan Sentimen dalam Komentar pada Video YouTube Abel Cantika “Tampilan Makeup Favorit!” Viola Normayanti; Muh. Akbar; Arianto
Buana Komunikasi (Jurnal Penelitian dan Studi Ilmu Komunikasi) Vol 7 No 1 (2026): April
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik USB YPKP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32897/buanakomunikasi.2026.7.1.5295

Abstract

This study analyses netizen interactions with a YouTube video titled “Favourite Makeup Look!”. Favourite Makeup Products' uploaded by the Abel Cantika channel. The purpose of this study is to understand netizen interaction patterns and the sentiment contained in the comments, as well as to identify the level of toxicity in the video's comment section. The method used is a qualitative case study approach using Communalytic.org software. The findings of this study indicate that this video received very positive responses from the audience, with 93.88% of comments in English and 91.02% of comments in other languages showing positive sentiment. Comment activity experienced a significant surge in the period from late March to early April 2025, indicating potential virality. However, interactions after the peak tended to decline and were more one-sided, with few replies given. In addition, the average toxicity score was very low, indicating that the comments in this video tended to be safe and free from harmful content. The significance of these findings shows that the video was able to create a positive and safe space for interaction, but did not encourage further conversation or in-depth discussion