Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pancasila Economy: Forgotten Dream or Weapon Against Inequality? Suud Sarim Karimullah; Muammar Akbar Al Qhuraissy, Muammar Akbar Al Qhuraissy; Feri Irawan; Bambang Sunatar, Bambang Sunatar; Anugrah Bagus Sugiharto, Anugrah Bagus Sugiharto
Jurnal Lemhannas RI Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55960/jlri.v13i1.1023

Abstract

Purpose: This study explores various strategies that enable the integration of Pancasila values into the country's economic system, particularly in efforts to empower the people's economy and reduce dependence on significant capital. Study Design/Methodology/Approach: This study utilises library research to explore and integrate existing theoretical perspectives, both from classical and contemporary literature, with integrative and connective analysis across various literature so that it does not merely present separate theoretical perspectives. Findings: The Pancasila economy can serve as a national strategic plan to undermine the dominance of exploitative capitalism by introducing a new development paradigm based on social justice, economic sovereignty, and ecological sustainability. It can also function as a socio-economic engineering instrument that strengthens social cohesion, reinforces state legitimacy, and paves the way for Indonesia to emerge as a pioneer of alternative paradigms on the international stage. The economy can also provide creativity for other developing countries in regulating a more humanistic, inclusive, and equitable world economy. Originality/Value: The Pancasila economy not only strengthens the nation's independence and competitiveness through the management of resources that favour the people, the empowerment of MSMEs, and the fair redistribution of assets, but also presents a global alternative that challenges the paradigm of exploitative capitalism by placing social solidarity, cooperation, and ecological sustainability as the main foundations of economic development.
Pelatihan Public Speaking: Strategi Mengatasi Demam Panggung bagi Mahasiswa Generasi Z Harnia, Sitti; Rosdiana, Rosdiana; Juanda, La Ode Muhammad; Ashary, Aini; Abdillah, Hasyim; Al Qhuraissy, Muammar Akbar
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - April
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i1.7951

Abstract

Kemampuan berbicara di depan umum merupakan keterampilan penting yang perlu dimiliki mahasiswa di era digital, terutama bagi generasi Z yang kerap menghadapi tantangan berupa rasa gugup dan kecemasan saat tampil di depan publik. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kemampuan public speaking mahasiswa Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Halu Oleo, melalui pelatihan intensif yang memadukan pendekatan teknis dan psikologis. Metode pelaksanaan menggunakan kombinasi experiential learning, peer coaching, dan role play. Materi pelatihan meliputi teknik vokal dan artikulasi, struktur penyampaian pesan, gestur, intonasi, serta manajemen emosi untuk mengatasi demam panggung. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada lima aspek utama: pemahaman teknik dasar (40% menjadi 82%), penyusunan pesan (45% menjadi 80%), pengelolaan kecemasan (35% menjadi 78%), kepercayaan diri (38% menjadi 85%), dan penguasaan gestur serta suara (30% menjadi 76%). Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik dan reflektif efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara serta kepercayaan diri mahasiswa. Kegiatan ini penting sebagai model pelatihan berkelanjutan yang dapat diterapkan di perguruan tinggi lain untuk memperkuat kompetensi komunikasi mahasiswa di era digital.
Community-Based Social Welfare: A Sociological Study of Local Community Organizing Al Qhuraissy, Muammar Akbar
Socious Journal Vol. 2 No. 6 (2025): Journal Socious-December
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/t8jz5h88

Abstract

Persistent local social welfare problems indicate the limitations of state-centered welfare approaches in addressing micro-level social dynamics and community-specific needs. This condition has encouraged the emergence of community-based social welfare practices through local community organizing as an adaptive response to the shortcomings of formal interventions. This study aims to analyze how local community organizing processes shape, sustain, and constrain community-based social welfare from a sociological perspective. The study employs a qualitative approach with a sociological design, utilizing in-depth interviews, participant observation, and community document analysis. The findings reveal that community-based social welfare is a social construction produced through the interaction of organizational structures, power relations, and internal social capital. Community organizing functions as a mechanism for building solidarity and collective capacity, while simultaneously creating arenas of contestation that affect the inclusiveness of welfare access. Furthermore, external interventions and social change significantly influence the sustainability of community-based welfare, particularly in relation to community autonomy and social legitimacy. This study highlights the importance of positioning communities as primary actors in sustainable social welfare practices and policies.
Utilization of Ketinting Engine Assistance and Socio-Economic Changes among Traditional Fishermen Soulthoni, Hannin Pradita Nur; Al Qhuraissy, Muammar Akbar
APLIKATIF: Journal of Research Trends in Social Sciences and Humanities Vol. 5 No. 1 (2026): APLIKATIF: Journal of Research Trends in Social Sciences and Humanities
Publisher : Lembaga Junal dan Publikasi, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/aplikatif.901

Abstract

Traditional fishermen in coastal Indonesia continue to face persistent productivity constraints due to limited access to efficient fishing technology. This study investigates the utilization of ketinting engine assistance and its contribution to productivity improvement and socio-economic change among fishermen in Torombia Village, Kulisusu District, North Buton Regency, Southeast Sulawesi. A qualitative case study design was employed. Data were collected through semi-structured in-depth interviews, participant observation, and documentation, involving village officials, representatives of the Marine and Fisheries Service, recipient fishermen, and non-recipient fishermen selected through purposive and snowball sampling. Data were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, while trustworthiness was ensured through source and method triangulation. The findings indicate that ketinting engine assistance improved operational efficiency, expanded access to more productive fishing grounds, and increased catch volume from 3–5 kg to more than 10 kg per day, along with better catch quality. The assistance also contributed to greater household financial stability, improved capacity to meet educational and healthcare needs, and reduced reliance on informal loans. The study concludes that appropriate technology, when supported by local institutions and social capital, can enhance the social functioning of coastal communities, although its long-term sustainability depends on continuous technical training and improved local spare-parts access.
Komodifikasi Spiritualitas: Tinjauan Marxis atas Praktik Ekonomi dalam Ibadah Haji Rety Reka Merlins; Hasyim Abdillah; Rosdiana; Muammar Akbar Al Qhuraissy; Sitti Harnia
Jurnal Neo Societal Vol. 11 No. 1 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jns.v11i1.137

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis praktik komodifikasi dalam penyelenggaraan ibadah haji melalui perspektif teori Marx. Komodifikasi terjadi, ketika aktivitas ibadah yang tidak bersifat materi direduksi menjadi barang dagang yang bernilai tukar dalam struktur ekonomi kapitalis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis kajian literatur terhadap teori Marx, studi ekonomi keagamaan, dan praktik industry haji kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa penyelenggaraan ibadah haji membentuk rantai nilai ekonomi kompleks yang melibatkan negara, biro travel, dan perusahaan internasional. Proses komodifikasi ini, tanpa disadari membuat jamaah mengalami alienasi, komoditas ritual menjadi fetisisme, dan akses terhadap ruang sakral terstratifikasi menurut kelas sosial. Kesimpulan dari kajian ini menunjukkan bahwa komodifikasi spiritualitas tidak hanya mengubah makna ibadah, tetapi juga melahirkan ketimpangan sosial dalam praktek beragama.
Transformasi Ekonomi Petani Kakao Melalui Kemitraan: Studi Kasus Di Desa Mataiwoi, Sulawesi Tenggara Hannin Pradita Nur Soulthoni; Sitti Harnia; Muammar Akbar Al Qhuraissy; Muhammad Zaikin; Harjun Harjun
Jurnal Neo Societal Vol. 11 No. 1 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jns.v11i1.140

Abstract

Pembangunan sektor kakao di Indonesia masih menghadapi paradoks antara tingginya potensi produksi dan rendahnya kesejahteraan petani, yang dipengaruhi oleh keterbatasan produktivitas, ketergantungan pada tengkulak, serta lemahnya akses terhadap pasar dan kelembagaan pendukung. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika kemitraan strategis antara Sustainable Cocoa Production Program (SCPP), kelompok tani, dan Pemerintah Daerah dalam mendorong transformasi ekonomi petani kakao di Desa Mataiwoi, Sulawesi Tenggara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan 32 informan yang terdiri atas petani peserta dan non-peserta program serta aktor kelembagaan terkait. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, focus group discussion, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemitraan tripartit asimetris yang didukung diferensiasi peran yang jelas mampu mendorong transformasi ekonomi petani secara multidimensional, meliputi peningkatan produktivitas, kualitas produk, pendapatan, serta perubahan mindset dari subsistensi menuju orientasi bisnis. Namun demikian, dampak program belum terdistribusi secara merata akibat ketimpangan pra-eksisting dalam aset, modal sosial, dan akses institusional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kemitraan asimetris yang fungsional dapat menjadi mekanisme efektif dalam memutus poverty trap, sepanjang disertai strategi afirmatif untuk meningkatkan inklusivitas dan keberlanjutan transformasi ekonomi petani.
Komodifikasi Spiritualitas: Tinjauan Marxis atas Praktik Ekonomi dalam Ibadah Haji Rety Reka Merlins; Hasyim Abdillah; Rosdiana; Muammar Akbar Al Qhuraissy; Sitti Harnia
Jurnal Neo Societal Vol. 11 No. 1 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jns.v11i1.137

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis praktik komodifikasi dalam penyelenggaraan ibadah haji melalui perspektif teori Marx. Komodifikasi terjadi, ketika aktivitas ibadah yang tidak bersifat materi direduksi menjadi barang dagang yang bernilai tukar dalam struktur ekonomi kapitalis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis kajian literatur terhadap teori Marx, studi ekonomi keagamaan, dan praktik industry haji kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa penyelenggaraan ibadah haji membentuk rantai nilai ekonomi kompleks yang melibatkan negara, biro travel, dan perusahaan internasional. Proses komodifikasi ini, tanpa disadari membuat jamaah mengalami alienasi, komoditas ritual menjadi fetisisme, dan akses terhadap ruang sakral terstratifikasi menurut kelas sosial. Kesimpulan dari kajian ini menunjukkan bahwa komodifikasi spiritualitas tidak hanya mengubah makna ibadah, tetapi juga melahirkan ketimpangan sosial dalam praktek beragama.
Transformasi Ekonomi Petani Kakao Melalui Kemitraan: Studi Kasus Di Desa Mataiwoi, Sulawesi Tenggara Hannin Pradita Nur Soulthoni; Sitti Harnia; Muammar Akbar Al Qhuraissy; Muhammad Zaikin; Harjun Harjun
Jurnal Neo Societal Vol. 11 No. 1 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jns.v11i1.140

Abstract

Pembangunan sektor kakao di Indonesia masih menghadapi paradoks antara tingginya potensi produksi dan rendahnya kesejahteraan petani, yang dipengaruhi oleh keterbatasan produktivitas, ketergantungan pada tengkulak, serta lemahnya akses terhadap pasar dan kelembagaan pendukung. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika kemitraan strategis antara Sustainable Cocoa Production Program (SCPP), kelompok tani, dan Pemerintah Daerah dalam mendorong transformasi ekonomi petani kakao di Desa Mataiwoi, Sulawesi Tenggara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan 32 informan yang terdiri atas petani peserta dan non-peserta program serta aktor kelembagaan terkait. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, focus group discussion, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemitraan tripartit asimetris yang didukung diferensiasi peran yang jelas mampu mendorong transformasi ekonomi petani secara multidimensional, meliputi peningkatan produktivitas, kualitas produk, pendapatan, serta perubahan mindset dari subsistensi menuju orientasi bisnis. Namun demikian, dampak program belum terdistribusi secara merata akibat ketimpangan pra-eksisting dalam aset, modal sosial, dan akses institusional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kemitraan asimetris yang fungsional dapat menjadi mekanisme efektif dalam memutus poverty trap, sepanjang disertai strategi afirmatif untuk meningkatkan inklusivitas dan keberlanjutan transformasi ekonomi petani.
DYNAMIC SOCIAL EQUILIBRIUM IN WAKATOBI COASTAL COMMUNITIES: AN AGIL ANALYSIS OF POST-PANDEMIC TOURISM TRANSFORMATION Soulthoni, Hannin Pradita Nur; Arsyad, Muhammad; Al Qhuraissy, Muammar Akbar
Sosiohumaniora Vol 27, No 2 (2025): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2025
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v27i2.69934

Abstract

Tourism growth in island regions has reshaped local livelihoods and social relations, raising questions about how communities maintain social balance amid economic change. This study examines how coastal communities in Wakatobi respond to tourism-driven transformation and maintain social equilibrium. Using a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews with 18 informants, participant observation, and administrative data from 23 households. The analysis applies the AGIL framework to explore how economic, social, and cultural processes interact within the community. The findings show that tourism encourages livelihood diversification but also creates unequal access to opportunities. These pressures are managed through three key mechanisms: a shared orientation toward collective welfare, village deliberation as a form of social regulation, and the preservation of local cultural values as boundaries against market pressures. This study proposes the Island Social Equilibrium in Tourism Expansion (ISETE) model to explain how coastal communities respond to tourism-driven transformation. The findings demonstrate that social equilibrium is not a stable condition, but a continuously negotiated process shaped by tensions between economic change and social norms. The model offers a novel perspective by explaining how local communities actively sustain social stability rather than passively experiencing tourism impacts. These findings contribute to the understanding of social sustainability in tourism by highlighting the role of internal social system dynamics in maintaining community resilience.