Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Komodifikasi Spiritualitas: Tinjauan Marxis atas Praktik Ekonomi dalam Ibadah Haji Rety Reka Merlins; Hasyim Abdillah; Rosdiana; Muammar Akbar Al Qhuraissy; Sitti Harnia
Jurnal Neo Societal Vol. 11 No. 1 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jns.v11i1.137

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis praktik komodifikasi dalam penyelenggaraan ibadah haji melalui perspektif teori Marx. Komodifikasi terjadi, ketika aktivitas ibadah yang tidak bersifat materi direduksi menjadi barang dagang yang bernilai tukar dalam struktur ekonomi kapitalis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis kajian literatur terhadap teori Marx, studi ekonomi keagamaan, dan praktik industry haji kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa penyelenggaraan ibadah haji membentuk rantai nilai ekonomi kompleks yang melibatkan negara, biro travel, dan perusahaan internasional. Proses komodifikasi ini, tanpa disadari membuat jamaah mengalami alienasi, komoditas ritual menjadi fetisisme, dan akses terhadap ruang sakral terstratifikasi menurut kelas sosial. Kesimpulan dari kajian ini menunjukkan bahwa komodifikasi spiritualitas tidak hanya mengubah makna ibadah, tetapi juga melahirkan ketimpangan sosial dalam praktek beragama.
Transformasi Ekonomi Petani Kakao Melalui Kemitraan: Studi Kasus Di Desa Mataiwoi, Sulawesi Tenggara Hannin Pradita Nur Soulthoni; Sitti Harnia; Muammar Akbar Al Qhuraissy; Muhammad Zaikin; Harjun Harjun
Jurnal Neo Societal Vol. 11 No. 1 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jns.v11i1.140

Abstract

Pembangunan sektor kakao di Indonesia masih menghadapi paradoks antara tingginya potensi produksi dan rendahnya kesejahteraan petani, yang dipengaruhi oleh keterbatasan produktivitas, ketergantungan pada tengkulak, serta lemahnya akses terhadap pasar dan kelembagaan pendukung. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika kemitraan strategis antara Sustainable Cocoa Production Program (SCPP), kelompok tani, dan Pemerintah Daerah dalam mendorong transformasi ekonomi petani kakao di Desa Mataiwoi, Sulawesi Tenggara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan 32 informan yang terdiri atas petani peserta dan non-peserta program serta aktor kelembagaan terkait. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, focus group discussion, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemitraan tripartit asimetris yang didukung diferensiasi peran yang jelas mampu mendorong transformasi ekonomi petani secara multidimensional, meliputi peningkatan produktivitas, kualitas produk, pendapatan, serta perubahan mindset dari subsistensi menuju orientasi bisnis. Namun demikian, dampak program belum terdistribusi secara merata akibat ketimpangan pra-eksisting dalam aset, modal sosial, dan akses institusional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kemitraan asimetris yang fungsional dapat menjadi mekanisme efektif dalam memutus poverty trap, sepanjang disertai strategi afirmatif untuk meningkatkan inklusivitas dan keberlanjutan transformasi ekonomi petani.
Komodifikasi Spiritualitas: Tinjauan Marxis atas Praktik Ekonomi dalam Ibadah Haji Rety Reka Merlins; Hasyim Abdillah; Rosdiana; Muammar Akbar Al Qhuraissy; Sitti Harnia
Jurnal Neo Societal Vol. 11 No. 1 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jns.v11i1.137

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis praktik komodifikasi dalam penyelenggaraan ibadah haji melalui perspektif teori Marx. Komodifikasi terjadi, ketika aktivitas ibadah yang tidak bersifat materi direduksi menjadi barang dagang yang bernilai tukar dalam struktur ekonomi kapitalis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis kajian literatur terhadap teori Marx, studi ekonomi keagamaan, dan praktik industry haji kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa penyelenggaraan ibadah haji membentuk rantai nilai ekonomi kompleks yang melibatkan negara, biro travel, dan perusahaan internasional. Proses komodifikasi ini, tanpa disadari membuat jamaah mengalami alienasi, komoditas ritual menjadi fetisisme, dan akses terhadap ruang sakral terstratifikasi menurut kelas sosial. Kesimpulan dari kajian ini menunjukkan bahwa komodifikasi spiritualitas tidak hanya mengubah makna ibadah, tetapi juga melahirkan ketimpangan sosial dalam praktek beragama.
Transformasi Ekonomi Petani Kakao Melalui Kemitraan: Studi Kasus Di Desa Mataiwoi, Sulawesi Tenggara Hannin Pradita Nur Soulthoni; Sitti Harnia; Muammar Akbar Al Qhuraissy; Muhammad Zaikin; Harjun Harjun
Jurnal Neo Societal Vol. 11 No. 1 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jns.v11i1.140

Abstract

Pembangunan sektor kakao di Indonesia masih menghadapi paradoks antara tingginya potensi produksi dan rendahnya kesejahteraan petani, yang dipengaruhi oleh keterbatasan produktivitas, ketergantungan pada tengkulak, serta lemahnya akses terhadap pasar dan kelembagaan pendukung. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika kemitraan strategis antara Sustainable Cocoa Production Program (SCPP), kelompok tani, dan Pemerintah Daerah dalam mendorong transformasi ekonomi petani kakao di Desa Mataiwoi, Sulawesi Tenggara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan 32 informan yang terdiri atas petani peserta dan non-peserta program serta aktor kelembagaan terkait. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, focus group discussion, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemitraan tripartit asimetris yang didukung diferensiasi peran yang jelas mampu mendorong transformasi ekonomi petani secara multidimensional, meliputi peningkatan produktivitas, kualitas produk, pendapatan, serta perubahan mindset dari subsistensi menuju orientasi bisnis. Namun demikian, dampak program belum terdistribusi secara merata akibat ketimpangan pra-eksisting dalam aset, modal sosial, dan akses institusional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kemitraan asimetris yang fungsional dapat menjadi mekanisme efektif dalam memutus poverty trap, sepanjang disertai strategi afirmatif untuk meningkatkan inklusivitas dan keberlanjutan transformasi ekonomi petani.