Penambahan jumlah penduduk adalah perubahan populasi sewaktu-waktu. Perubahan jumlah penduduk dalam populasi dapat dihitung dengan menggunakan perwaktu unit. Dengan pertumbuhan populasi yang cepat di Indonesia, setiap aspek kehidupan dapat terpengaruh. Laju pertumbuhan penduduk yang kita ketahui didasarkan pada kelahiran, kematian, dan migrasi. Dari tahun 2010 hingga 2021, Sulawesi Tenggara terus mengalami peningkatan, meskipun pada tahun 2021 sempat mengalami penurunan karena faktor lain, salah satunya adalah wabah COVID-19 yang sedang meningkat. Ini menunjukkan bahwa penduduk Sulawesi Tenggara terus meningkat. Studi ini menyelidiki aplikasi teoritis persamaan diferensial dalam kehidupan sehari-hari. Studi ini menggunakan dua model yaitu model eksponensial dan model logistik. Hasil perhitungan dari kedua model menunjukkan bahwa hasil faktor laju pertumbuhan penduduk dalam model eksponensial bernilai positif, yang menunjukkan bahwa populasi akan terus meningkat sedangkan terdapat lima model dengan laju pertumbuhan yang berbeda untuk model logistik. Hasilnya menunjukkan populasi logistik 2.935.795 jiwa dan populasi eksponensial 2.763.583 jiwa. Dengan rata-rata galat 1,09%, model eksponensial digunakan untuk memperkirakan jumlah penduduk Sulawesi Tenggara pada tahun 2028. Model dan persamaan yang digunakan untuk memprediksi kondisi diharapkan sesuai dengan standar dan masih dapat mendukung pertumbuhan populasi di tahun-tahun mendatang.