Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Psikologi Pendidikan Islam: Analisis Tematik Fase Perkembangan Anak dalam Hadis Nabi Hasnan Ahmad Habiballah; Mualimin Mualimin; Mukaffan Mukaffan
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025): 2025
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v1i2.606

Abstract

Artikel ini menjawab urgensi pengembangan Psikologi Pendidikan Islam yang autentik dalam merespons tantangan pendidikan kontemporer, khususnya degradasi moral dan krisis identitas generasi muda yang dipicu pendekatan pendidikan sekuler yang mengabaikan dimensi spiritual-psikologis. Evaluasi terhadap studi-studi terdahulu mengungkap adanya gap signifikan antara dominasi teori perkembangan Barat dengan kajian Hadis normatif yang masih terfragmentasi, serta ketiadaan model perkembangan anak komprehensif berbasis Sunnah. Penelitian kualitatif dengan pendekatan library research ini menganalisis teks-teks primer dari kitab Kanz al-'Ummāl, 'Umdat al-Qārī, dan Dhakhīrat al-Ḥuffāẓ melalui teknik analisis tematik (maudū'i). Proses analisis data mengikuti model Miles dan Huberman meliputi reduksi data, penyajian data, dan verifikasi kesimpulan. Temuan novelty penelitian berhasil mengkonstruksi model tiga fase perkembangan anak (fitrah 0-7 tahun, taklif 7-14 tahun, takmīl 14-21 tahun) dengan karakteristik psikopedagogis spesifik dan implementasi dalam pendidikan kontemporer. Rekomendasi mencakup pengintegrasian model ke dalam kebijakan kurikulum, pengembangan pelatihan guru berbasis psikologi Islam, serta need assessment holistik yang menjadi agenda penelitian selanjutnya untuk menyempurnakan model ini melalui studi empiris yang lebih komprehensif.
Psikologi Pendidikan Akhlak: Integrasi Konsep Tazkiyatun Nafs Dengan Teori Moral Barat Ava Fahmi Yusif El Fikri; Mualimin Mualimin; Mukaffan Mukaffan
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025): 2025
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v1i2.607

Abstract

Penelitian ini membahas integrasi antara konsep Tazkiyatun Nafs dalam Islam dengan teori moral Barat dalam konteks psikologi pendidikan akhlak. Topik ini dipilih karena adanya kesenjangan antara pendekatan spiritual Islam dan teori moral sekuler dalam pembentukan karakter peserta didik. Hipotesis penelitian ini menyatakan bahwa penggabungan Tazkiyatun Nafs dengan teori moral Barat dapat menghasilkan model pendidikan akhlak yang lebih holistik, mencakup dimensi spiritual, kognitif, dan afektif. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan analisis deskriptif-komparatif terhadap literatur Islam klasik dan teori moral Barat (Kohlberg, Piaget, dan Gilligan). Hasil penelitian menunjukkan adanya titik temu pada aspek pengembangan kesadaran moral dan pengendalian diri. Integrasi ini penting karena memberikan dasar konseptual bagi pendidikan akhlak yang seimbang antara rasionalitas dan spiritualitas, sehingga relevan untuk diterapkan dalam sistem pendidikan modern.
Model Bimbingan Islami Sebagai Pendekatan Holistik Dalam Mewujudkan Ketenangan Batin Yuvita Nila; Mukaffan Mukaffan
Ahad: Multidisciplinary Journal of Islamic Studies Vol. 1 No. 3 (2025): Ahad: Multidisciplinary Journal of Islamic Studies
Publisher : Yayasan Mutiara Hati Moeslem

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64131/ahad.v1i3.49

Abstract

Perkembangan konseling Islami semakin relevan dalam menjawab tantangan kesehatan mental kontemporer. Artikel ini mengkaji tiga model utama, konseling Qur’ani, konseling Nabawi, dan pendekatan integratif sebagai kerangka holistik untuk mewujudkan ketenangan batin dan ketangguhan spiritual. Dengan metode kajian literatur kualitatif, penelitian ini mensintesis temuan dari karya ilmiah terbaru yang terbit pada periode 2020–2025. Model Qur’ani menekankan bimbingan melalui kisah para nabi dan ayat-ayat Al-Qur’an, yang memberi kejelasan emosional serta kenyamanan spiritual. Model Nabawi menitikberatkan pada mendengarkan secara empatik, nasihat yang lembut, serta keteladanan perilaku, sehingga membangun kepercayaan dan perubahan bertahap. Sementara itu, model integratif menggabungkan teknik psikologis modern seperti restrukturisasi kognitif dengan praktik spiritual seperti zikir dan doa, sehingga klien mampu mengelola stres sekaligus memperkuat identitas religius. Analisis menunjukkan bahwa ketiga model tersebut berkontribusi pada kesejahteraan holistik dengan mengintegrasikan dimensi psikologis, pedagogis, dan spiritual. Namun, masih terdapat celah riset berupa kurangnya uji empiris, perbandingan efektivitas, serta penerapan praktis di lembaga pendidikan dan komunitas. Artikel ini menegaskan bahwa konseling Islami tidak hanya memperkaya wacana akademik, tetapi juga menawarkan strategi praktis dalam pembinaan kesehatan mental masyarakat modern. Integrasi nilai keagamaan dengan teknik psikologis menjadi jalan berkelanjutan menuju ketenangan batin dan ketangguhan diri.