Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Konflik Internal Umat Islam: Antara Warisan Sejarah dan Harapan di Masa Depan Baihaki, Egi Sukma
FIKRAH Vol 6, No 1 (2018): June 2018
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6114.042 KB) | DOI: 10.21043/fikrah.v6i1.2606

Abstract

The diversities becomes the reason for some of the people to oppress a person or group which different with them. This conflict often occurs in religious life. Even this conditions are occurring in the internal of Muslim too. Sometimes, the existence of various flow, madhab and Islamic organizations make Muslims fragmented and inevitably claim one another. The truth claim and political interests with the power of the mass aggravating the internal conflict. Chide each other, blaming and misleading people or groups become routines that we often encounter. By using a qualitative approach in the form of literature studies (Library Research) we will find that the internal conflicts of Muslims are both historical products and heritage caused by political interests, as well as differences in religious understanding. As long as the ego, political interests, and fanaticism still exist, the differences that exist between Muslims are very difficult to unite. Conflicts can be resolved if there is consensus to respect each other and maintain good relations by promoting a spirit of unity and prioritizing the interests of religion. This research is expected to be an input in designing efforts to resolve internal conflicts of Muslims.
Integrasi Ilmu, Ulama, Pendidikan, dan Teknologi Perspektif KH. Misbah Mustafa dalam Tafsīr Tāj al-Muslimīn min Kalām Rabb al-‘Ālamīn Egi Sukma Baihaki
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ilmu pengetahuan dan teknologi terus berkembang dan menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia. Dalam sejarahnya, ilmu pengetahuan mengalami berbagai perdebatan dan mengalami diskursus tidak hanya dalam sejarah ilmu pengetahuan, akan tetapi dibahas pula oleh para ulama. Dikotomi ilmu dan upaya untuk mengislamisasi ilmu pengetahuan menjadi dinamika yang ada dalam sejarah ilmu di dunia Islam. Umat Islam yang sebelumnya berjaya di bidang ilmu pengetahuan pada akhirnya mengalami ketertinggalan. Ketertinggalan umat Islam di bidang pengetahuan dan teknologi membuat sebagian pihak terlena, pasrah, dan ada pula yang berusaha bangkit. Penelitian ini menggunakan metode tematik tokoh dengan menjadikan KH. Misbah Mustafa sebagai tokoh yang dikaji pemikirannya melalui karyanya, yaitu: Tafsīr Tāj al-Muslimīn min Kalām Rabb al-‘Ālamīn. Dapat disimpulkan bahwa KH. Misbah Mustafa dalam karyanya ikut membahas beberapa jenis ilmu, meminta umat Islam untuk giat belajar, mempelajari ilmu tertentu, mengkritisi kondisi ulama dan umat Islam di bidang pendidikan, dan menyikapi ketertinggalan umat Islam di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Nobar Film Muhammad The Messenger of God: Strategi Meningkatkan Pengetahuan Sejarah Nabi di SDN Malati Muhammad Fajri; Netipoom Langkawiket; Sayyidah Khodijah; Egi Sukma Baihaki
Empowerment: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Empowerment
Publisher : LP2M STAI Darul Kamal NW Kembang Kerang-NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51700/empowerment.v5i2.1330

Abstract

Perkembangan teknologi adalah hal yang terjadi di setiap tempat terutama media sosial menjadi sumber informasi yang paling mudah digapai melalui gawai, generasi alpha menjadi konsumen yang paling tinggi dalam mengonsumsi media sosial. Melalui pendekatan Participatory Action Research nonton bareng film Muhammad The Messenger of God bertujuan untuk membantu anak SDN Malati Desa Cibodas dalam proses pembentukan karakter yang dialami generasi alpha dalam era globalisasi dan tontonan yang beragam dari media sosial dengan lebih mengenal sosok Nabi Muhammad bukan hanya sebagai tokoh penting dalam agama yang harus dipercaya namun sebagai tokoh yang harus diteladani. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif didapat bahwa dengan nonton bareng film Muhammad The Messenger of God dapat meningkatkan pengetahuan anak-anak SDN Malati Desa Cibodas mengenai siapa sosok Nabi Muhammad dan keteladanan yang dapat contoh dari hidupnya.
Lomba Cerdas Cermat dalam Meningkatkan Pengetahuan Sirah Nabawiyah di Dusun Karang Saat Heri Irawan; Muhammad Syaiful Amin; Nasabandia Nasabandia; Soniya Soniya; Egi Sukma Baihaki
Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UNWAHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/w0y6e831

Abstract

Pendidikan adalah proses penting dalam membentuk karakter dan meningkatkan pemahaman seseorang terhadap suatu ilmu, termasuk dalam bidang keagamaan. Namun, di kalangan anak-anak di Cibodas, Karang Saat, minat belajar masih tergolong rendah, terutama dalam memahami sejarahdan keluarga Nabi. Untuk meningkatkan minat dan pemahaman mereka terhadap ajaran Islam diadakan lomba cerdas cermat. Lomba cerdas cermat menggunakan dua metode yakni metode tim dan rebutan. Cerdas Cermat ini terdiri dari tiga babak, yaitu babak penyisihan, babak semifinal, dan babak final. Pada babak penyisihan, peserta dibagi menjadi dua kategori, yaitu tingkat SD yang terdiri dari 6 peserta dan tingkat SMP yang terdiri dari 4 peserta. Mereka bersaing untuk lolos ke babak semifinal. Di babak semifinal, terpilih 3 peserta dari tingkat SD dan 3 peserta dari tingkat SMP yang kemudian bertanding di babak final untuk memperebutkan gelar juara. Dari hasil perlombaan, satu peserta dari tingkat SMP berhasil lolos dari babak penyisihan hingga ke babak final dan akhirnya meraih juara 1 dari total 10 peserta yang bertanding di babak final. Hasil kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan minat anak-anak Cibodas, karang saat untuk belajar lebih dalam mengenai sejarah Nabi dan keluarganya.
Identitas Âzar Dalam Literatur Tafsir Nusantara Egi Sukma Baihaki
Al-Fanar: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Vol 1 No 1 (2018): July
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.466 KB) | DOI: 10.33511/alfanar.v1n1.1-18

Abstract

Âzar is one character names enshrined in the Qur'an, which appears in the story of Ibrâhîm's preaching dialogue. The figure of Âzar into a debate among historians as well as mufassir. The difference of views regarding the identity of Âzar, closely related to the sources of the Torah, which was used as a comparison to explain the figure of Âzar mentioned in the Qur'an. The identity of Âzar in the end, a debate in the realm of theology, as it pertains to the sanctity of nasab to the prophets. Differences of interpretation regarding the identity of Âzar keeps going, in every time and every interpretation of written. The coming of Islam to the archipelago, at the same time the entrance for everything related to the teachings of religion including knowledge and debate theology. With the method of comparative thematic and theological approach, it can be concluded that, the issue of the identity of the Âzar also developed in the literature the interpretation of the archipelago. There are three views on the identity of Âzar in the literature the interpretation of the archipelago. First, it holds that Âzar was Ibrâhîm's father which included these groups is Hasbi, Hamka was the Tafsir Kemenag RI. Second, it holds that Âzar was Ibrâhîm's uncle, which useudes this group is al-Nawawi and Quraish Shihab. A second view of the exegetes this Archipelago has theological ramifications as it did on the classical exegetes. For those who consider Âzar was Ibrâhîm's biological father, then they are not disputed there was a pagan Prophet who parents, but for those who think that their father is not Âzar theologically they hold on the sanctity of nasab the Prophet spared from the pagan ancestors.