Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimalisasi limbah ubi kayu melalui pengolahan fermentasi di sentra sapi potong rakyat sebagai upaya pertanian berkelanjutan di Desa Qurnia Mataram, Lampung Tengah Desi Maria Sinaga; Andre Meiditama Kasenta; Vindo Rossy Pertiwi; Dina Tri Marya; Muhammad Guna Darma; Jony Saputra
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.31511

Abstract

Abstrak Desa Qurnia Mataram merupakan desa di Kecamatan Seputih Mataram, Kabupaten Lampung Tengah merupakan salah satu pusat pengolahan tepung tapioka. Permasalahan utama yang ditemukan di Desa Qurnia Mataram adalah tingginya jumlah limbah ubi kayu hasil pabrik yang belum dimanfaatkan dengan optimal. Hasil samping pengolahan seperti onggok dan limbah kulit ubi kayu merupakan salah satu pakan alternatif yang dapat digunakan sebagai pakan ternak ruminansia. Selain sebagai sumber industri tepung tapioka, Desa Qurnia Mataram juga merupakan sentra sapi potong. Hal ini dapat menjadi solusi yang potensial terhadap penyediaan pakan bagi ternak sapi potong di Desa Qurnia Mataram. Transfer teknologi yang ditawarkan kepada kelompok tani di desa tersebut adalah pengolahan pakan fermentasi untuk meningkatkan kualitas limbah ubi kayu serta memperpanjang masa simpan pakan. Sehingga penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan peternak dalam pembelian pakan. Limbah kulit ubi kayu yang masih memiliki kandungan nutrisi cukup baik dapat menjadi pakan alternatif untuk meningkatkan produktivitas ternak sapi potong sebagai upaya pertanian berkelanjutan di Desa Qurnia Mataram, Lampung Tengah. Setelah kegiatan berlangsung, sebanyak 80% peserta menyatakan mampu mempraktikkan pembuatan pakan fermentasi secara mandiri dan mampu meningkatkan daya suka ternak. Selain itu, solusi ini juga memenuhi aspek kuantitas, kualitas, dan kontinuitas. Kata kunci: fermentasi; hijauan; limbah ubi kayu; sapi potong; penyuluhan; teknologi pakan Abstract Qurnia Mataram Village, located in Seputih Mataram Sub-district, Central Lampung Regency, is one of the centers for tapioca flour processing. A major issue identified in this village is the large amount of cassava waste generated by local processing industries, which remains underutilized. By-products such as onggok (cassava pulp) and cassava peels represent alternative feed that can be used for ruminant livestock. In addition, Qurnia Mataram is also a center for beef cattle farming. This presents a potential solution for addressing the local feed supply challenges for cattle. The technology transfer introduced to farmer groups in the village involved the production of fermented feed to enhance the nutritional quality and shelf life of cassava waste. The outreach program aimed to improve farmers welfare by reducing the cost of feed procurement. Cassava peels, which still contain valuable nutrients, can serve as an alternative feed to improve beef cattle productivity, contributing to sustainable livestock farming in Qurnia Mataram Village, Central Lampung. Following the activity, 80% of participants reported being able to independently produce fermented feed and increased palatability among their livestock. Moreover, this solution effectively addressed the aspects of feed quantity, quality, and continuity. Keywords: beef cattle; cassava waste; dissemination; feed technology; fermentation; forage
UREA MOLASES BLOK SEBAGAI PAKAN SUPLEMEN UNTUK TERNAK KAMBING LOKAL PADA BERKAH MANDIRI FARM DESA PEJAMBON KECAMATAN NEGERI KATON Andre Meiditama Kasenta; Agung Adi Candra; Riko Noviadi; Nani Irwani; Nurul Azizah Usman; Lisa Aprilia
JURNAL ABDIMAS DOSMA (JAD) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari
Publisher : IKATAN ALUMNI DOSEN MAGANG KEMENRISTEKDIKTI TAHUN ANGKATAN 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Feed availability and quality are critical factors affecting the productivity of small ruminant livestock. In smallholder farming systems, feed management remains a major constraint due to limited availability of quality forage, seasonal fluctuations in feed supply, and low adoption of feed processing technologies. Similar challenges were identified in the Berkah Mandiri Farm farmer group in Pejambon Village, Negeri Katon District, Pesawaran Regency, where traditional goat husbandry and simple feed management practices are still commonly applied. This community service program aimed to enhance farmers’ knowledge and skills through the introduction and application of Urea Molasses Block (UMB) as a feed supplement for local goats. The activities were conducted through extension sessions, hands-on training on UMB production, and evaluation using questionnaires. The results showed that farmers were able to independently produce UMB and understand its benefits as a supplementary source of nutrients. Overall, participants’ level of understanding regarding feed technology and UMB reached 75%, categorized as “good understanding”. The application of UMB technology is expected to improve feed management, enhance the productivity of local goats, and support the sustainable development of smallholder goat farming.