Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGOLAHAN AMONIASI JERAMI PADI DENGAN PENAMBAHAN UREA UNTUK MENINGKATKAN KECERNAAN RUMINANSIA Cintia Agustin Patria; Neko Riffiandi; Vindo Rossy Pertiwi; Nurhayati Nurhayati; Nurul Azizah Usman; Yadi Priabudiman
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v3i1.2374

Abstract

Salah satu usaha untuk meningkatkan kualitas jerami padi dapat dilakukan dengan meningkatkan nilai cernanya melalui pemecahan ikatan kompleks lignoselulosa baik secara kimia, fisika, biologi maupun kombinasinya (Doyle et al., 1984). Teknik amoniasi termasuk perlakuan alkali yang dapat meningkatkan daya cerna jerami padi. Penduduk di Dusun Kedondong, Desa Tanjung Agung, Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran sebagian besar bergerak di bidang pertanian dan peternakan. Ketersediaan jerami padi yang cukup tinggi belum dimanfaatkan secara optimal oleh petani peternak bahkan jerami padi sering dibakar sehingga terbuang percuma. Kondisi ini terjadi karena kurangnya pengetahuan petani peternak dalam memanfaatkan jerami padi sebagai pakan ternak ruminansia. Jerami padi dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak terutama pada saat musim kering, ketersediaan hijauan pakan ternak termasuk rumput terbatas dan sulit dicari. Metode yang digunakan yaitu melalui penyuluhan dan diskusi bersama masyarakat terkait pengolahan jerami. Kesimpulan yang didapatkan bahwasannya masyarakat sangat antusias serta menerapkan pembuatan amoniasi pada jerami.
Pengaruh Pemeliharaan Intensif pada Kambing Terhadap Infeksi Parasit Cacing Gastrointestinal di Desa Rajabasa Lama Kabupaten Lampung Timur Vindo Rossy Pertiwi; Otto Sahat Martua Silaen
Jurnal Veteriner dan Biomedis Vol. 1 No. 2 (2023): September
Publisher : Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jvetbiomed.1.2.72-76.

Abstract

Ternak kambing merupakan alternatif bagi pemenuhan kebutuhan protein hewani karena memiliki siklus reproduksi yang lebih cepat dibandingkan sapi dan kerbau. Pemeliharaan intensif yang tidak tepat dapat berdampak negatif pada kesehatan kambing, terutama terkait dengan infeksi parasit cacing gastrointestinal. Desa Rajabasa Lama salah satu wilayah yang potensial untuk ternak kambing. Namun ternak sebagian besar dikandangkan dengan model panggung di area dekat rumah. Hal ini dapat menjadi masalah kesehatan bagi ternak dan manusia. Pada penelitian ini menggunakan sampe feses kambing sejumlah 50 ekor dengan menggunakan metode natif dan apung. Hasil penelitian menunjukan adanya telur Oesophagostomum sp. (36%), telur Strongyloides sp. (22%), dan telur Moniezia sp. (8%). Kejadian infeksi parasit di Desa Rajabasa Lama dapat dipengaruhi oleh faktor pemeliharaan. Secara umum, pemeliharaan kambing di wilayah tersebut dilakukan secara intensif. Sistem pemeliharaan intensif yaitu menempatkan ternak di dalam kandang dan tidak digembalakan serta dapat akibat dari pemberian pakan berupa rumput hijauan dan tambahan berupa onggok. Kesimpulan dari penelitian ini adalah infeksi parasit cacing gastrointestinal merupakan masalah yang signifikan dalam pemeliharaan kambing di Desa Rajabasa Lama, Kabupaten Lampung Timur. Hal ini menunjukkan bahwa langkah-langkah pengendalian dan pencegahan infeksi perlu diterapkan secara efektif.
Optimalisasi limbah ubi kayu melalui pengolahan fermentasi di sentra sapi potong rakyat sebagai upaya pertanian berkelanjutan di Desa Qurnia Mataram, Lampung Tengah Desi Maria Sinaga; Andre Meiditama Kasenta; Vindo Rossy Pertiwi; Dina Tri Marya; Muhammad Guna Darma; Jony Saputra
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.31511

Abstract

Abstrak Desa Qurnia Mataram merupakan desa di Kecamatan Seputih Mataram, Kabupaten Lampung Tengah merupakan salah satu pusat pengolahan tepung tapioka. Permasalahan utama yang ditemukan di Desa Qurnia Mataram adalah tingginya jumlah limbah ubi kayu hasil pabrik yang belum dimanfaatkan dengan optimal. Hasil samping pengolahan seperti onggok dan limbah kulit ubi kayu merupakan salah satu pakan alternatif yang dapat digunakan sebagai pakan ternak ruminansia. Selain sebagai sumber industri tepung tapioka, Desa Qurnia Mataram juga merupakan sentra sapi potong. Hal ini dapat menjadi solusi yang potensial terhadap penyediaan pakan bagi ternak sapi potong di Desa Qurnia Mataram. Transfer teknologi yang ditawarkan kepada kelompok tani di desa tersebut adalah pengolahan pakan fermentasi untuk meningkatkan kualitas limbah ubi kayu serta memperpanjang masa simpan pakan. Sehingga penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan peternak dalam pembelian pakan. Limbah kulit ubi kayu yang masih memiliki kandungan nutrisi cukup baik dapat menjadi pakan alternatif untuk meningkatkan produktivitas ternak sapi potong sebagai upaya pertanian berkelanjutan di Desa Qurnia Mataram, Lampung Tengah. Setelah kegiatan berlangsung, sebanyak 80% peserta menyatakan mampu mempraktikkan pembuatan pakan fermentasi secara mandiri dan mampu meningkatkan daya suka ternak. Selain itu, solusi ini juga memenuhi aspek kuantitas, kualitas, dan kontinuitas. Kata kunci: fermentasi; hijauan; limbah ubi kayu; sapi potong; penyuluhan; teknologi pakan Abstract Qurnia Mataram Village, located in Seputih Mataram Sub-district, Central Lampung Regency, is one of the centers for tapioca flour processing. A major issue identified in this village is the large amount of cassava waste generated by local processing industries, which remains underutilized. By-products such as onggok (cassava pulp) and cassava peels represent alternative feed that can be used for ruminant livestock. In addition, Qurnia Mataram is also a center for beef cattle farming. This presents a potential solution for addressing the local feed supply challenges for cattle. The technology transfer introduced to farmer groups in the village involved the production of fermented feed to enhance the nutritional quality and shelf life of cassava waste. The outreach program aimed to improve farmers welfare by reducing the cost of feed procurement. Cassava peels, which still contain valuable nutrients, can serve as an alternative feed to improve beef cattle productivity, contributing to sustainable livestock farming in Qurnia Mataram Village, Central Lampung. Following the activity, 80% of participants reported being able to independently produce fermented feed and increased palatability among their livestock. Moreover, this solution effectively addressed the aspects of feed quantity, quality, and continuity. Keywords: beef cattle; cassava waste; dissemination; feed technology; fermentation; forage
Penerapan Teknologi Inovatif Herbal Mineral Blok (HMB) dalam Rangka Pemberdayaan Peternak dan Optimalisasi Pakan Kambing Melia Afnida Santi; Desi Maria Sinaga; Heni Suryani; Vindo Rossy Pertiwi; Intan Kamilia Hapsari; Harfina Rais
Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat) Vol 5 No 4 (2025): Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakamitra.v5i4.1029

Abstract

Kelompok Tani Mandiri di Desa Rajabasa Baru, Kecamatan Mataram Baru, Lampung Timur merupakan salah satu kelompok peternak kambing yang mengalami permasalahan pada usaha ternaknya, seperti kematian kambing dan pertumbuhan yang tidak optimal. Permasalahan ini umumnya disebabkan oleh ketidakseimbangan asupan nutrisi, khususnya mineral dan zat tambahan pakan lainnya. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan dan menerapkan teknologi tepat guna berupa pembuatan Herbal Mineral Blok (HMB) sebagai inovasi suplemen pakan untuk meningkatkan kesehatan dan produktivitas kambing. Kegiatan dilakukan melalui metode sosialisasi, demonstrasi langsung, dan pendampingan kepada peternak mengenai bahan, alat, formulasi, serta teknik pembuatan HMB dari bahan lokal yang mudah diperoleh. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peternak sangat antusias dan memahami manfaat penggunaan HMB sebagai suplemen pakan alternatif serta menyatakan kesiapan untuk menerapkannya secara mandiri dalam usaha ternak. Kesimpulannya, penerapan teknologi HMB ini berpotensi menjadi solusi inovatif yang mudah diadopsi oleh peternak skala kecil dalam upaya pemberdayaan dan peningkatan efisiensi pakan kambing.