Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Sosialisasi Penanganan Kesehatan pada Ternak Kambing di Desa Sungai Langka, Kabupaten Pesawaran, Lampung Agung Adi Candra; Dwi Desmiyeni Putri; Riko Noviadi; Nani Irwani; Heni Suryani; Gusma Gama Maradon; Zairiful Zairiful; Harfina Rais; Desi Maria Sinaga
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 3, No 3 (2023): Abdira, Juli
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v3i3.364

Abstract

This activity aims to provide education to farmers in Sungai Langka Village, Pesawaran Regency regarding health care for ruminants. The main target of this activity is the etawa breeder in Sungai Langka Village. The activity method is carried out in monologue and practice. The activity began with presentation, how to identify symptoms of livestock diseases and how to handle it. Based on the results of the activities that have been carried out, farmers are very enthusiastic about the socialization material provided. This was proven by the active role of the participants, especially farmers, in the discussion session regarding how to handle livestock health which is commonly found in PE goats. After socialization are held, farmers gain knowledge about how to handle common diseases and able to apply disease control in the field. The results of this activity are expected to minimize the number of livestock deaths due to disease and the number of livestock affected by the disease can be handled properly. Decreasing diseases will contribute to increasing the productivity of ruminants, especially PE goats in Sungai Langka Village.
Pelatihan Pengolahan Limbah Pertanian Sebagai Hijauan Makanan Ternak Desa Tanjung Rejo, Lampung Harfina Rais; Nani Irwani; Intan Kamilia Habsari; Desi Maria Sinaga; Heni Suryani; Gusma Gama Maradon
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 3, No 3 (2023): Abdira, Juli
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v3i3.370

Abstract

The role of education in higher education is very important to prepare students to become individuals who have the ability to be able to develop themselves further. Based on the results of a field survey, data on students who continue their tertiary education in Langkaplancar Village are still lacking, and their motivation to continue on to tertiary education is still low. The reality is that currently in Langkaplancar Village there are many high school graduates/equivalents who decide not to continue their education at tertiary institutions, some choose to work or even become unemployed, due to economic factors and lack of motivation. One of the efforts made to solve this problem is holding an Education Motivation Training Seminar. The purpose of this activity is to increase student motivation to continue their studies at tertiary institutions and to raise awareness of all parties, especially parents, in providing support for children to continue on to tertiary institutions. The results of this community service activity are (1) Socialization and coordination with related elements (2) Implementation of activities and (3) Responses of the Village Government, School Principals, Teachers and Parents to activities.
PENYULUHAN PENANGANAN KESEHATAN TERNAK RUMINANSIA DI DESA MARGOREJO KABUPATEN PESAWARAN Vindo Rossy Pertiwi; Intan Kamilia Habsari; Desi Maria Sinaga; Nurul Azizah Usman; Harfina Rais
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v5i1.4098

Abstract

Provinsi Lampung mempunyai peluang yang cukup strategis untuk pengembangan ternak ruminansia karena ketersediaan sumber daya alam yang mendukung. Peternakan rakyat pada saat ini sudah menyebar luas namun kondisi tatalaksana pemeliharaan belum optimal. Kendala yang masih sering dihadapi peternak adalah kurangnya pengetahuan pada penanganan gangguan reproduksi dan kesehatan ternak, model perkandangan yang tidak sesuai dengan kondisi geografis daerah. Sebagian besar peternak masih memelihara secara tradisional tanpa memerhatikan aspek tatalaksana pemeliharaan, manajemen reproduksi, dan kesehatan serta pembuatan kandang yang memenuhi aspek sanitasi dan higienitas. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pembelajaran mengenai penanganan kesehatan ternak di Desa Margorejo, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung. Metode yang digunakan adalah dengan pemberian materi dan diskusi bersama peternak. Hasil yang ditunjukkan dalam persentase sesudah diberikan penyuluhan meningkat dari semula 60% menjadi 100% hal ini berarti ada perubahan pengetahuan yang didapatkan oleh setiap peternak. Sehingga diharapkan dengan kemampuan individu tersebut dapat mengaplikasinya dengan sebaik mungkin sehingga dapat mengatasinya sendiri tanpa campur tangan dahulu petugas kesehatan. Selanjutnya, kesimpulan dari kegiatan dengan metoda penyuluhan dapat mewujudkan salah satu tujuan pemerintah untuk meningkatkan kesehatan khususnya pada ternak ruminansia dan melakukan tindakan pencegahan atau biosecurity terhadap paparan penyakit.
Optimalisasi limbah ubi kayu melalui pengolahan fermentasi di sentra sapi potong rakyat sebagai upaya pertanian berkelanjutan di Desa Qurnia Mataram, Lampung Tengah Desi Maria Sinaga; Andre Meiditama Kasenta; Vindo Rossy Pertiwi; Dina Tri Marya; Muhammad Guna Darma; Jony Saputra
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.31511

Abstract

Abstrak Desa Qurnia Mataram merupakan desa di Kecamatan Seputih Mataram, Kabupaten Lampung Tengah merupakan salah satu pusat pengolahan tepung tapioka. Permasalahan utama yang ditemukan di Desa Qurnia Mataram adalah tingginya jumlah limbah ubi kayu hasil pabrik yang belum dimanfaatkan dengan optimal. Hasil samping pengolahan seperti onggok dan limbah kulit ubi kayu merupakan salah satu pakan alternatif yang dapat digunakan sebagai pakan ternak ruminansia. Selain sebagai sumber industri tepung tapioka, Desa Qurnia Mataram juga merupakan sentra sapi potong. Hal ini dapat menjadi solusi yang potensial terhadap penyediaan pakan bagi ternak sapi potong di Desa Qurnia Mataram. Transfer teknologi yang ditawarkan kepada kelompok tani di desa tersebut adalah pengolahan pakan fermentasi untuk meningkatkan kualitas limbah ubi kayu serta memperpanjang masa simpan pakan. Sehingga penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan peternak dalam pembelian pakan. Limbah kulit ubi kayu yang masih memiliki kandungan nutrisi cukup baik dapat menjadi pakan alternatif untuk meningkatkan produktivitas ternak sapi potong sebagai upaya pertanian berkelanjutan di Desa Qurnia Mataram, Lampung Tengah. Setelah kegiatan berlangsung, sebanyak 80% peserta menyatakan mampu mempraktikkan pembuatan pakan fermentasi secara mandiri dan mampu meningkatkan daya suka ternak. Selain itu, solusi ini juga memenuhi aspek kuantitas, kualitas, dan kontinuitas. Kata kunci: fermentasi; hijauan; limbah ubi kayu; sapi potong; penyuluhan; teknologi pakan Abstract Qurnia Mataram Village, located in Seputih Mataram Sub-district, Central Lampung Regency, is one of the centers for tapioca flour processing. A major issue identified in this village is the large amount of cassava waste generated by local processing industries, which remains underutilized. By-products such as onggok (cassava pulp) and cassava peels represent alternative feed that can be used for ruminant livestock. In addition, Qurnia Mataram is also a center for beef cattle farming. This presents a potential solution for addressing the local feed supply challenges for cattle. The technology transfer introduced to farmer groups in the village involved the production of fermented feed to enhance the nutritional quality and shelf life of cassava waste. The outreach program aimed to improve farmers welfare by reducing the cost of feed procurement. Cassava peels, which still contain valuable nutrients, can serve as an alternative feed to improve beef cattle productivity, contributing to sustainable livestock farming in Qurnia Mataram Village, Central Lampung. Following the activity, 80% of participants reported being able to independently produce fermented feed and increased palatability among their livestock. Moreover, this solution effectively addressed the aspects of feed quantity, quality, and continuity. Keywords: beef cattle; cassava waste; dissemination; feed technology; fermentation; forage