Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Bridging academia and industry: model kolaborasi KKN mandiri dalam pemberdayaan masyarakat dan dunia kerja Refi Riduan Achmad; Aditya Ramadan Anggalo; Didik Dwi Cahyo; Fenni Rahmasari; Mursalim Mursalim; Sinta Tri Rahayu; Tommy Mohammad Chadiq
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34252

Abstract

Abstrak Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) skema mandiri Unit 14 UNU Kalimantan Timur dilaksanakan melalui kolaborasi dengan mitra industri dan masyarakat sebagai upaya memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan dunia kerja. Kegiatan mencakup program sosial kemasyarakatan yang melibatkan 35 peserta, serta pelatihan teknis dan keselamatan kerja (K3) yang diikuti oleh 18 karyawan mitra industri. Metode pelaksanaan meliputi pengabdian langsung, sosialisasi, dan pelatihan berbasis praktik. Evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap materi K3, tingginya partisipasi masyarakat, serta peningkatan kompetensi sosial dan teknis mahasiswa. Kolaborasi ini berdampak positif bagi mitra melalui peningkatan kesadaran K3 dan penguatan hubungan kemitraan. Temuan ini menegaskan bahwa skema KKN mandiri efektif dalam menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan nyata industri dan masyarakat. Kata kunci: kuliah kerja nyata; pengabdian masyarakat; kolaborasi; industri; K3. AbstractThe independent Kuliah Kerja Nyata (KKN) program of Unit 14 at UNU Kalimantan Timur was implemented through collaboration with industrial partners and local communities as an effort to strengthen the linkage between higher education and the world of work. The activities included community social programs involving 35 participants, as well as technical and occupational safety (K3) training attended by 18 employees from partner companies. The implementation methods consisted of direct community engagement, socialization, and practice-based training. Evaluation results indicate an improvement in participants’ understanding of K3 materials, strong community participation, and enhanced social and technical competence among students. This collaboration has provided positive benefits for partner industries through increased K3 awareness and strengthened partnership relations. These findings affirm that the independent KKN scheme is effective in bridging academic knowledge with the practical needs of industry and society. Keywords: community service; community engagement; collaboration; industry; K3.
Pengembangan Sistem Informasi Terpadu Untuk Pengelolaan Aset, IT dan Laboratorium di Sekolah Kejuruan Refi Riduan Achmad; Dwi Fiqkri Hermawanto; Rafi Agung
Jurnal Sistem Informasi dan Sistem Komputer Vol 11 No 1 (2026): Vol 11 No 1 - 2026
Publisher : STIMIK Bina Bangsa Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51717/simkom.v11i1.1224

Abstract

Pengelolaan sarana prasarana, teknologi informasi, dan laboratorium di sekolah kejuruan memerlukan sistem yang mampu mengelola data secara terintegrasi dan terstruktur. Pada praktiknya, pengelolaan aset di sekolah masih banyak dilakukan menggunakan beberapa file dan aplikasi terpisah, sehingga berpotensi menimbulkan duplikasi data, kesalahan pencatatan, dan kesulitan dalam monitoring. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem informasi terpadu berbasis web yang mendukung pengelolaan aset, teknologi informasi, dan laboratorium sebagai studi kasus di SMK Tamansiswa Kota Mojokerto. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah Rational Unified Process (RUP) karena bersifat iteratif dan sistematis. Sistem dikembangkan menggunakan framework CodeIgniter 4 dengan arsitektur Model–View–Controller (MVC) serta basis data MySQL. Pengujian sistem dilakukan melalui Black Box Testing untuk memastikan fungsi sistem berjalan sesuai kebutuhan, serta User Acceptance Testing (UAT) untuk mengetahui tingkat penerimaan pengguna. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh fungsi utama sistem dapat berjalan dengan baik dan UAT memperoleh tingkat kepuasan pengguna sebesar 92% dengan kategori Sangat Baik. Dengan demikian, sistem yang dikembangkan mampu mendukung pengelolaan aset sekolah secara terintegrasi dan diterima dengan baik oleh pengguna.
Komparasi Kinerja dan Toleransi Kesalahan antara Cloud dan Fog Computing dalam Aplikasi IoT Terdistribusi Refi Riduan Achmad; Muhammad Abil; Muhammad Raihan Fadhilah; Sandi Sandi
Jurnal Minfo Polgan Vol. 14 No. 2 (2025): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v14i2.15576

Abstract

Perkembangan Internet of Things (IoT) menuntut sistem komputasi yang mampu memproses data secara cepat dan andal. Komputasi awan (Cloud Computing) selama ini menjadi solusi utama dalam pengelolaan data IoT, namun arsitekturnya yang terpusat menyebabkan latensi tinggi dan ketergantungan pada jaringan. Untuk mengatasi hal tersebut, komputasi kabut (Fog Computing) dikembangkan dengan mendistribusikan proses lebih dekat ke sumber data. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja dan toleransi kesalahan antara arsitektur Cloud Computing dan Fog Computing dalam lingkungan IoT terdistribusi. Pengujian dilakukan dengan mensimulasikan sistem publisher–broker–consumer menggunakan protokol MQTT di lingkungan Docker. Parameter yang diuji meliputi rata-rata latency, maksimum, minimum, jitter, serta toleransi kesalahan saat terjadi gangguan broker. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Fog Computing memiliki rata-rata latency sebesar 0.0019 detik, lebih rendah dibandingkan Cloud Computing sebesar 0.0022 detik. Namun, pada uji toleransi kesalahan, Cloud Computing menunjukkan stabilitas yang sedikit lebih tinggi dengan tingkat kehilangan pesan 55% dibanding Fog sebesar 56.67%. Temuan ini mengindikasikan bahwa Fog Computing lebih unggul untuk aplikasi IoT real-time karena latensi rendah dan pemulihan cepat, sedangkan Cloud lebih sesuai untuk pengolahan data berskala besar dan berkelanjutan. Penelitian selanjutnya dapat memperluas pengujian terhadap parameter bandwidth dan konsumsi energi untuk mendapatkan gambaran performa sistem yang lebih komprehensif.
Analisis Dynamic Routing OSPF/BGP dan Klasifikasi Kinerja Jaringan Sebagai Strategi Kewirausahaan IT Refi Riduan Achmad; Muhammad Ali Reza
Jurnal Teknologi Sistem Informasi Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Teknologi Sistem Informasi
Publisher : Program Studi Sistem Informasi, Universitas Multi Data Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35957/jtsi.v7i1.14141

Abstract

Studi ini mengevaluasi kinerja protokol routing dinamis OSPF dan BGP serta mengklasifikasikan status jaringan berdasarkan parameter Quality of Service (QoS) untuk mengatasi isu ketidakstabilan akibat perubahan topologi yang menyebabkan peningkatan latency, jitter, kehilangan paket, dan penurunan throughput. Melalui simulasi dan pengujian kinerja jaringan dalam kondisi normal dan saat terjadi gangguan konektivitas, pengukuran performa dilakukan dengan analisis interval ping dan pengujian bandwidth. Data hasil pengujian kemudian diklasifikasikan menggunakan algoritma rule-based dari data mining untuk membedakan kondisi jaringan normal, warning, dan failure. Temuan menunjukkan bahwa BGP lebih stabil pada kondisi normal dengan latency 17,47 ms lebih rendah, sementara OSPF lebih cepat konvergen saat gangguan meskipun mengalami lonjakan delay 101,076 ms. Hasil penelitian ini memberikan gambaran komprehensif karakteristik kedua protokol dan menawarkan peluang penerapan dalam layanan kewirausahaan IT seperti audit, monitoring, dan optimasi routing.
DIGITAL CONNECTIVITY AND MIGRATION IN THE INTERNATIONALIZATION OF INDONESIAN LANGUAGE Refi Riduan Achmad; Nabila Aulia Hasan
MATAPENA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Indonesian language and literature education program Majapahit Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/matapena.v8i2.4483

Abstract

The development of digital technology and global mobility has created new opportunities for the Indonesian language to play a role as a language of international communication. Through the phenomena of migration and the development of social media, Indonesian is not only used by native speakers but is also beginning to be learned and utilized by the global community. This study aims to analyze the potential of Indonesian as a global language, emphasizing migration trends and digital connectivity in 2025. The methods applied are literature review and content analysis of Indonesian-language digital media reaching international audiences. The results indicate that Indonesian is appealing due to its expressive, communicative nature and its ability to adapt to technology, particularly on platforms like YouTube, TikTok, and language learning applications. However, challenges remain, such as the mastery of foreign languages, the lack of internationalization policies for the language, and limited support for local language technology. This study proposes strategies for the conservation and development of Indonesian through cultural diplomacy, strengthening language technology, and integration into global curricula. With effective strategies, Indonesian has the opportunity to become one of the important global languages in the age of digital connectivity. Keyword: Indonesian Language Internationalization, Digital Connectivity, Global Migration