Rahmat Hidayat
Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Upah dalam Prosesi Kurban: Antara Adat, Syariat, dan Praktik Lapangan: Studi Etnografis di Kota Solok Roki Ade Deswan; Rahmat Hidayat; Tri Yuliani
JISRev: Journal of Islamic Studies Review Vol. 1 No. 2 (2025): JISRev: Journal of Islamic Studies Review
Publisher : LaKaspia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69548/jisrev.1.2.52

Abstract

Praktik pemberian upah kepada penyembelih hewan kurban terus menimbulkan perdebatan di tengah masyarakat Muslim, terutama terkait keabsahannya dalam perspektif fikih. Di Kota Solok, Sumatera Barat, fenomena ini menjadi menarik karena melibatkan interaksi antara norma fikih, adat Minangkabau, dan tuntutan praktis penyelenggaraan ibadah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik pemberian upah penyembelih kurban dalam bingkai hukum Islam dan adat lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pemberian upah dilakukan dalam berbagai bentuk, baik berupa uang tunai maupun kompensasi non-material yang disesuaikan dengan kesepakatan lokal dan tidak diambil dari bagian hewan kurban. Adat Minangkabau yang berprinsip adat basandi syarak turut memberikan legitimasi sosial terhadap praktik ini, yang dinilai tidak bertentangan dengan maqashid syariah. Temuan ini menunjukkan bahwa fleksibilitas hukum Islam dapat diartikulasikan secara kontekstual dalam ruang sosial-budaya lokal. Implikasinya, dibutuhkan pedoman kebijakan dan fatwa keagamaan yang lebih adaptif terhadap dinamika masyarakat serta partisipatif dalam merumuskan tata kelola ibadah kurban yang sahih dan inklusif.
Local Wisdom and Career Meaning-Making among Final-Year University Students: An Ethnographic Study of Minangkabau Culture Masril Masril; Rahmat Hidayat; Louis Downs
Journal of Innovation in Educational and Cultural Research Vol 7, No 4 (2026)
Publisher : Yayasan Keluarga Guru Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46843/jiecr.v7i4.3158

Abstract

Career development is often conceptualized as an individual and rational process; however, in culturally embedded societies, it is profoundly shaped by local values, social norms, and collective identities. This study aims to explore how local wisdom influences career meaning-making among final-year university students within the Minangkabau socio-cultural context of Tanah Datar, West Sumatra. This study employed a qualitative ethnographic design involving 21 participants: 15 final-year students from diverse academic disciplines and 6 key informants, including lecturers, career practitioners, and community leaders. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and document analysis, and were analyzed using thematic analysis through systematic coding and categorization. The findings reveal that career development is constructed as a culturally embedded process characterized by five key themes: collective responsibility, value-based filtering through local wisdom, merantau as a culturally embedded career pathway, negotiation between tradition and modernity, and cultural identity as the foundation of career orientation. Career decisions are strongly influenced by family expectations, moral values, and social recognition, while local wisdom functions as both a symbolic and evaluative framework guiding career choices. This study contributes to the development of culturally grounded career theory by emphasizing the importance of integrating local wisdom and socio-cultural contexts into career guidance practices in higher education.