Anisa Kumala Dewi
Universitas PGRI Yogyakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Learning Production, Formation of Internal Energy Human Body Enjelika Hani Pamungkas; Anisa Kumala Dewi; Niken Kumalasari; Wahyu Kurniawati
Educare: Journal Educational and Multimedia Vol. 2 No. 01 (2024): Educare: Journal Educational and Multimedia, April 2024
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The body needs energy as a source of power for all activities to move, humans need a certain amount of energy that comes from food. Energy is obtained from daily food which consists of various nutrients, especially carbohydrates and fat. The energy used to carry out activities in the human body is released through the process of burning substances/food. By measuring the amount of energy released, we can find out how much food is needed to produce energy in the human body. In elementary school students it is important to understand the body's need to produce energy. This learning is included in one of the science subjects. This research method is descriptive qualitative. The aim of this research is to find out the process of energy formation in the human body and what are the benefits of energy for the human body.
SUPERVISI PENDIDIKAN Atika Ayuni Febiana; Rusli Dedi Mustofa; Erika Lia Pradita; Anisa Kumala Dewi; Bahtiyar Heru Susanto
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v1i4.1567

Abstract

Supervisi merupakan rangkaian aktivitas yang dilakukan oleh supervisor untuk memonitor lembaga sekolah dalam menjalankan proses administrasinya. Supervisi memiliki andil besar dalam kesuksesan baik itu dalam proses belajar mengajar hingga berbagai pengelolaan lainnya. Penelitian ini menggunakan studi kepustakaan yang bertujuan untuk mengetahui seberapa penting supervisi dalam lembaga pendidikan. Hasil dari kajian ini menunjukkan bahwa sebagai lembaga pendidikan yang menjadi pabrik dimana menghasilkan generasi penerus bangsa sudah selayaknya melakukan upgrading level pendidikan sesuai dengan kebutuhan zaman. Atau dengan kata lain, sekolah terbaik adalah sekolah yang menjawab tantangan zaman serta mampu melayani warga sekolah dengan administrasi yang berkualitas. Maka dari itu, aktivitas supervisi pendidikan secara kontinyu bisa menjadi solusi terbaik dalam memajukan kualitas lembaga pendidikan serta merevisi program maupun praktik ilegal yang menjadi hambatan bagi lembaga pendidikan terkait.
Implementasi Budaya Sekolah Dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik di SD Muhammadiyah Worawari, Kulon Progo Anisa Kumala Dewi; Bahtiyar Heru Susanto
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i3.5316

Abstract

Budaya sekolah merupakan salah satu upaya strategis dalam membentuk karakter peserta didik melalui pembiasaan nilai dan perilaku positif di lingkungan sekolah. Implementasi budaya sekolah yang dilakukan secara konsisten diharapkan mampu mengembangkan karakter peserta didik secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi budaya sekolah dalam pembentukan karakter peserta didik di SD Muhammadiyah Worawari, Kulon Progo, serta mengidentifikasi perencanaan, pelaksanaan, faktor pendukung, faktor penghambat, dan evaluasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru kelas IV dan VB, serta peserta didik kelas IV dan VB. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi budaya sekolah berhasil membentuk lima karakter utama peserta didik, yaitu religius, nasionalisme, mandiri, gotong royong, dan integritas melalui tiga pilar utama, yaitu keteladanan guru, penegakan tata tertib, dan kegiatan ekstrakurikuler berbasis usia. Keberhasilan tersebut didukung oleh keterlibatan orang tua, teman sebaya, serta ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai. Adapun faktor penghambat yang masih dihadapi meliputi kurangnya dukungan sebagian orang tua, pengaruh teman sebaya, dan dampak negatif penggunaan gadget. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi budaya sekolah di SD Muhammadiyah Worawari telah berjalan dengan baik dan berperan dalam pembentukan karakter peserta didik. Optimalisasi implementasi budaya sekolah dapat dilakukan melalui standardisasi sistem evaluasi yang memanfaatkan pengukuran perilaku, umpan balik, dan analisis hasil akademik secara berkelanjutan.