Yulida Anggraini
STIKES Griya Husada Sumbawa

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluation of the Implementation of the Stunting Prevention and Handling Program in Labuhan Bajo Village, Sumbawa Regency Has’ad Rahman Attamimi; Yunita Lestari; Evi Gustia Kesuma; Yulida Anggraini
International Journal Of Health Science Vol. 5 No. 2 (2025): International Journal of Health
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijhs.v5i2.5647

Abstract

Stunting is a chronic condition characterized by impaired physical growth resulting from prolonged malnutrition. It is clinically defined as a height-for-age measurement more than two standard deviations below the median of the WHO Child Growth Standards. The primary contributor to stunting is poor nutritional status during critical growth periods. Thus, monitoring the nutritional status of infants and toddlers is essential, as malnutrition during these stages can lead to permanent damage to both physical and cognitive development. This study used a qualitative research design to evaluate the implementation of the stunting prevention and control program in Labuhan Bajo Village, located in Utan District, Sumbawa Regency. The research subjects were Labuhan Bajo Village, and the research object was the local stunting prevention and control program. Data collection methods included observation, document review, and in-depth interviews. Data analysis followed an interactive model to interpret the qualitative findings. The findings showed that all the evaluation indicators assessed were implemented well. These indicators included: (1) Input indicators, (2) Process indicators, and (3) Output indicators. However, the output indicators revealed certain deficiencies. Despite the program’s efforts, the prevalence and risk of stunting in children in Labuhan Bajo Village remained relatively high. Contributing factors included the large number of young couples, an increase in adolescents of childbearing age, unhealthy environmental conditions, and a low level of public awareness about the importance of balanced nutrition. This suggests that while the program had positive impacts on several fronts, improvements are still needed to address the root causes of stunting. Enhancing public awareness and addressing the broader social determinants of health will be crucial in reducing stunting rates and improving the overall effectiveness of the program in the future.
Peningkatan Latihan Kekuatan Otot Untuk Pencegahan Osteoporosis Pada Masyarakat di Dusun Kauman Labuhan Badas Sumbawa Besar Wiwik Handayani; Yulida Anggraini; Fatma Sri Dewi; Fadilah Indriati Arindi; Ratri Susana
Journal of Community Development Vol. 6 No. 3 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i3.1865

Abstract

Osteoporosis merupakan penyakit “silent disease” yang ditandai dengan penurunan kepadatan dan kekuatan tulang, sehingga meningkatkan risiko patah tulang, terutama pada lansia. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat terkait pola hidup sehat serta latihan kekuatan otot sebagai pencegahan osteoporosis. Kegiatan dilaksanakan pada 09 Desember 2025 di Dusun Kauman, Labuhan Badas, dengan jumlah partisipan 20 orang berusia 50–65 tahun. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan menggunakan presentasi, leaflet, dan praktik latihan kekuatan otot, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan partisipan setelah penyuluhan, dengan kategori “cukup” dan “baik” meningkat dari 20% menjadi 50%. Perilaku positif dalam menerapkan pola hidup sehat juga meningkat, ditunjukkan dengan penurunan partisipan yang “tidak pernah” menerapkan dari 65% menjadi 30%. Hambatan yang ditemui antara lain perbedaan tingkat pendidikan, usia, dan penggunaan bahasa daerah. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi dan latihan kekuatan otot efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku masyarakat terkait pencegahan osteoporosis, dengan rekomendasi adanya pendampingan berkelanjutan dan peran aktif kader kesehatan.