Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM INISIASI MENYUSU DINI (IMD) PADA IBU BERSALIN DI PUSKESMAS LENANGGUAR dwi susmita agustina; Has'ad Rahman Attamimi; Uyunun Nudhira
Jurnal Kesehatan dan Sains Vol 4 No 2 (2021): JURNAL KESEHATAN DAN SAINS (JKS)
Publisher : LPPM STIKES Griya Husada Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51487/jks.v4i2.50

Abstract

Inisasi Menyusui Dini atau sering disingkat dengan IMD merupakan suatu kesempatan yang diberikan kepada bayi segera setelah lahir dengan cara meletakan bayi di perut ibu, kemudian dibiarkan bayi untuk menemukan puting susu ibu dan menyusui hingga puas. Proses ini dilakukan kurang lebih 1 jam pertama setelah bayi lahir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pelaksanaan IMD di Puskesmas Lenangguar, dengan menggunakan model evaluasi Conteks, input, proses, produk (CIPP). Evaluasi ini menggunakan pendekatan kualitatif dan pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan studi dokumen. Data hasil wawancara ini diperoleh dari tenaga kesehatan Puskesmas Lenannguar, kecamatan Lenangguar, meliputi: Kepala Puskesmas, tata usaha, dokter, bidan, pasien dan keluarga pasien. Hasil evaluasi menunjukan bahwa pada: komponen konteks, visi dan misi sudah mengarah dengan tujuan Puskesman Lenangguar. Kompen input: 1) Terdapat dokumen Permenkes No. 97 Tahun 2014 Pasal 14 ayat (1), 2) Terdapat anggaran namun disatukan dengan anggaran persalinan. Jumlah untuk anggaran persalinan Rp.700.000/orang, 3) Secara umum kompetensi bidan memenuhi standar indikator input. Komponen proses diobservasi melalui SOP IMD. Komponen produk dinilai melalui wawancara dengan pasien. Setelah mempertimbangkan sejumlah indikator dalam evaluasi, serta berdasarkan keempat komponen dalam evaluasi dengan model CIPP (Conteks, Input, Proses, Product) dapat disimpulkan bahwa evaluasi pelaksanaan program IMD di Puskesmas Lenangguar berjalan dengan sangat baik.
HUBUNGAN KEKURANGAN ENERGI KRONIK (KEK) DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL TRIMESTER I DI PUSKESMAS LENANGGUAR TAHUN 2019 Eti Astiani; Has'ad Rahman Attamimi; Yunita Lestari
Jurnal Kesehatan dan Sains Vol 4 No 2 (2021): JURNAL KESEHATAN DAN SAINS (JKS)
Publisher : LPPM STIKES Griya Husada Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51487/jks.v4i2.52

Abstract

Anemia merupakan masalah yang dialami oleh 41,8% ibu hamil. Sekitar setengah dari kejadian anemia tersebut disebabkan karena defisiensi besi. WHO (2015) sekitar 40% kematian ibu di negara berkembang berkaitan dengan anemia pada kehamilan yang sebagian disebabkan oleh perdarahan akut dan status gizi yang buruk. Berdasarkan hasil studi pendahuluan pada Puskesmas Lenangguar terdapat 12 (33,3%) ibu hamil yang menderita Kekurangan Energi Kronik (KEK) dari 35 ibu hamil, sedangkan yang menderita anemia terdapat 29 (80,6%) ibu hamil. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui hubungan Kekurangan Energi Kronik (KEK) dengan kejadian Anemia pada ibu hamil trimester I. Metode yang digunakan yaitu kuantitatif dengan pendekatan korelasi menggunakan data sekunder dari rekam medis di Puskesmas Lenangguar. Total populasi dalam penelitian ini adalah 35 ibu hamil dengan sampel penelitian dengan teknik pengambilan sampel jenuh atau total sampling. Hasil dari penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara KEK dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester I di Puskesmas Lenangguar dengan nilai phi sebesar 0,000 > phi 0,005. Oleh karena itu diharapkan pada ibu hamil untuk memperbaiki asupan gizinya dan menjaga pola makan dengan memperbanyak mengkonsumsi zat besi dan protein.
Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Cerita Sejarah Siswa Kelas XII IPS SMAN 1 Garut Menggunakan Model Discovery Learning Melalui Media Film Yulianti; Has'ad Rahman Attamimi; Ernawati Ernawati
Jurnal Penelitian dan Penilaian Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2021)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka bekerjasama dengan Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.199 KB) | DOI: 10.22236/jppp.v3i2.6798

Abstract

Penelitian termasuk penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan melalui empat tahapan yakni perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi terhadap siswa kelas XII IPS 1 SMAN 1 Garut yang berjumlah 36 siswa. Pengumpulan data digunakan dengan teknik observasi dan tes. Analisis data dilakukan secara interaktif yaitu melalui tahapan reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan/verifikasi data (conclusion drawing/verification). Penelitian dapat dikatakan berhasil apabila memenuhi indikator rata-rata nilai minimal 80 dengan ketuntasan 90%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran berlangsung dengan lancar, kendala-kendala yang muncul pada siklus 1 dan II dapat diatasi dengan baik. Kedua, terjadi peningkatan rata-rata nilai dari 70,4 pada kondisi awal, meningkat menjadi 78,3 setelah tindakan siklus I, dan meningkat lagi menjadi 88,9 pada siklus II. Hal ini berarti terjadi peningkatan sebesar 18, 5 poin. Selain itu, terjadi peningkatan jumlah siswa tuntas sebanyak 69,5% dari 8 siswa (22,2%) pada kondisi awal, meningkat menjadi 24 siswa (66,7%) setelah tindakan siklus I, dan meningkat lagi menjadi 33 siswa (91,7%) pada siklus II..   The research included classroom action research (PTK) which was carried out in two cycles through four stages, namely planning, implementing action, observing, and reflecting on class XII IPS 1 students of SMAN 1 Garut with a total of 36 students. Data collection is used by observation and test techniques. Data analysis was carried out interactively, namely through the stages of data reduction (data reduction), data presentation (data display), and drawing conclusions/data verification (conclusion drawing/verification). Research can be said to be successful if it fulfills the minimum average value indicator of 80 with 90% completeness. The results of the research show that the learning process runs smoothly, the obstacles that arise in cycles 1 and II can be overcome properly. Second, there was an increase in the average score from 70.4 in the initial conditions, increased to 78.3 after the first cycle of action, and increased again to 88.9 in the second cycle. This means an increase of 18.5 points. In addition, there was an increase in the number of students completing as much as 69.5% from 8 students (22.2%) in the initial conditions, increasing to 24 students (66.7%) after the first cycle action, and increasing again to 33 students (91, 7%) in cycle II.
EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI HEALTH CARE-ASSOCIATED INFECTIONS (HAIs) DI RUANG PASCA BEDAH RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) SUMBAWA BESAR TAHUN 2019 Yunita Lestari; Al Asyary; Has’ad Rahman Attamimi; Rustika
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 1 No. 2: Juli 2021
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.303 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Health Care-Associated Infections (HAIs) di Ruang Pasca Bedah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumbawa Besar Tahun 2019. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode observasi dan wawancara mendalam. Selanjutnya yang menjadi informan kunci dalam evaluasi ini adalah pimpinan serta staf RS Umum Daerah Sumbawa. Penelitian dilakukan terhadap tiga komponen dasar dalam evaluasi, yaitu 1) komponen input, 2) komponen process dan 3) komponen output. Hasil penelitian terhadap tiga komponen yang dievaluasi pada ruang pasca bedah RSUD Sumbawa menunjukkan bahwa pada: 1) komponen input, RSUD Sumbawa dalam melaksanakan program PPI telah didukung oleh sejumlah indikator penunjang seperti terdapat alokasi anggara khusus, sumberdaya manusia, serta dokumen-dokumen pendukung yang berkaitan dengan pelaksanaan program PPI, 2) komponen proses, pada komponen tersebut dapat digambarkan pelaksanaan program PPI di RSUD Sumbawa secara umum berjalan sesuai dengan prosedur yang semestinya, namun 3) pada komponen output, dampak dari pelaksanaan program PPI di RSUD Sumbawa belum efektif dikarenakan kurangnya kontrol terhadap pelaksanaan program PPI di RSUD Sumbawa, khusunya pada ruang bedah. Oleh karena itu, untuk mendukung pelaksanaan program PPI di RSUD Sumbawa dapat berjalan dengan efektif dan Optimal, maka diharapkan untuk dilakukan perbaikan, baik pada komponen input, maupun proses khususnya pada peningkatan kompetensi SDM serta ketersediaan dan kesesuaian sarana dan prasarana, selaian itu system kontroling pada komponen output juga perlu ditingkatkan.
PENGARUH TEKNIK MARMET TERHADAP PENGELUARAN AIR SUSU IBU (ASI) PADA IBU POST PARTUM DI PUSKESMAS UNIT II SUMBAWA TAHUN 2020/2021 Yunita Lestari; Has’ad Rahman Attamimi; Nina Lestari
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 1 No. 4: September 2021
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.758 KB)

Abstract

Salah satu penyebab produksi ASI meningkat atau menurun adalah adanya stimulasi pada kelenjar payudara terutama pada minggu pertama laktasi. Oleh sebab itu ibu dianjurkan menyusui dini agar isapan bayi segera menstimulasi hipofisis anterior untuk memproduksi hormone prolactin dan hipofisis posterior untuk memproduksi hormon oksitosin (Proverawati & Rahmawati, 2010). Pemberian air susu ibu (ASI) kepada bayi sejak lahir sampai berusia 2 tahun. Jika bayi diberikan ASI saja sampai usia 6 bulan tanpa menambahkan dan mengganti dengan makanan atau minuman lainnya merupakan proses menyusui eksklusif [1]. Menyusui eksklusif dapat melindungi bayi dan anak terhadap penyakit berbahaya dan mempererat ikatan kasih sayang (bonding) antara ibu dan anak. Proses menyusui secara alami akan membuat bayi mendapatkan asupan gizi yang cukup dan limpahan kasih sayang yang berguna untuk perkembangannya [2].. Zat anti kekebalan yang terkandung dalam ASI juga sangat berguna untuk daya tahan bayi agar tidak mudah terserang penyakit. Hegar [3]. Berdasarkan data yang dikumpulkan IBFAN (International Baby Food Action Network) 2014, Indonesia menduduki peringkat ke tiga terbawah dari 51 negara di dunia yang mengikuti penilaian status kebijakan dan program pemberian makan bayi dan anak (Infant-Young Child Feeding) [1]. Dari data tersebut dapat dilihat bahwa pencapaian terkait ASI Eksklusif masih jauh dari yang di harapkan. Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk merangsang hormone prolactin dan oksitosin adalah memberikan sensasi rileks pada ibu salah satunya yaitu dengan melakukan teknik marmet karena dapat merangsang system syaraf pada payudara [4]. Tujuan penelitian yaitu Bagaimanakah pengaruh Teknik Marmet Terhadap pengeluaran Asi Pada Ibu PostPartum di Puskesmas Unit II Sumbawa Tahun 2020.Sampel penelitian adalah ibu Nifas yang tidak melakukan teknik marmet, dan ibu postpartum yang produksi ASI nya banyak. Sampel berjumlah 11 ibu nifas yang di ambil secara purposive sampling. Observasi dilakukan pada ibu menyusui sebelum diberikan perlakukan teknik marmet. Perlakukan teknik marmet, dilakukan setiap hari sebanyak 3 kali sehari.Analisis deskriptif dengan menyajikan data distribusi frekuensi, sedangkan uji statistik menggunakan uji T pada tingkat kepercayaan 95%.
PENERAPAN EDUKASI LITERASI LINGKUNGAN DALAM UPAYA MENGURANGI KECENDERUNGAN ADIKSI GAWAI PADA ANKA USIA SEKOLAH DASAR DI SD IT INSAN QURANI SUMBAWA Has’ad Rahman Attamimi; Yunita Lestari; Ernawati; Rai’in; Anggia Sari
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 1 No. 4: September 2021
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.633 KB)

Abstract

Belajar dari rumah (BDR) sebagai salah satu metode pembelajaran yang diterapkan sebagian besar lembaga pendidikan dimasa pandemi covid-19, mulai dari tingkat Sekolah Dasar Hingga Perguruan Tinggi. Salah satu dampak yang perlu dipandang serius adalah cenderung meningkatnya aktivitas siswa khsusunya anak-anak usia sekolah dasar dalam menggunakan gawai. Khusus pada SD IT Insan Qurani Sumbawa, hal tersebut dibenarkan oleh sejumlah partisipan (orangtua/wali) siswa, sehingga dipandang perlu untuk dicarikan solusinya. Sebagai upaya mengurangi kecenderungan adiksi gawai tersebut, maka dilakukan penelitian dengan desain penelitian tindakan, proses penelitian dilakukan sebanyak 3 siklus, setiap siklus terdiri dari 4 tahapan; perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SD IT Samawa Cendikia, dan yang menjadi objek adalah perilaku adiksi gawai. Hasil penelitian pada siklus ke-3 menunjukkan adanya penurunan kecenderungan adiksi gawai responden sebesar 73% atau lebih besar dari hipotesis tindakan sebesar 55%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan edukasi literasi lingkungan mampu menurunkan kecenderungan adiksi gawai pada anak usia sekolah dasar di SD IT Insan Qurani Sumbawa.
PENERAPAN METODE REMINDER DENGAN APLIKASI SHORT MESSAGE SERVICE DAN WHATSAPP UNTUK MENINGKATKAN KEPATUHAN KUNJUNGAN ANTENATAL DI PUSKESMAS LAPE Nur Ike Putri; Has’ad Rahman Attamimi; Luh Putu Sri Yuliastuti
Jurnal Kesehatan dan Sains Vol 5 No 1 (2021): JURNAL KESEHATAN DAN SAINS (JKS)
Publisher : LPPM STIKES Griya Husada Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The most common causes of maternal death in NTB province in 2017 occurred when pregnant women were 17.65%, during childbirth 42.35%, and during childbirth by 40% (NTB Provincial Health Office, 2017). The purpose of this study was to determine the application of the reminder method using short message service (SMS) and the whatsapp application to improve antenatal visit compliance. This study uses observational data collection methods with research design is action or action research with the number of respondents 35 pregnant women. Data analysis uses interactive analysis, namely data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions according to Miles and Huberman (2015). The results of this study indicate that the adherence of pregnant women to antenatal visits in the first cycle there are 27 people (77.14%) obedient and 8 people (22.85%) not compliant by using the SMS application, while using the Whatsapp application there are 24 people (68 ,57%) complied and 11 people (31.42%) did not comply. In cycle II there were 35 people (100%) obedient by using the SMS application, while using the Whatsapp application there were 33 people (94.28%) obedient and 2 people (5.71%) not. This proves that the action research method is effective in using the reminder method with SMS and WhatsApp applications in improving antenatal visit compliance in the working area of the Lape Health Center, Lape sub-district.
UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS EDITORIAL KELAS XII MIPA 5 MENGGUNAKAN MODEL BERPIKIR INDUKTIF MELALUI MEDIA FILM DOKUMENTER YULIANTI YULIANTI; TEGUH BUDIAWAN; HAS’AD RAHMAN ATTAMIMI
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v2i3.1497

Abstract

Editorial text writing skills require students' ability to process data, facts, and other references to be criticized and given responses and solutions. This study aims to 1) get an overview of the learning process for writing editorial texts in class XII MIPA 5 using inductive thinking models through documentary films and 2) find out the effectiveness of learning models for inductive thinking through documentary films in improving the ability to write editorial texts for grade XII MIPA 5 students. The type of research used is collaborative CAR which is carried out in two cycles through the stages of planning, implementing actions, observing, and reflecting. Data were collected through observation and test techniques. Data analysis was carried out interactively through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing/data verification. This research can be said to be successful if it has met the average score of at least 80 with the number of students who have completed at least 90%. The results showed 1) the learning process went smoothly, problems that arose in cycles 1 and 2 could be resolved properly, 2) the average score increased from 70.3 to 89.2, and 3) the percentage of students completed increased from 27 .8% to 94.4%. Because the indicators of success are met, it can be concluded that the application of the inductive thinking learning model through documentary films can improve student learning outcomes in class XII MIPA 5 SMAN 1 Garut in writing editorial texts. ABSTRAK Keterampilan menulis teks editorial memerlukan kemampuan siswa dalam mengolah data, fakta, dan referensi lain untuk dikritisi dan diberikan tanggapan serta solusi. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendapatkan gambaran proses pembelajaran menulis teks editorial di kelas XII MIPA 5 menggunakan model berpikir induktif melalui film dokumenter dan 2) mengetahui keefektifan model pembelajaran berpikir induktif melalui media film dokumenter dalam meningkatkan kemampuan menulis teks editorial siswa kelas XII MIPA 5. Jenis penelitian yang digunakan adalah PTK kolaboratif yang dilaksanakan dalam dua siklus melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui teknik observasi dan tes. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi data. Penelitian ini dapat dikatakan berhasil apabila sudah memenuhi rata-rata nilai minimal 80 dengan jumlah siswa yang tuntas minimal 90%. Hasil penelitian menunjukkan 1) proses pembelajaran berlangsung dengan lancar, permasalahan yang muncul pada siklus 1 dan 2 dapat teratasi dengan baik, 2) rata-rata nilai meningkat dari 70,3 menjadi 89,2, dan 3) persentase jumlah siswa tuntas meningkat dari 27,8% menjadi 94,4%. Karena indikator keberhasilan terpenuhi, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran berpikir induktif melalui film dokumenter dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XII MIPA 5 SMAN 1 Garut dalam menulis teks editorial.
A Evaluasi Kesiapan Sekolah Tingkat SD dan SMP di Kabupaten Sumbawa dalam Pelaksanaan Pembelajaran tatap Muka Terbatas di Masa Pandemi Covis-19. Has'ad Rahman Attamimi; Rusmayadi Rusmayadi; Yunita Lestari; Sudarli Sudarli; Ernawati Ernawati
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 8 No 5 (2022): November
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v8i5.1948

Abstract

In September 2021, the Ministry of Education and Culture released the results of an internal survey, the survey results explained that there were 1,303 schools that became Covid-19 clusters. Of these figures, there were 7,287 teachers and 15,456 students exposed to the corona virus in Indonesia. So based on these conditions, an evaluation of school readiness will be carried out in implementing face-to-face learning programs during the Covid-19 pandemic. The evaluation will be carried out using the type of gap evaluation, where the evaluator will only measure the difference (gap) between what should be implemented (based on indicators of readiness for face-to-face learning during the Covid-19 pandemic) and the reality of the implementation being carried out. The evaluation method to be used is descriptive qualitative method with data collection techniques in the form of observation, interviews and document studies. The subjects in this evaluation were elementary and junior high schools in Kab. Sumbawa, and the object of evaluation are 7 indicators (requirements for limited face-to-face learning provided by the RI SATGAS Covid-19) readiness to implement limited face-to-face learning programs during the Covid-19 pandemic. The results of the evaluation of 84 primary school level and 8 junior high school level schools are in accordance with the results of observations, interviews and studies of supporting documents, in general it shows that the schools evaluated are ready to carry out face-to-face learning but a number of schools are still continuing to improve readiness in accordance with the required indicators both according to the PTM guidelines agreed upon by four ministers and the conditions given by the RI Covid-19 Task Force for 2021.
EVALUASI PENILAIAN BERBASIS HOTS PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA LABSCHOOL KEBAYORAN BARU Has'ad Rahman Attamimi; Hari Setiadi
Jurnal Penelitian dan Penilaian Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka bekerjasama dengan Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.874 KB) | DOI: 10.22236/jppp.v3i1.5905

Abstract

Penilaian berbasis HOTS, merupakan penilaian yang menuntut sesorang untuk memiliki kemampuan berpikir yang didasarkan pada kemampuan; menganalisa, mengevaluasi, dan mencipta. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Penilaian Berbasis HOTS yang telah diintegrasikan dengan kurikulum 2013 revisi 2018. Evaluasi ini dilakukan dengan model evaluasi CIPP (Context, input, process, product) dan dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan studi dokumen. Data hasil wawancara diperoleh dari warga SMA Labschool Kebayoran, Jakarta Selatan, meliputi; Wakil Kepala Sekolah, Guru, dan Siswa. Dan untuk data dokumen berupa, dokumen Visi dan Misi, Profile Sekolah, dan paket soal HOTS buatan Guru. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pada; Komponen context, Visi dan Misi mengarah pada peningkatan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Komponen input; 1) Tidak terdapat perencanaan seacara khusus, 2) Tidak terdapat Alokasi anggaran, 3) Secara umum kompetensi guru Bahasa Indonesia memenuhi standar indikator input, 4) Kurikulum dan penilaian HOTS dilaksanakan sebagai satu kesatuan. Komponen process; 1) Penilaian HOTS diterapkan pada proses pembelajaran, dan dalam proses evaluasi hasil belajar. Komponen product terdiri dari; 1) Paket soal kelas X terdiri dari 10 butir soal, 9 soal termasuk kategori soal dengan setandar penilaian HOTS, dan 1 soal tidak termasuk. 2) Paket soal kelas XI, terdiri dari 18 butir soal, 1 soal terkategori LOTS pada dimensi mengingat, dan 17 soal terkategori HOTS. Pada paket soal kelas X, berdasarkan taksonomi bloom, rata-rata masih berada pada level C4/ menganalisa. Setelah mempertimbangkan sejumlah indikator dalam evaluasi, serta berdasarkan keempat komponen dalam evaluasi dengan model CIPP (Conteks, Input, Proses, Product).Dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan program penilaian berbasis HOTS pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMA Labschool Kebayoran, Jakarta Selatan berjalan dengan sangat baik, walaupun beberapa poin seperti ketersediaan anggaran khusus serta persiapan pelaksanaan tidak tersedia dan tidak dilakukan   HOTS-based assessment, is an assessment that requires a person to have the ability to think based on ability; analyze, evaluate, and create. This study aims to evaluate the HOTS-Based Assessment which has been integrated with the 2013 revised 2018 curriculum. This evaluation was carried out using the CIPP evaluation model (Context, input, process, product) and with a qualitative approach. Data collection uses the method of observation, interviews, and document study. Interview data were obtained from residents of SMA Labschool Kebayoran, South Jakarta, including; Vice Principal, Teachers, and Students. And for document data in the form of Vision and Mission documents, School Profiles, and HOTS question packages made by the Teacher. The evaluation results show that on; The context, vision and mission components lead to an increase in students' higher order thinking skills. input components; 1) There is no specific planning, 2) There is no budget allocation, 3) In general, the competence of Indonesian language teachers meets input indicator standards, 4) The curriculum and HOTS assessment are carried out as one unit. process component; 1) HOTS assessment is applied to the learning process, and in the process of evaluating learning outcomes. Product components consist of; 1) The class X question package consists of 10 questions, 9 questions are included in the HOTS assessment category, and 1 item is not included. 2) Question packages for class XI, consisting of 18 questions, 1 question in the LOTS category on the remembering dimension, and 17 questions in the HOTS category. In class X question packages, based on Bloom's taxonomy, the average is still at C4/analyzing level. After considering a number of indicators in the evaluation, as well as based on the four components in the evaluation with the CIPP model (Context, Input, Process, Product). It can be concluded that the implementation of the HOTS-based assessment program in the Indonesian language subject at Labschool Kebayoran High School, South Jakarta is going very well , even though several points such as the availability of a special budget and preparation for implementation were not available and were not carried out