Dheanita Sekarini Octanisa
Politeknik Negeri Banyuwangi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Kapasitas Pemandu Wisata Melalui Pelatihan Basic Life Support dan P3K di Destinasi Wisata Alam Sendang Seruni, Banyuwangi Dheanita Sekarini Octanisa; Reni Nur Jannah; Khoirunisa Khoirunisa; Rudi Tri Handoko; Jemi Cahya Adi Wijaya; Bitsyi Naviri Ismaniar; Beby Dwi Febriyanti
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2025): November: Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v5i3.6264

Abstract

This community service activity was carried out as an effort to improve the safety of tourists in the Sendang Seruni water tourism destination, Tamansari Village, Licin District, Banyuwangi Regency. This location is one of the leading tourist attractions with natural panoramas and natural pools sourced from seven mountain springs. However, tourism managers, especially the Sendang Seruni tourism awareness group (Pokdarwis), do not have basic skills in handling emergencies such as water tourism accidents and adequate safety facilities. Based on these conditions, the service team from the Banyuwangi State Polytechnic carried out training and assistance in Basic Life Support (BLS) and First Aid in Accidents (P3K) involving 20 participants from Pokdarwis members. The implementation method includes location surveys, preparation of work plans, theoretical and practical training with professionals from PMI Banyuwangi, and evaluation of the results of activities. Participants were given an understanding of emergency handling such as artificial breathing, cardiac compression, and first aid in water accidents. The results of the activity showed a significant increase in the knowledge and skills of participants related to safety and first aid procedures, as evidenced by competency certification from PMI. In addition, the procurement of safety support facilities such as fire extinguishers, buoys, and P3K boxes also strengthens the preparedness of Pokdarwis in dealing with the risk of accidents in tourist areas. This activity is expected to be a sustainable preventive step in building a culture of tourism safety, as well as supporting the development of sustainable tourism in Banyuwangi.
Strategi Pemasaran Hotel Di Kabupaten Banyuwangi: Analisis Bauran Pemasaran 8p Dan Peran Event Pariwisata Terhadap Tingkat Hunian Kamar (2021–2026) Dheanita Sekarini Octanisa; Bitsyi Naviri Ismaniar; Beby Dwi Febriyanti; Khoirunisa
Jurnal Akuntansi Bisnis dan Humaniora Vol. 13 No. 2 (2026): Jurnal Akuntansi Bisnis dan Humaniora
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jabh.v13i2.9948

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi pemasaran hotel di Kabupaten Banyuwangi dengan memanfaatkan data sekunder periode 2021–2024. Banyuwangi merupakan destinasi wisata unggulan di Jawa Timur yang mencatat 3.405.145 kunjungan wisatawan pada tahun 2024, meningkat 7% dari tahun sebelumnya. Menggunakan pendekatan deskriptif-analitik dan kerangka bauran pemasaran 8P, penelitian ini mengkaji bagaimana hotel-hotel di Banyuwangi merancang dan mengimplementasikan strategi pemasaran untuk mengoptimalkan tingkat hunian kamar (TPK). Hasil analisis menunjukkan: (1) strategi event-driven marketing melalui Banyuwangi Festival terbukti mendorong TPK hotel berbintang mencapai 80–100% pada periode peak season; (2) seluruh elemen marketing mix berpengaruh signifikan terhadap keputusan tamu menginap, dengan product, promotion, dan people sebagai variabel dominan; (3) pemanfaatan platform digital (OTA, media sosial, influencer marketing) menjadi pendekatan utama dalam menjangkau segmen wisatawan domestik maupun mancanegara; (4) TPK rata-rata Banyuwangi pada periode reguler berkisar 40–48%, masih di bawah rata-rata Jawa Timur sebesar 48,57% (April 2024, BPS Jatim). Tantangan utama mencakup tingginya seasonality, rata-rata lama menginap yang pendek (1,33–1,47 hari), serta persaingan dengan destinasi Bali. Penelitian merekomendasikan penguatan strategi digital marketing, diversifikasi ke segmen MICE, dan kolaborasi antarpemangku kepentingan untuk meningkatkan daya saing perhotelan Banyuwangi.